Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

ASUS ROG di Gamescom: 720Hz, WiFi 8, dan GPU Edisi Khusus

ASUS ROG di Gamescom: 720Hz, WiFi 8, dan GPU Edisi Khusus
Minat|Penggemar PC

Gamescom ROG: Bukan Sekadar Pameran, Tapi Pernyataan untuk Enthusiast

ASUS ROG di Gamescom 2026 adalah rangkaian peluncuran monitor OLED esports ber-refresh rate ekstrem, router WiFi 8, periferal gaming, serta GPU edisi khusus yang dirancang sebagai ekosistem lengkap bagi gamer dan PC enthusiast yang mengejar performa kompetitif, personalisasi, serta kesiapan untuk workload berat seperti AI dan kreasi konten.

Pesan yang terasa jelas: kalau ingin bermain di level atas, ROG ingin menjadi satu-satunya ekosistem yang kamu butuhkan. Dari layar, konektivitas, input device, audio, sampai kartu grafis, setiap kategori mendapat pembaruan generasi baru. Ini bukan sekadar refresh kosmetik, melainkan dorongan agresif ke area yang selama ini dianggap “cukup” oleh banyak brand: latency jaringan, konsistensi input, dan presisi visual di level pro. Namun, ada catatan pahit: semua ini masih berupa pengumuman global tanpa kejelasan harga maupun tanggal ketersediaan lokal, sehingga untuk saat ini baru menarik di level rencana, bukan belanja nyata.

ASUS ROG di Gamescom: 720Hz, WiFi 8, dan GPU Edisi Khusus

Monitor OLED 720Hz: Senjata Baru Esports, Overkill atau Investasi Serius?

Bintang utama tanpa debat adalah monitor OLED 24,5 inci dengan refresh rate hingga 720Hz, ROG Swift OLED PG259QWS Ace. Di atas kertas, kombinasi panel TrueBlack Glossy Tandem WOLED dan response time 0,02 ms jelas didesain untuk menghapus alasan soal motion blur dan ghosting di level turnamen. Fakta bahwa monitor OLED 720Hz ini dipilih sebagai monitor resmi PGL CS2 Major mempertegas ambisinya sebagai standar baru esports, bukan gimmick marketing.

Yang menarik, ASUS tidak berhenti di satu model. Strix OLED XG259QDPG Ace membawa panel RGB QD-OLED 560Hz, sedangkan XG259QDNS Ace hadir dengan 360Hz. Keduanya memakai BlackShield Film dan lapisan anti-glare low-reflection yang diklaim meningkatkan persepsi hitam dan kekokohan panel. Untuk enthusiast yang ingin layar fleksibel, XG27UCMG dan XG27ACNS dengan mode 4K 240Hz hingga HD 920Hz menunjukkan bahwa ASUS paham satu monitor kini harus bisa melayani ranking FPS dan konten 4K sekaligus. Pertanyaannya: apakah PC kamu siap mengisi 720 frame per detik, atau monitor ini akan menunggu GPU generasi berikutnya?

Router WiFi 8: Pondasi Setup Kompetitif, Bukan Pelengkap Belakang PC

Selama ini banyak gamer rela menghabiskan dana besar untuk GPU dan monitor, tapi masih bertahan dengan router pasaran. ROG Rapture GT-BN98 berteknologi WiFi 8 dengan dua port 10G dan empat port 2,5G secara terang-terangan menyerang kebiasaan itu. ASUS menyebut GT-BN98 sebagai router gaming WiFi 8 pertama di dunia, dengan throughput quad-band hingga 25.000 Mbps, AI Game Boost, Adaptive QoE, dan WiFi Insight untuk memantau gangguan sinyal secara real-time. Singkatnya, inilah jawaban untuk mereka yang benci packet loss lebih dari apa pun.

Untuk rumah besar atau kreator yang butuh jangkauan merata, ZenWiFi BN12 hadir sebagai sistem mesh WiFi 8 tri-band hingga 19.000 Mbps dengan cakupan sampai 7.000 kaki persegi. Router WiFi 8 ini jelas melengkapi ekosistem gaming ASUS: monitor ekstrem butuh frame stabil, sedangkan frame stabil tanpa koneksi stabil hanya ilusi. Tetap saja, ini semua masih di wilayah "future-proof" karena belum ada perangkat klien massal yang sepenuhnya memanfaatkan standar WiFi 8, dan lagi-lagi tidak ada kepastian harga lokal membuatnya terasa seperti preview teknologi masa depan ketimbang upgrade tahun ini.

ASUS ROG di Gamescom: 720Hz, WiFi 8, dan GPU Edisi Khusus

Periferal Gaming ASUS: Mouse 56g, Keyboard Esports, dan Kontrol Total

Di ranah input, ROG jelas mengincar gamer kompetitif yang menghitung setiap milidetik. Gladius IV Ace diperkenalkan sebagai mouse gaming esports ergonomis seberat 56 gram dengan sensor ROG AimPoint Pro 65K hingga 65.000 dpi dan dukungan tujuh konfigurasi bobot melalui pemberat modular. Dengan wireless SpeedNova 8K Gen II, ini kelas perangkat untuk pemain yang hidup di server ranked dan scrim, bukan sekadar pub player. Menurut salah satu keterangan resmi, ROG Gladius IV Ace “ditujukan untuk gamer kompetitif dan pemain esports profesional yang butuh presisi tinggi serta latensi minimal”.

Di sisi lain, Spatha X 65K menyasar pemain MMO dengan 12 tombol dapat diprogram, lima opsi bobot, dan soket switch yang mendukung opsi pihak ketiga, sementara Raikiri II Pro hadir sebagai kontroler PC berpolling rate 8K dengan joystick TMR anti-drift dan baterai yang diklaim tahan hingga 79 jam. Untuk keyboard, Strix Morph 96 X Wireless membawa layout 96%, switch ROG NX V2 yang dapat ditukar, gasket mount, peredam suara, dan konektivitas tri-mode termasuk ROG SpeedNova 2,4 GHz. Periferal gaming ASUS kali ini terasa lebih matang: fokus pada ergonomi, opsi kustomisasi nyata, dan fitur yang jelas menyasar panggung turnamen, bukan hanya estetika RGB.

ASUS ROG di Gamescom: 720Hz, WiFi 8, dan GPU Edisi Khusus

GPU Edisi Khusus: Estetika Kolektor Bertemu Relevansi Esports

Bagian paling emosional dari lineup ROG di Gamescom adalah GPU edisi khusus. Untuk penggemar esports, ASUS menyiapkan T1 GeForce RTX 5070 dan RTX 5060 Ti hasil kolaborasi dengan organisasi juara dunia League of Legends, T1. Desainnya memakai silkscreen pemain, karakter, dan logo T1 di backplate serta bagian depan kartu dengan tema hitam-merah-putih. Untuk rig bertema tim, ini bukan sekadar kartu grafis, tetapi memorabilia yang kebetulan sangat kuat untuk bermain.

Di sisi lain, TUF Gaming Radeon RX 9070 XT Onimusha Special Edition hadir sebagai kolaborasi AMD dan CAPCOM bertema Onimusha: Way of the Sword, lengkap dengan elemen dark samurai, detail Oni Gauntlet di penutup dan backplate, serta paket aksesori co-branded. GPU edisi khusus ini jelas menyasar kolektor dan fans franchise, tetapi tetap relevan bagi kreator dan gamer berat: ASUS menyebut perangkat dalam kategori ini cocok untuk gamer dan kreator yang menangani LLM, grafis berbasis AI, deep learning lokal, editing video, dan rendering 3D. Sayangnya, sampai artikel ini ditulis, tidak satu pun dari GPU ini punya informasi harga maupun jadwal ketersediaan lokal, sehingga sulit menilai apakah nilai estetika dan kolaborasinya sepadan dengan biaya sebenarnya.

Siapa yang Harus Peduli, dan Apa Batasannya?

Jajaran produk ROG di Gamescom kali ini jelas bukan untuk semua orang. ASUS sendiri menegaskan bahwa lini baru ini dirancang memberi lebih banyak pilihan bagi gamer untuk membangun perangkat sesuai gaya bermain, ruang, dan kebutuhan performa mereka. Itu berarti: pemain esports, calon pro, streamer kompetitif, kreator konten, hingga pengguna yang ingin menjalankan LLM dan workload AI lokal adalah target utama, bukan gamer kasual yang sesekali login.

Namun ada satu kelemahan besar yang tak bisa diabaikan: pengumuman ini sepenuhnya global dari panggung Gamescom, tanpa informasi harga maupun tanggal ketersediaan resmi untuk pasar lokal. Bahkan, dijelaskan secara eksplisit bahwa harga yang tercantum untuk sebagian monitor adalah harga global dan bukan harga lokal, sementara produk lain mulai dari mouse, keyboard, router, hingga kartu grafis belum memiliki informasi harga sama sekali. Artinya, untuk saat ini semua perangkat ini lebih cocok dijadikan referensi arah upgrade dan inspirasi build ketimbang rencana belanja konkret. Jika kamu tipe enthusiast yang merencanakan rig jangka panjang, catat nama-namanya sekarang, tapi tahan dompet sampai detail resmi muncul.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!