Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Krisis RAM Mengancam Harga dan Margin Mac

Krisis RAM Mengancam Harga dan Margin Mac
Minat|Merakit PC DIY

Peringatan Apple menandai tekanan yang belum pernah terjadi

Krisis RAM adalah ketidakseimbangan pasokan dan permintaan chip memori yang mendorong biaya komponen naik dan berisiko menaikkan harga perangkat elektronik. Dalam panggilan konferensi setelah hasil fiskal kuartal ketiga Apple diumumkan, CEO John Ternus mengatakan kenaikan biaya RAM berlangsung pada laju yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan pada awal November 2026 dan menjadi sinyal paling tegas Apple bahwa biaya memori semakin membebani bisnisnya. Ternus, yang menggantikan Tim Cook sebagai CEO, memperkirakan tekanan biaya akan bertambah pada kuartal terakhir 2026 dibandingkan sepanjang tahun ini. Ini bukan sekadar kekhawatiran tentang satu komponen: ketika harga RAM naik, produsen harus memilih antara menerima margin lebih tipis atau membebankan sebagian biaya kepada pembeli. Karena Apple sudah mengisyaratkan tekanan itu akan berlanjut, anggapan bahwa harga perangkat akan tetap stabil tampak semakin sulit dipertahankan.

Krisis RAM Mengancam Harga dan Margin Mac

Permintaan AI memperketat pasokan memori

Tekanan pada pasar memori bukan muncul tanpa sebab. Permintaan pusat data untuk infrastruktur kecerdasan buatan menyerap kapasitas produksi DRAM dalam jumlah besar, sementara banyak produsen mengalihkan produksi dari DDR4 ke DDR5 mengikuti perubahan standar industri. Pergeseran itu membantu menjelaskan mengapa harga dapat melonjak tajam dan mengapa koreksi sesaat belum cukup untuk menyatakan krisis RAM berakhir. Data pasar dalam laporan menunjukkan harga modul DDR4 16 Gb bergerak dari Rp54.848 pada Maret 2025 menjadi Rp1.270.074, kenaikan 2.215%; DDR5 16 Gb tercatat naik 600%, dari sekitar Rp90.842 menjadi sekitar Rp637.608. Angka tersebut menggambarkan besarnya gejolak yang dirasakan seluruh rantai perangkat keras, bukan jaminan bahwa setiap komponen atau produk akan naik dengan persentase sama. Bagi Apple, pertanyaan pentingnya bukan hanya kapan pasokan pulih, tetapi berapa lama perusahaan sanggup menanggung biaya yang terus membesar.

Harga Mac menjadi taruhan bagi margin Apple

Apple telah menaikkan harga Mac pada awal 2026, lalu melakukan penyesuaian pada iPad dan iPhone; Ternus mengatakan langkah sebelumnya hanya memberi kompensasi sebagian atas kenaikan biaya komponen. Perusahaan memperingatkan bahwa lonjakan harga RAM akan menggerus sebagian margin, meski kinerja kuartal tersebut melampaui ekspektasi analis berkat penjualan iPhone, Mac mini, dan pertumbuhan di China. Dampaknya terlihat mencolok pada Mac Studio: konfigurasi RAM 512 GB dijual lebih dari dua kali lipat harga versi 256 GB. Ini contoh konkret bahwa biaya peningkatan memori bisa membebani konsumen, bahkan sebelum ada kenaikan harga dasar Mac secara menyeluruh. Bila tekanan biaya berlanjut dan margin tak lagi mampu menyerapnya, sebagian beban produksi berisiko dialihkan kepada pembeli. Apple belum memastikan besaran ataupun waktu penyesuaian berikutnya, tetapi Ternus sudah memperingatkan biaya memori dapat meningkat lagi pada kuartal terakhir 2026.

Kesimpulannya, kenaikan harga Mac belum dipastikan, tetapi risiko itu nyata dan tak layak diabaikan. Apple sudah menaikkan harga sejumlah perangkat pada 2026, sementara pernyataan Ternus menunjukkan bahwa biaya memori masih menjadi tekanan besar. Konsumen yang mempertimbangkan Mac sebaiknya memperhitungkan pula biaya upgrade memori, yang dapat membengkak ketika harga RAM naik. Jika Apple kembali menyesuaikan harga pada akhir tahun atau 2027, langkah itu akan menjadi cara untuk menjaga margin, bukan kejutan yang datang tanpa peringatan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!