Desain Rumah Nyaman: Dimulai dari Rasa, Bukan dari Gaya
Desain rumah nyaman adalah pendekatan penataan hunian dan ruang usaha yang menempatkan rasa betah, fungsionalitas, dan kepraktisan di atas dekorasi berlebihan dan tren visual yang cepat berubah, sehingga setiap pilihan elemen—dari tata ruang, dekorasi minimalis dinding, hingga perangkat pendingin—mendukung aktivitas penghuninya secara menyeluruh dan berkelanjutan. Bagi banyak selebriti, rumah dan tempat usaha bukan sekadar latar foto, melainkan ruang kerja, berkarya, dan pemulihan energi. Karena itu, kenyamanan disebut sebagai hal penting yang selalu diperhatikan saat membangun hunian maupun ruang usaha. Pendekatan ini menantang obsesi estetika yang terlalu ramai dan mengajak kita menata ruang berdasarkan kebutuhan hidup sehari-hari: tidur nyenyak, bekerja fokus, menerima tamu tanpa terasa sesak.
Ashanty dan Ivan Gunawan berada di garis depan cara pandang ini. Keduanya sepakat bahwa kenyamanan di dalam ruangan tidak hanya ditentukan oleh tampilan, tetapi juga oleh kualitas perangkat yang digunakan. Mereka memandang rumah dan ruang usaha fungsional sebagai satu kesatuan: harus sedap dipandang, tetapi lebih penting lagi mendukung ritme kerja yang padat, aktivitas keluarga, hingga acara dengan banyak tamu. Di sinilah desain rumah nyaman bertemu pilihan AC berkualitas, tata ruang yang efisien, dan keputusan sadar untuk mengurangi visual noise di dinding. Bukan anti-indah, tetapi menolak "rame tanpa fungsi".

Kenyamanan sebagai “Brief Utama” Saat Membangun Ruang Usaha
Jika banyak orang memulai dari tema warna atau gaya Instagrammable, Ashanty dan Ivan memulai dari pertanyaan: seberapa nyaman ruangan ini dipakai setiap hari? Kenyamanan sejak awal diletakkan sebagai prioritas ketika mereka membangun hunian maupun ruang usaha. Bagi Ivan, ruangan yang nyaman tidak harus dipenuhi banyak benda atau hiasan; ia lebih memilih ruangan yang terlihat sederhana agar tetap nyaman untuk beraktivitas maupun bekerja. Ini adalah kritik halus terhadap obsesi ruang usaha yang hanya mengejar estetika di foto, tetapi melelahkan ketika digunakan.
Ruang usaha fungsional, dalam pandangan mereka, adalah ruang yang mempermudah kerja, bukan menambah pekerjaan. Perangkat pendingin, misalnya, dianggap sebagai bagian dari kebutuhan ruang, bukan sekadar pelengkap tambahan. "Perangkat pendingin itu kan enggak sekadar pelengkap saja, tetapi rasa nyaman, bentuk desain serta kemudahan menggunakan paling penting agar aktivitas di rumah atau di tempat usaha menjadi lebih nyaman". Karena itu, mereka tak tertarik pada solusi yang ribet dirawat atau mudah bermasalah, sebab setiap gangguan teknis berarti waktu dan energi terbuang. Kenyamanan di sini sangat praktis: udara sejuk merata, ruangan tidak pengap, kerja bisa jalan terus tanpa drama.

Dekorasi Minimalis Dinding: Rahasia Ruang Tenang ala Selebriti
Satu sikap yang menyatukan Ashanty dan Ivan adalah penolakan terhadap dinding yang terlalu penuh. Ivan mengaku tidak menyukai terlalu banyak elemen yang menempel di dinding dan lebih memilih ruangan yang terlihat sederhana agar tetap terasa nyaman untuk beraktivitas maupun bekerja. Pandangan serupa datang dari Ashanty yang tidak ingin terlalu banyak perangkat menempel di dinding, terutama pada butik yang digunakan untuk menerima tamu maupun menggelar berbagai kegiatan. Dekorasi minimalis dinding di sini bukan estetika dingin, melainkan strategi: membiarkan mata dan pikiran bernafas.
Dalam desain rumah nyaman, dinding yang lega berarti fokus lebih jelas: pada tamu, pada produk, atau pada percakapan. Ashanty secara eksplisit mengatakan bahwa ia tidak suka kebanyakan benda yang "nempel-nempel di tembok" dan merasa cukup satu, selama "gong dinginnya" terasa. Itu artinya, daripada memasang banyak unit atau perangkat yang memecah tampilan, ia memilih satu solusi yang kuat, terintegrasi, dan sejuk merata. Minimalisme yang mereka terapkan bukan ikut-ikutan tren, tetapi cermin preferensi desain modern yang tidak ramai: sedikit elemen, tapi semuanya bekerja keras mendukung fungsi ruang.
Pilihan AC Berkualitas: Dari Estetika Tenang hingga Layanan Purna Jual
Kenyamanan versi selebriti ternyata sangat teknis ketika menyentuh urusan AC. Pemilihan perangkat pendingin yang sederhana, berkualitas, dan nyaman menjadi fokus utama, karena selain memberi kesejukan, perangkat ini harus menyatu dengan konsep interior agar tidak mengganggu estetika ruangan. Ivan terang-terangan mengaku ia "enggak suka drama, jadi butuh barang yang berkualitas" dan tetap dengan harga yang menurutnya masih oke. Ia mengutamakan produk yang berkualitas agar tidak menimbulkan berbagai persoalan saat digunakan dalam jangka panjang.
Pengalaman jangka panjang membuat mereka lebih tegas soal pilihan AC berkualitas. Ivan mengaku sudah menggunakan AC Gree selama bertahun-tahun dan sejauh ini jarang mengalami kendala; selama memakai, ia tidak pernah menghadapi masalah umum seperti unit tiba-tiba mati atau bocor. Pada sisi komersial, ia bahkan langsung memesan 16 unit sistem pendingin GMV9 Flex untuk butik barunya setelah mengenal lini produk tersebut. Sementara itu, Ashanty memilih sistem pendingin GMV6 untuk butiknya yang luas, tinggi tujuh hingga delapan meter dan didominasi kaca, karena ia ingin solusi pendingin yang simple dan cukup satu sistem untuk memenuhi kebutuhan ruang yang besar.
Kualitas, After-Sales, dan Pelajaran untuk Hunian Pertama Kita
Di balik nama besar sebuah merek, yang lebih menarik dari kisah Ashanty dan Ivan adalah standar yang mereka tuntut. Mereka tidak berhenti pada tampilan produk; kualitas dan layanan purna jual menjadi bagian penting dalam pemilihan perangkat rumah. Pihak produsen pun menegaskan bahwa mereka bukan hanya menjual produk, tetapi juga kenyamanan, kepercayaan, dan solusi untuk kehidupan sehari-hari pelanggan. Selama lebih dari satu dekade perjalanan, perusahaan ini terus mengembangkan produk dan teknologi agar sesuai kebutuhan pendinginan berbagai jenis ruang, dari hunian hingga area komersial yang besar.
Bagi kita yang sedang merancang hunian pertama atau ruang usaha fungsional, pelajarannya jelas. Pertama, jadikan kenyamanan sebagai prioritas, bukan bonus belakangan. Kedua, pilih dekorasi minimalis dinding agar ruang terasa lega dan fokus. Ketiga, perlakukan AC dan perangkat penting lain sebagai investasi jangka panjang: cari pilihan AC berkualitas yang tahan dipakai setiap hari, desainnya menyatu dengan interior, dan didukung layanan setelah pembelian yang nyata. Pada akhirnya, rumah dan tempat usaha paling ideal bukan yang paling heboh difoto, tetapi yang membuat kita betah pulang dan semangat bekerja setiap hari.






