Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tur BTS ARIRANG Melampaui Rekor Pendapatan Konser Dunia

Tur BTS ARIRANG Melampaui Rekor Pendapatan Konser Dunia
Minat|Penyanyi/Band Pop

Definisi Singkat: Apa Itu Rekor Tur BTS ARIRANG?

Tur BTS ARIRANG adalah rangkaian konser dunia berskala stadion dari grup pop dunia BTS yang, berdasarkan data Boxscore terbaru, telah mencatat penjualan tiket kumulatif lebih dari Rp8,3 triliun dan hampir Rp9 triliun, menjadikannya tur konser terbesar sekaligus rekor pendapatan konser tertinggi yang pernah dicapai oleh sebuah grup pop dalam sejarah tur global.

Inti kabar pentingnya sederhana: tur BTS ARIRANG bukan sekadar sukses, melainkan titik balik. Penjualan tiket yang tembus Rp8,3–9 triliun menempatkan BTS sebagai grup pop pertama yang masuk “klub” tur bernilai lebih dari Rp8,3 triliun menurut catatan Boxscore. Pencapaian ini datang di saat banyak pihak meragukan apakah sebuah grup pop bisa menyaingi dominasi tur band rock dalam rekor pendapatan konser. Fakta bahwa BTS melampaui tur bertajuk Cowboy Carter milik Beyoncé dalam daftar pendapatan tur terbaru menunjukkan pergeseran nyata dalam peta kekuatan tur konser terbesar dunia.

Tur BTS ARIRANG Melampaui Rekor Pendapatan Konser Dunia

Melampaui Beyoncé: Cara BTS Menguasai Puncak Pendapatan Tur

Dalam periode antara November dan Agustus, tur BTS ARIRANG mengumpulkan penonton lebih dari dua juta orang dari puluhan konser di berbagai kota besar dunia. Kota seperti Las Vegas mencatat penjualan tiket tertinggi, dengan empat malam konser di stadion besar yang menyedot ratusan ribu penggemar. Data itu memperlihatkan bahwa format stadium tour dengan harga tiket premium dan kapasitas masif adalah mesin utama lahirnya rekor pendapatan konser.

Menurut laporan industri pertunjukan Amerika, pendapatan kumulatif ARIRANG saat ini telah melampaui tur Cowboy Carter Beyoncé yang sebelumnya memimpin daftar pendapatan tur dunia. Perbandingan ini penting: Beyoncé selama ini dijadikan standar emas tur konser terbesar, sementara BTS datang dari basis K-pop yang dulu dianggap ceruk. “Hal ini menempatkan mereka di wilayah yang belum pernah dicapai sebelumnya sebagai grup pop,” tulis sebuah laporan yang menegaskan bahwa enam grup lain yang menembus ambang pendapatan serupa semuanya merupakan band rock. Dengan kata lain, BTS tidak hanya mengejar, tetapi mengambil alih posisi yang selama ini dimonopoli nama-nama lama dari ranah rock.

Rp9 Triliun dan Status Grup Pop Dunia: Mengapa Ini Sejarah

Pendapatan penjualan tiket tur BTS ARIRANG yang hampir menyentuh Rp9 triliun membuat grup ini menjadi grup pop pertama yang melampaui angka Rp8,3 triliun dalam satu rangkaian tur. Dari sudut pandang industri, angka ini bukan sekadar catatan keuangan; ia adalah bukti bahwa tur BTS dikonsumsi layaknya fenomena budaya lintas generasi. Dalam satu bulan saja, yakni Agustus, BTS menggelar 12 konser dan menarik sekitar 800.000 penonton, dengan penjualan tiket mencapai Rp3 triliun.

Catatan tersebut menempatkan BTS kembali di posisi pertama chart Top Tours bulanan untuk kelima kalinya, hanya tertinggal dari Bad Bunny yang sepuluh kali menduduki peringkat nomor satu, serta Beyoncé, Coldplay, dan Elton John yang masing-masing tujuh kali berada di puncak. Pendapatan mereka pada Agustus bahkan menjadi total bulanan tertinggi kedua dalam sejarah Boxscore, hanya di bawah pencapaian Beyoncé pada Agustus 2023. Fakta bahwa seluruh pencapaian ini terjadi kurang dari lima bulan setelah tur dimulai di Korea Selatan pada April menunjukkan kecepatan akumulasi yang luar biasa dan mengukuhkan BTS sebagai grup pop dunia yang tak lagi bisa disandingkan hanya dengan sesama K-pop, melainkan dengan para raksasa tur global lintas genre.

Dari Wajib Militer ke Stadion Penuh: Momentum Baru BTS

ARIRANG adalah tur pertama BTS setelah ketujuh anggota menyelesaikan wajib militer mereka. Banyak yang memperkirakan jeda aktivitas grup akan mengikis antusiasme pasar. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya: kesuksesan simultan di atas panggung dan di tangga lagu menunjukkan bahwa daya tarik BTS tetap kuat meski sempat berhenti sebagai grup. Album studio kelima mereka yang juga berjudul ARIRANG bertahan di Billboard 200 selama 26 minggu berturut-turut, sebuah indikasi bahwa tur ini digerakkan oleh katalog yang masih hidup di benak publik.

Yang lebih menarik adalah komposisi “klub Rp8,3 triliun” dalam catatan Boxscore. Kurang dari 20 tur sepanjang sejarah yang pernah melewati ambang Rp8,3 triliun, dan enam grup yang lebih dulu mencapainya semuanya merupakan band rock. BTS menjadi grup ketujuh yang masuk daftar ini, tetapi satu-satunya yang berasal dari ranah pop global. Kontras ini memperlihatkan pergeseran selera penonton konser skala stadium: basis penggemar yang tumbuh lewat era digital kini memiliki kekuatan mengubah artis pop menjadi penguasa tur konser terbesar, menggantikan pola lama yang didominasi band rock yang lahir dari era fisik.

Menuju Potensi Rp18 Triliun: Apa Artinya Bagi Industri Tur Konser Terbesar?

Pencapaian Rp8,3–9 triliun yang sudah diraih BTS belumlah titik akhir. Billboard memperkirakan bahwa dengan sekitar 40 konser yang masih dijadwalkan, penjualan tiket kumulatif tur dunia BTS ARIRANG berpotensi mendekati Rp17,8 hingga Rp18 triliun. Jadwal ke depan termasuk rangkaian tur Amerika Selatan yang dimulai di Bogotá dengan 14 pertunjukan di lima kota, serta konser di berbagai kota lain yang masih menunggu giliran menyaksikan tur konser terbesar ini secara langsung.

Secara praktis, proyeksi Rp18 triliun menempatkan BTS di ambang wilayah baru yang selama ini bahkan belum disentuh grup pop lain. Analisis Billboard menegaskan bahwa kurang dari 20 tur dalam sejarah yang pernah melampaui Rp8,3 triliun, sehingga menembus Rp17,8 triliun akan berarti menggambar ulang batas atas rekor pendapatan konser. Jika ARIRANG mencapai angka itu, industri tur konser terbesar harus mengakui kenyataan bahwa model tur stadium berorientasi fandom global ala BTS adalah rujukan baru. Konser tidak lagi sekadar acara musik, melainkan mesin ekonomi berskala belasan triliun yang disokong oleh basis penggemar lintas benua dan lintas bahasa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!