Gambaran Umum: EX2 dan EX5, Dua Wajah Mobil Listrik Terjangkau
Geely EX2 dan EX5 adalah duo mobil listrik kompak dan SUV yang dirancang sebagai opsi mobil listrik terjangkau dengan jangkauan harian memadai, teknologi fast charging, serta fitur kenyamanan dan keselamatan yang menyasar kebutuhan keluarga dan pembeli pertama yang ingin beralih dari mobil berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik murni.
Inti ceritanya sederhana: EX2 adalah tiket masuk paling murah ke dunia mobil listrik Geely, sedangkan EX5 menawarkan paket lebih besar, lebih bertenaga, dan lebih jauh jarak tempuhnya. Geely EX2 harga mulai Rp239,9 juta untuk varian Pro dan Rp269,9 juta untuk varian Max, menjadikannya salah satu mobil listrik terjangkau saat ini. Sementara itu EX5 diposisikan jauh di atas, dengan banderol mulai Rp475 juta hingga Rp515 juta tergantung varian. Pilihan ini sengaja dipisah lebar agar konsumen bisa menyesuaikan dengan kantong dan kebutuhan mobilitas.
Dengan strategi dua model ini, Geely jelas ingin mengisi celah pembeli pemula: mereka yang sebelumnya hanya melirik LCGC atau MPV entry-level kini punya alternatif EV yang harganya tidak lagi terasa di luar jangkauan.
Spesifikasi Inti: Jangkauan, Performa, dan Fast Charging Geely
Jika fokus pada angka, perbedaan Geely EX2 dan Geely EX5 spesifikasi terlihat mencolok. EX2 mengandalkan jarak tempuh hingga 395 km berdasarkan siklus NEDC Combined, cukup untuk kebutuhan komuter harian, antar anak sekolah, dan aktivitas keluarga di dalam kota. Sementara EX5 melesat lebih jauh dengan baterai sekitar 60,2 kWh yang sanggup menempuh hingga 495 km menurut NEDC, sehingga lebih masuk akal untuk perjalanan antarkota tanpa sering berhenti isi daya.
EX5 juga jauh lebih bertenaga: motor listrik 160 kW dengan torsi 320 Nm dan akselerasi 0–100 km/jam mulai dari 6,9 detik menempatkannya di kelas SUV listrik yang gesit, bukan sekadar "mobil hijau" pelan. Di sisi lain, EX2 menonjolkan kepraktisan dengan penggerak roda belakang, radius putar 4,95 meter, bagasi belakang hingga 1.320 liter, plus ruang penyimpanan depan 70 liter.
Keduanya sudah mendukung fast charging Geely: EX2 dapat diisi dari 30% ke 80% sekitar 25 menit, sementara EX5 lebih cepat, sekitar 20 menit dalam kondisi pengisian yang sesuai. Angka-angka ini membuat konsep mobil listrik terjangkau terasa realistis, bukan lagi wacana.
| Spesifikasi Kunci | Geely EX2 | Geely EX5 |
|---|---|---|
| Segmen | Mobil listrik kompak | SUV listrik |
| Kapasitas baterai | Tidak disebutkan | ±60,2 kWh |
| Jarak tempuh NEDC | Hingga 395 km | Hingga 495 km |
| Pengisian cepat | 30–80% ±25 menit | 30–80% ±20 menit |
| Sistem gerak | Roda belakang | Tidak disebutkan |
| Tenaga motor | Tidak disebutkan | 160 kW, torsi 320 Nm |
| Akselerasi 0–100 km/jam | Tidak disebutkan | Mulai 6,9 detik |
Kenyamanan dan Fitur: Dirancang untuk Mobilitas Keluarga
Di luar angka spesifikasi, daya tarik EX2 dan EX5 ada pada karakter sebagai mobil keluarga. Ulasan penggunaan harian menunjukkan Geely EX2 dinilai mampu memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga modern, mulai dari antar jemput sekolah hingga perjalanan akhir pekan. Kabin EX2 disebut lapang untuk ukuran SUV kompak, dengan ruang kepala dan kaki yang lega, jok empuk, serta peredaman kabin yang baik sehingga suara luar lebih minim.
Dari sisi teknologi, EX2 sudah dibekali layar tengah HD 14,6 inci dan panel instrumen LCD 8,8 inci, plus opsi kamera 540 derajat dengan tampilan transparent chassis view di varian tertentu. Fitur-fitur ini membuatnya terasa "naik kelas" dibanding mobil entry-level konvensional. Sementara EX5 bermain di ranah yang lebih premium: layar multimedia HD 15,4 inci, wireless charging, panoramic sunroof, dan kursi dengan fitur kenyamanan pada varian tertentu.
Untuk keselamatan, EX5 menawarkan enam airbag dan paket ADAS Level 2 di beberapa varian, mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, hingga Automatic Emergency Braking. Fitur ini menegaskan bahwa kedua model bukan sekadar alternatif murah, tetapi solusi mobilitas keluarga yang memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan.
Harga dan Nilai: Seberapa Kompetitif untuk Pembeli Pertama?
Dari sisi harga, posisi EX2 dan EX5 sengaja dibuat berlapis. Geely EX2 harga Rp239,9 juta untuk EX2 Pro dan Rp269,9 juta untuk EX2 Max menempatkannya di kisaran Rp200 jutaan, sehingga layak disebut salah satu mobil listrik terjangkau yang serius menggoda pembeli pertama. Di atasnya, EX5 ditawarkan mulai Rp475 juta hingga Rp515 juta, masuk rentang Rp400–500 jutaan.
Perbedaan ini bukan sekadar soal kasta; EX2 diarahkan untuk mobilitas perkotaan dengan fokus kepraktisan dan efisiensi, sedangkan EX5 menawarkan ukuran, performa, fitur, dan jarak tempuh yang lebih tinggi. Dengan lini harga tersebut, Geely mencoba menjangkau beberapa kelompok pengguna tanpa keluar dari narasi nilai yang kuat: lebih banyak teknologi dan jangkauan per rupiah dibanding banyak mobil konvensional di kelas harga mirip.
Dalam konteks ini, pernyataan yang layak dikutip adalah: "Dengan EX2 yang berada di kisaran Rp200 jutaan dan EX5 di kisaran Rp400–500 jutaan, Geely menawarkan pilihan di beberapa segmen harga." Artinya, Geely tidak sekadar menjual EV, tetapi mengisi celah psikologis harga yang selama ini membuat banyak orang ragu masuk ke dunia kendaraan listrik.
Catatan Penting: Keterbatasan Infrastruktur dan Jaringan Layanan
Meski menarik di atas kertas, kedua mobil listrik ini tidak bebas kompromi. Tantangan pertama adalah kebutuhan fasilitas pengisian daya yang memadai. Pemilik perlu memastikan akses listrik di rumah atau titik pengisian yang terjangkau untuk perjalanan jauh. Fast charging Geely sekalipun tidak banyak membantu bila stasiun pengisian umum belum merata di area yang sering Anda lalui.
Selain itu, klaim jarak tempuh hingga 395 km di EX2 dan hingga 495 km di EX5 harus dilihat sebagai angka acuan, bukan jaminan harian. Kondisi jalan, kecepatan, beban penumpang, penggunaan AC, cuaca, dan gaya berkendara bisa menurunkan jarak aktual, sesuatu yang wajib disadari sebelum berpindah penuh ke EV.
Kekhawatiran lain ada pada sisi purna jual. Sebagai merek yang baru kembali memperkuat kehadiran di pasar ini, jaringan layanan dan pengalaman kepemilikan jangka panjang masih wajar dipertanyakan. Geely memang sudah memulai produksi lokal dan mengklaim tengah memperluas jaringan layanan, tetapi calon pembeli bijak kalau menghitung jarak ke bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, dan rencana kepemilikan minimal lima sampai delapan tahun ke depan.






