Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelatihan Keamanan Pangan UMKM: Dari SPPIRT ke Uji Laboratorium

Pelatihan Keamanan Pangan UMKM: Dari SPPIRT ke Uji Laboratorium
Minat|Memilih Bahan Makanan

Keamanan Pangan UMKM: Bukan Tambahan, Melainkan Fondasi Bisnis

Keamanan pangan UMKM adalah serangkaian praktik, regulasi, dan sertifikasi yang memastikan produk makanan yang dihasilkan usaha kecil aman dikonsumsi, memenuhi standar kesehatan, bebas dari bahan berbahaya, serta memiliki legalitas resmi sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Di Kabupaten Tegal, isu ini naik kelas dari sekadar imbauan menjadi agenda terstruktur. Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menggelar Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan Batch II selama dua hari di Slawi, diikuti 50 pelaku UMKM dari berbagai wilayah kabupaten tersebut. Keputusan menghadirkan pelatihan keamanan pangan bagi para produsen makanan ringan dan makanan kering bukan sekadar program rutinitas, melainkan sinyal bahwa standar UMKM kuliner berkualitas harus dinaikkan melalui sertifikasi SPPIRT UMKM dan uji mutu produk makanan yang terukur. Dengan kata lain, tanpa keamanan pangan, narasi UMKM naik kelas hanya berhenti di slogan.

SPPIRT: Gerbang Legalitas yang Wajib Dilewati UMKM Kuliner

Inti dari pelatihan keamanan pangan ini adalah dorongan kuat agar pelaku UMKM segera mengantongi sertifikasi SPPIRT UMKM sebagai dasar legalitas produk mereka. Plt Kepala Bidang P2P, Amin Yunianto, menegaskan bahwa target utama pembekalan adalah mendorong para pembuat produk makanan untuk mengurus izin Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, termasuk melalui proses pendataan dan pengujian laboratorium sampel makanan. Pernyataan ini penting karena memutus kebiasaan lama: menjual produk rumahan tanpa izin dengan alasan skala usaha yang masih kecil. "Kami memfasilitasi pelaku UMKM agar makin paham soal keamanan pangan, pangan sehat, dan legalitas usaha," kata Amin. Ketika SPPIRT menjadi norma, bukan pengecualian, pelaku UMKM kuliner berkualitas akan punya posisi tawar lebih besar di hadapan konsumen maupun mitra distribusi.

Uji Laboratorium: Benteng Konsumen dan Alat Ukur Mutu Produk

Pelatihan ini mengambil sikap jelas: uji mutu produk makanan tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, tetapi investasi kepercayaan. Amin menambahkan bahwa pengujian produk pangan secara resmi sangat penting demi menjamin makanan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi dan terbebas dari zat atau bahan kimia berbahaya. Uji laboratorium disebut sebagai benteng utama melindungi kesehatan konsumen, sekaligus cara pemerintah daerah memastikan produk yang dipasarkan bebas dari bahan kimia sintetis maupun zat berbahaya. Perspektif ini menempatkan laboratorium sebagai mitra bisnis UMKM, bukan sekadar alat pengawasan. Tanpa verifikasi ilmiah, klaim "sehat" di kemasan UMKM kuliner berkualitas kehilangan makna. Uji laboratorium memaksa pelaku usaha menata ulang resep, proses produksi, hingga sanitasi, sehingga sertifikasi SPPIRT UMKM berdiri di atas data, bukan pengakuan sepihak.

Sinergi Lintas Lembaga: Mengikat Sertifikasi dengan Edukasi

Bimtek keamanan pangan di Kabupaten Tegal tidak berjalan sendiri. Dinas Kesehatan melibatkan Loka POM dan lembaga penyelenggara sertifikasi halal dalam pelatihan intensif tersebut. Selama kegiatan, peserta dibekali materi regulasi terbaru keamanan pangan, standar kesehatan produk, pengolahan pangan sehat, dan edukasi bahan berbahaya yang wajib dihindari. Pendekatan ini menarik: sertifikasi halal yang sudah dimiliki banyak peserta disandingkan dengan pelatihan penjamah pangan dan pemenuhan komitmen sertifikasi P-IRT. Hasilnya, izin dan sertifikasi tidak berdiri sendiri sebagai syarat administratif, tetapi terhubung dengan pengetahuan praktis di lantai produksi. Sinergi lintas lembaga ini mengirim pesan tegas bahwa izin BPOM halal dan legalitas lain akan makin bermakna jika diikuti oleh perubahan perilaku produksi, bukan sekadar penempelan logo di kemasan.

Dari Pelatihan ke Standar Industri: Langkah Berulang, Dampak Jangka Panjang

Pelatihan keamanan pangan ini bukan gerakan sekali lewat. Bimtek serupa telah digelar sebanyak empat kali, dengan gelombang pertama melibatkan 48 pelaku UMKM dan gelombang kedua 50 pelaku UMKM. Mayoritas peserta adalah produsen makanan ringan dan makanan kering, segmen yang produknya paling mudah beredar luas tanpa kontrol ketat. Pola pelatihan berulang ini penting untuk membentuk standar industri lokal: semakin banyak UMKM memahami regulasi, uji mutu produk makanan, dan konsekuensi hukum, semakin tipis ruang toleransi terhadap produk yang tidak aman. Ke depan, bila sertifikasi SPPIRT UMKM, uji laboratorium, dan sertifikasi halal menjadi prasyarat tak tertawar untuk masuk ke pasar ritel maupun digital, maka pelatihan semacam ini akan terbaca sebagai investasi jangka panjang, bukan proyek sporadis. Kesimpulannya, UMKM kuliner berkualitas lahir dari kombinasi pengetahuan, disiplin uji mutu, dan keberanian mengadopsi standar yang lebih tinggi, bukan dari sekadar kreativitas rasa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!