KuybeliKuybeli

BPOM Bongkar 1,3 Juta Overclaim Kosmetik di Live Shopping

BPOM Bongkar 1,3 Juta Overclaim Kosmetik di Live Shopping
Minat|Perawatan Kulit

Overclaim Kosmetik di Live Shopping: Masalahnya Serius, Bukan Sekadar Hype

Overclaim kosmetik live shopping adalah praktik promosi yang memberikan klaim berlebihan, tidak teruji, atau menyesatkan tentang manfaat dan keamanan produk kecantikan, terutama melalui siaran langsung di media sosial dan marketplace, sehingga mendorong konsumen membeli berdasarkan janji dramatis, hasil instan, atau klaim kesehatan yang tidak didukung bukti ilmiah maupun regulasi resmi yang berlaku. Fenomena ini bukan gangguan kecil; ia menunjukkan bagaimana ruang digital bisa berubah menjadi ladang jebakan bagi konsumen yang haus solusi cepat untuk kulit dan kesehatan. Ketika kosmetik dipasarkan seolah bisa menyembuhkan segala masalah kulit dalam hitungan hari, bahkan menyentuh ranah klaim medis, risiko yang diambil bukan sekadar kecewa, tetapi bisa berujung pada kerusakan kulit, gangguan kesehatan, dan kerugian finansial. Karena itu, overclaim bukan soal gaya bicara pemasaran, melainkan persoalan perlindungan konsumen yang harus dihadapi dengan sikap kritis.

BPOM Bongkar 1,3 Juta Overclaim Kosmetik di Live Shopping

1,3 Juta Tautan Bermasalah: Alarm Keras bagi Konsumen Live Shopping

Ketika badan pengawas menemukan 1,3 juta tautan penjualan bermasalah hanya dalam periode 2024–2025, jelas ada sesuatu yang salah di ekosistem live shopping. Temuan ini didominasi klaim berlebihan pada produk kosmetik dan kesehatan yang dipromosikan lewat siaran langsung, menjadikan fitur live streaming sebagai jalur utama penyebaran janji yang tidak teruji. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut banyak promosi di media sosial dan marketplace menawarkan klaim menyesatkan, mulai dari manfaat yang dilebihkan hingga unsur penipuan terbuka. "Kalau satu tautan dibaca seribu saja, berarti sudah miliaran orang yang tertipu," ujarnya, menggambarkan skala potensi korban di ruang digital. Angka ini bukan statistik dingin, melainkan cermin betapa mudahnya konsumen percaya pada kata-kata manis dibanding bertanya: apakah klaim ini punya bukti dan izin resmi?

Mengapa Klaim Fantastis Berbahaya: Janji Instan, Risiko Panjang

Klaim kesehatan dan kecantikan yang terdengar terlalu fantastis hampir selalu datang dengan harga tersembunyi: risiko pada tubuh dan dompet. Ketika penjual di live shopping mengatakan satu krim bisa memutihkan, menghilangkan jerawat, noda, kerutan, sekaligus mengatasi masalah kesehatan lain dalam waktu sangat singkat, itu seharusnya langsung memicu alarm dalam benak konsumen. BPOM mengingatkan bahwa di antara 1,3 juta tautan bermasalah, bukan hanya overclaim yang ditemukan, tetapi juga penipuan terang-terangan terhadap publik digital. Janji instan membuat konsumen lengah, tidak sempat membaca izin edar, komposisi, atau mencari ulasan objektif. Akhirnya, produk yang dibeli tidak sesuai klaim, bahkan berpotensi berbahaya. Sikap BPOM memperketat pengawasan adalah sinyal bahwa masalah ini cukup serius untuk diawasi 24 jam, jadi konsumen pun perlu menaikkan standar kewaspadaan mereka.

BPOM Mengawasi 24 Jam, Tapi Konsumen Tetap Harus Kritis

BPOM tidak tinggal diam. Pengawasan kini menyasar bukan hanya produk yang beredar fisik, tapi juga aktivitas penjualan digital yang hampir tak pernah berhenti melalui fitur live streaming. Lembaga ini memperketat pengawasan promosi kosmetik di media sosial dan platform e-commerce, bahkan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk men-take down tautan bermasalah dan memproses pelaku yang melanggar. Taruna Ikrar menegaskan pengawasan dilakukan 24 jam melalui Direktorat Cyber, Intelligence, dan Pendidikan—sebuah peringatan BPOM kosmetik yang jelas: semua promo di ruang digital diawasi. Namun, seketat apa pun pengawasan, konsumen tetap memegang kunci terakhir. Tanpa sikap kritis, tautan yang berbahaya tetap bisa menggoda, karena algoritma akan terus menampilkan konten yang menarik perhatian, bukan konten yang paling aman.

Peran Konsumen: Cara Menghindari Overclaim dan Melaporkannya ke BPOM

Di tengah banjir promosi, konsumen seharusnya mengambil posisi sebagai penjaga pertama kesehatan diri. Prinsipnya sederhana: semakin spektakuler klaim kosmetik di live shopping, semakin besar kewajiban Anda untuk meragukannya. Waspadalah terhadap janji hasil instan, klaim menyembuhkan atau mengatasi penyakit, atau bahasa promosi yang menyerang rasa takut (misalnya menakut-nakuti soal penuaan) tanpa penjelasan ilmiah yang masuk akal. Pengawasan, menurut Taruna, bukan hanya tugas BPOM, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan produk yang diduga melanggar aturan. Jika Anda menemukan klaim berlebihan, meragukan, atau mencurigai produk kosmetik ilegal BPOM, dokumentasikan siaran, simpan tautan, dan laporkan ke kanal resmi BPOM. Dengan begitu, Anda bukan hanya melindungi diri, tetapi juga membantu memutus rantai penyesatan yang bisa menjangkau miliaran orang di ruang digital.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!