Renovasi membuat Persija kembali berburu kandang
Homebase Persija adalah stadion yang dapat digunakan klub secara konsisten untuk menjamu lawan, membangun dukungan suporter, dan menjaga kepastian jadwal pertandingan kandang. Kebutuhan itu kembali mendesak setelah SUGBK menjalani renovasi hingga April 2027, membuat Persija harus menjadi tim musafir lagi.
PPKGBK memulai konstruksi penguatan struktur lapangan atau Field of Play pada Jumat, 30 Oktober, dan menyatakan jadwal pertandingan tidak dapat diakomodasi selama proses pengerjaan. Dampaknya langsung terasa: Persija dijadwalkan menjamu Persebaya pada 7 November dan Garudayaksa FC pada 28 November 2026, sehingga klub perlu segera memastikan venue pengganti. Ini bukan gangguan kecil dalam kalender. Bagi tim yang beberapa musim terakhir kerap berpindah lokasi, kehilangan akses ke stadion utama sekali lagi berisiko mengikis kepastian yang dibutuhkan pemain dan suporter.
JIS layak menjadi jawaban, bukan sekadar pelarian
Stadion JIS tampak sebagai pilihan paling strategis untuk mengurangi status musafir Persija. Pada musim Super League 2026/2027, klub menjadikan SUGBK dan JIS sebagai venue kandang utama, tetapi irisan jadwal dengan kegiatan nonolahraga dan kini renovasi SUGBK membuat kepastian penggunaan stadion sama pentingnya dengan kapasitasnya.
Sejumlah pendukung menilai JIS dapat menjadi alternatif yang menguntungkan dan basis pertandingan yang lebih stabil. Mereka juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas rumput, sembari menganggap fasilitas dan atmosfer dukungan suporter sebagai modal penting. Penilaian itu masuk akal: berpindah-pindah kandang menyulitkan Jakmania merencanakan kehadiran dan membuat identitas laga kandang terasa kurang menetap. Namun, JIS belum diumumkan sebagai pengganti permanen SUGBK. Persija membutuhkan kesepakatan dan jadwal yang jelas, bukan sekadar harapan bahwa stadion akan tersedia saat pertandingan tiba.

Lima belas konser membuat kepastian makin penting
Peluang Persija memakai JIS berhadapan dengan minat besar dari penyelenggara acara. Sebanyak 15 konser besar disebut telah mengajukan permohonan untuk digelar di stadion tersebut, memicu perdebatan tentang prioritas dan ketersediaan JIS. Angka itu belum berarti semua acara akan berlangsung atau Persija akan kehilangan akses. Namun, bagi klub yang membutuhkan kandang rutin, banyaknya permohonan cukup untuk menegaskan bahwa jadwal stadion perlu dikelola secara terbuka dan terencana.
Tarik-menarik antara sepak bola dan konser bukan perkara memilih salah satu secara mutlak. Acara nonsepak bola dapat memberi manfaat bagi pengelola, tetapi kalender yang padat berpotensi berbenturan dengan pertandingan dan pemeliharaan lapangan. Di SUGBK, konser BTS tetap dijadwalkan pada 26, 27, dan 29 Desember 2026, sedangkan Westlife direncanakan tampil pada Januari 2027; rumput akan dilindungi dengan penutup saat acara berlangsung. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa jadwal acara dan kebutuhan sepak bola harus diselaraskan sejak awal, bukan setelah konflik muncul.
Suporter menunggu keputusan, bukan spekulasi
Keresahan Jakmania berakar pada persoalan lama: Persija kerap berpindah venue dan belum memiliki kepastian kandang yang konsisten. Karena itu, perdebatan soal homebase Persija bukan hanya soal nama stadion, melainkan soal akses suporter, kesiapan lapangan, dan kepastian pertandingan. Hingga kini belum ada keputusan resmi bahwa Persija kehilangan akses ke JIS atau bahwa renovasi SUGBK mengubah kandang klub secara permanen.
Pengelola SUGBK menyatakan akan menyesuaikan jadwal Persija setelah rumput siap pada April 2027 dengan agenda yang telah diterima. Sampai saat itu, pilihan paling masuk akal adalah memastikan JIS benar-benar tersedia untuk laga-laga Persija, sembari membenahi aspek lapangan dan mengatur agenda konser tanpa mengorbankan kompetisi. Tanpa kepastian tersebut, klub berisiko kembali menyusun musim dari satu stadion sementara ke stadion berikutnya. Kesimpulannya, JIS punya peluang kuat menjadi kandang Persija yang strategis, tetapi peluang itu harus diwujudkan melalui jadwal resmi dan komitmen pengelolaan yang konsisten.






