Dua MateBook Baru: Ringkasan dan Mengapa Penting
Huawei MateBook Fold PC dan MateBook Pro S adalah dua laptop flagship baru yang dirancang untuk menekan batas desain laptop lipat dan laptop ultra-tipis, menonjolkan layar sentuh penuh, bobot sangat ringan, serta klaim efisiensi daya tinggi sebagai upaya mengubah ekspektasi pengguna profesional terhadap portabilitas dan cara mereka bekerja sehari-hari.
Keduanya akan diperkenalkan pada 5 Agustus, menandai langkah agresif Huawei dalam kategori laptop lipat 2026 dan ultrabook premium. Ini bukan sekadar pembaruan rutin, tetapi upaya terencana untuk menggeser narasi bahwa mobilitas maksimal identik dengan kompromi pada layar, baterai, atau performa. Dengan meluncurkan Huawei MateBook Fold PC 2026 dan MateBook Pro S pada tanggal yang sama, perusahaan mengirim pesan jelas: masa depan komputasi mobile akan dibagi antara form factor lipat yang fleksibel dan laptop ultra-tipis yang sangat ringan. Pertanyaannya, bukan lagi apakah konsep ini akan diadopsi, tetapi seberapa cepat profesional mau mengubah kebiasaan kerja mereka mengikuti desain baru ini.

Huawei MateBook Fold PC: Layar Sentuh Penuh dan Paradoks Keyboard
Huawei MateBook Fold PC 2026 dikonfirmasi sebagai laptop dengan layar sentuh penuh terbaru yang akan dikenalkan pada 5 Agustus. Di generasi pertamanya, perangkat ini diperkenalkan sebagai laptop lipat berukuran 18 inci pertama di dunia tanpa keyboard terpasang dan hanya menghadirkan layar sentuh di seluruh permukaan. Dilipat, ukurannya menyusut menjadi sekitar 13 inci dan tampil seperti notebook saat digenggam. Inilah definisi baru “laptop lipat 2026”: bukan sekadar layar yang bisa dilipat, tetapi perangkat yang memaksa kita memikirkan ulang hubungan antara layar, input, dan ergonomi.
Panel OLED dua lapis dengan kecerahan hingga 1600 nits menunjukkan bahwa Huawei tidak berhemat di sisi tampilan. Dengan chipset Kirin X90, pilihan penyimpanan 1 TB hingga 2 TB, dan RAM 32 GB pada generasi pertama, jelas ambisinya adalah kelas profesional, bukan sekadar perangkat gaya hidup. Kutipan yang layak dicatat di sini: “Laptop tersebut ketika terlipat menjadi berukuran 13 inci dan tampak seperti notebook saat digenggam”. Itu bukan sekadar detail fisik, tetapi argumen desain: satu perangkat ingin menempati dua dunia, tablet besar dan laptop ringkas, tanpa kompromi signifikan pada spesifikasi.
MateBook Pro S: Menyerang Batas Portabilitas MacBook Air
Jika MateBook Fold PC adalah eksperimen bentuk, MateBook Pro S adalah serangan langsung ke standar ultrabook yang selama ini dipersonifikasi MacBook Air. Laptop ini digembar-gemborkan karena bobotnya yang hanya 798 gram, jauh lebih ringan dibandingkan MacBook Air M5 13,6 inci dengan bobot 1.230 gram. Dalam angka kasar, ini sekitar 35 persen lebih ringan. Huawei juga mengklaim ketebalan MateBook Pro S hanya 11,2 mm, sedikit lebih tipis dari MacBook Air M5 yang 11,3 mm.
Klaim kunci lainnya adalah soal baterai. Dengan baterai baru beranoda high-silicon 10 persen, Huawei menyebut kepadatan energi naik 15 persen dan bobot turun 10 persen dibanding baterai konvensional pada kapasitas sama. Perusahaan mengklaim MateBook Pro S mampu memutar video hingga 18 jam, sementara pada skenario serupa MacBook Air M5 dikatakan hanya bertahan sekitar 12 jam. Di sinilah MateBook Pro S ringan tidak lagi sekadar soal angka di neraca, tetapi argumentasi lengkap: laptop ultra-tipis yang lebih tipis, lebih ringan, dan di atas kertas lebih awet untuk konsumsi multimedia.
| Spec | MateBook Pro S | MacBook Air M5 |
|---|---|---|
| Bobot | 798 gram | 1.230 gram |
| Ketebalan | 11,2 mm | 11,3 mm |
Menguji Klaim: Sejauh Mana Standar Baru Ini Realistis?
Secara strategi, Huawei tampak menyiapkan dua jawaban berbeda untuk kebutuhan portabilitas. Di satu sisi, Huawei MateBook Fold PC mewakili keinginan mengganti multi-device dengan satu layar lipat besar; di sisi lain, MateBook Pro S ringan menyasar pengguna yang tidak mau berkompromi dengan bentuk clamshell klasik. Tetapi klaim desain ambisius selalu datang bersama risiko: daya tahan engsel untuk laptop lipat, kenyamanan mengetik di layar sentuh penuh tanpa keyboard fisik, serta apakah keunggulan bobot dan ketebalan 0,1 mm benar-benar terasa dalam penggunaan harian.
Perlu dicatat, peningkatan yang dibawa ke generasi berikutnya MateBook Fold PC 2026 masih belum diungkap sepenuhnya dan beberapa detail baru disebut akan terungkap beberapa hari mendatang. Demikian pula, Huawei belum mengumumkan kapasitas baterai dalam satuan Wh maupun spesifikasi lengkap SoC Kirin XE90 di MateBook Pro S. Artinya, sebelum mengangkatnya sebagai standar baru produktivitas mobile, kita harus menunggu gambaran lengkap: bagaimana performa, pendinginan, dan kestabilan perangkat ketika dipaksa bekerja berat, bukan hanya memutar video selama 18 jam.
Kesimpulan: Lipat, Ultra-Tipis, dan Taruhan Besar di Segmen Profesional
Peluncuran bersamaan Huawei MateBook Fold PC 2026 dan MateBook Pro S pada 5 Agustus adalah pernyataan ambisius bahwa masa depan laptop tidak tunggal, melainkan plural: ada jalur laptop lipat 2026 dengan layar sentuh penuh, dan ada jalur laptop ultra-tipis yang memeras setiap gram dan milimeter. Bagi profesional, ini membuka dua gaya kerja yang sangat berbeda: satu mengandalkan kanvas besar yang bisa dilipat, satu lagi mengandalkan kelincahan bobot di bawah 800 gram.
Secara opini, langkah ini layak dibaca sebagai tekanan kompetitif yang sehat. Selama bertahun-tahun, standar portabilitas seolah dimonopoli satu merek dan satu tipe produk. Kini, Huawei mengajukan alternatif konkret: laptop lipat tanpa keyboard fisik yang berani melampaui kebiasaan, dan ultrabook yang menantang MacBook Air M5 dengan angka yang jelas di bobot dan ketebalan. Apakah kedua perangkat ini akan mengubah standar produktivitas profesional modern bergantung pada dua hal: eksekusi teknis saat rilis final, dan kesiapan pengguna meninggalkan kenyamanan lama demi format kerja yang lebih eksperimental dan lebih ringan secara fisik.








