Gambaran umum: dua HP 5G 5 jutaan dengan karakter berbeda
Tecno Pova 8 5G dan POCO X8 Pro adalah HP 5G 5 jutaan yang menawarkan dua pendekatan berbeda: Pova 8 5G menonjol dengan baterai 8000 mAh untuk daya tahan ekstrem, sementara POCO X8 Pro fokus pada performa lebih kencang dan layar AMOLED berkualitas tinggi untuk pengalaman gaming dan multimedia yang lebih halus dan berwarna.
Dengan selisih harga hanya Rp 200.000, memilih antara Tecno Pova 8 5G dan POCO X8 Pro bukan soal mana yang “lebih bagus”, melainkan mana yang lebih cocok dengan prioritas kamu sebagai pengguna. Tecno Pova 8 5G dibanderol Rp 5.599.000 untuk varian 8 GB/256 GB, sedangkan POCO X8 Pro dihargai Rp 5.799.000 dengan kapasitas memori yang sama. Keduanya termasuk dalam perbandingan smartphone budget yang sudah menghadirkan konektivitas 5G di kelas menengah, sehingga ideal buat pengguna yang ingin perangkat tahan lama tanpa harus naik ke kelas flagship.

Desain, bodi, dan ketahanan: bongsor gaming vs ramping tahan banting
Dari sisi desain, Tecno Pova 8 5G tampil gagah dengan nuansa khas perangkat gim dan lampu hias di bagian belakang, berukuran 165,7×78,5×8,8 mm dengan berat 225 gram. Ini jelas terasa lebih bongsor dan berat, tapi cocok buat kamu yang suka tampilan agresif dan grip tebal saat main game. Pova 8 5G juga sudah mengantongi ketahanan cipratan air dan debu standar IP64 serta standar militer MIL‑STD‑810H, sehingga terasa aman untuk penggunaan sehari-hari yang cukup ekstrem.
POCO X8 Pro mengambil pendekatan berbeda: bodinya lebih ramping dan ringan, hanya 201 gram, sehingga lebih nyaman digenggam dan tidak cepat melelahkan ketika digunakan dalam waktu lama. Ketahanannya bahkan melampaui Pova 8 5G dengan sertifikasi IP66, IP68, hingga IP69K, yang berarti perlindungan lebih tinggi terhadap debu dan air. "POCO X8 Pro menggabungkan bodi lebih ringan 201 gram dengan sertifikasi IP66, IP68, dan IP69K untuk ketahanan tingkat tinggi." Jika kamu sering berkegiatan outdoor atau rawan terkena air, keunggulan ini cukup menentukan.
| Spesifikasi | Tecno Pova 8 5G | POCO X8 Pro |
|---|---|---|
| Harga (8/256 GB) | Rp 5.599.000 | Rp 5.799.000 |
| Dimensi & berat | 165,7×78,5×8,8 mm, 225 g | Lebih ramping, 201 g |
| Layar | 6,76" IPS LCD, FHD+, 144 Hz | 6,59" AMOLED, 120 Hz, 3.500 nit, Dolby Vision, HDR10+, Gorilla Glass 7i |
| Chipset | MediaTek Dimensity 7100 (6nm) Octa-Core 2,4 GHz | MediaTek Dimensity 8400 Ultra (4nm) Octa-Core 3,25 GHz (diacu dari X7 Pro sebagai basis performa) |
| Baterai & charging | 8000 mAh, 45W Super Charge | 6000 mAh, 90W HyperCharge (acuan X7 Pro) |
| Kamera utama | 50 MP + depth | 50 MP + ultrawide 8 MP (acuan X7 Pro) |
| Kamera depan | 13 MP | 20 MP (acuan X7 Pro) |
| Ketahanan air/debu | IP64 + MIL‑STD‑810H | IP66, IP68, IP69K (acuan IP68 di saudara dekatnya) |
| Audio | Stereo speaker, Dolby Atmos | Stereo speaker, Dolby Atmos |
| Konektivitas | Dual SIM 5G, NFC, WiFi, Bluetooth, IR, USB-C | Dual SIM 5G, NFC, WiFi, Bluetooth, IR, USB-C |

Layar dan pengalaman multimedia: 144 Hz IPS vs AMOLED 120 Hz
Tecno Pova 8 5G mengusung layar IPS LCD 6,76 inci dengan resolusi Full HD+, tingkat kecerahan HBM 950 nit, dan refresh rate 144 Hz. Secara angka, 144 Hz memberi keunggulan dalam kelancaran animasi, terutama untuk game kompetitif yang memanfaatkan frame rate tinggi. Namun, panel IPS tetap kalah dalam hal kedalaman warna dan kontras dibanding AMOLED, sehingga tampilan warna terasa lebih datar dan hitam kurang pekat, terutama saat menonton film atau konten HDR.
POCO X8 Pro memakai panel AMOLED 6,59 inci 120 Hz dengan kontras pekat, warna yang hidup, kecerahan puncak hingga 3.500 nit, serta dukungan Dolby Vision dan HDR10+. Layar ini juga dilindungi kaca Gorilla Glass 7i yang lebih tangguh. "Layar AMOLED POCO dengan puncak 3.500 nit dan dukungan Dolby Vision serta HDR10+ membuatnya sangat cocok untuk konsumsi konten multimedia." Untuk kamu yang prioritasnya menonton film, media sosial, dan menikmati kualitas visual tinggi, panel AMOLED POCO X8 Pro jelas lebih menarik meski refresh rate sedikit lebih rendah di 120 Hz.

Performa, gaming, dan baterai: maraton daya tahan vs sprint performa
Di dapur pacu, Tecno Pova 8 5G menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7100 (6nm) Octa-Core 2,4 GHz. Chip ini cukup untuk gaming menengah dan penggunaan harian, apalagi dibantu 3D Cooling System dengan Graphite Heat Dissipation Film seluas 15.000 mm² untuk menjaga suhu tetap stabil. Namun, fokus utama Pova 8 5G ada di baterai. Berbekal baterai 8000 mAh, Tecno mengklaim ponsel ini mampu digunakan hingga 14,56 jam untuk game FPS, 17,35 jam untuk game MOBA, 29,05 jam untuk memutar video, dan 30,5 jam untuk navigasi peta. Pengisian 45W Super Charge mengisi dari 1% ke 50% dalam 35 menit, cukup cepat untuk kapasitas sebesar ini.
POCO X8 Pro, mengacu pada saudara dekatnya yang memakai chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultra (4nm) Octa-Core 3,25 GHz, menawarkan performa lebih bertenaga untuk gaming dan multitasking berat. Hal ini didukung sistem pendingin LiquidCool Technology 4.0 dengan pompa loop ultra-besar seluas 5.000 mm². Baterai 6000 mAh di keluarga X-series diklaim mampu bertahan sekitar 8 jam untuk PUBG Mobile dan hingga 20 jam untuk video, sementara 90W HyperCharge dapat mengisi dari 1% ke 100% hanya dalam 42 menit. Jadi, POCO X8 Pro jelas lebih cocok untuk gamer yang mengejar frame rate stabil dan performa tinggi, sementara Pova 8 5G menang telak sebagai ponsel maraton dengan baterai jumbo 8000 mAh.
Kamera, fitur harian, dan siapa yang harus membeli
Baik Tecno Pova 8 5G maupun lini POCO X-series membawa kamera utama 50 MP yang secara umum mampu menghasilkan foto berkualitas baik. Pova 8 5G hanya ditemani kamera depth, sehingga kurang fleksibel untuk foto lanskap lebar. Di sisi lain, keluarga POCO X mengandalkan tambahan kamera ultrawide 8 MP yang memberi keleluasaan lebih besar untuk memotret pemandangan atau foto grup. Di depan, Pova 8 5G punya kamera 13 MP, sementara seri POCO X mengusung 20 MP untuk selfie yang lebih detail.






