Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jaket Keselamatan dan Budidaya Kerang Hijau untuk Nelayan Pesisir

Jaket Keselamatan dan Budidaya Kerang Hijau untuk Nelayan Pesisir
Minat|Kerajinan Tangan untuk Orang Tua dan Anak

Dua kebutuhan pesisir dalam satu program

Jaket keselamatan nelayan adalah perlengkapan pelindung yang membantu mengurangi risiko saat bekerja di laut, sementara keterampilan budidaya dapat membuka pilihan penghasilan ketika tangkapan melemah. Menggabungkan kedua kebutuhan ini membuat bantuan lebih relevan bagi keluarga pesisir daripada hanya berfokus pada satu persoalan. PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah menyalurkan 10 life jacket serta mengadakan pelatihan kerang hijau bagi Kelompok Nelayan Insan Sejahtera di Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Kegiatan pada Selasa, 20 Oktober 2026 itu diikuti 16 nelayan dan berlangsung di ruang kelas PAUD Al Falah, RT 10 RW 03 Desa Panggung. Bentuk dukungan ini tepat karena keselamatan di laut dan kestabilan pendapatan saling terkait. Perlengkapan membantu menghadapi risiko saat melaut, sedangkan pelatihan memberi bekal untuk mengurangi ketergantungan pada hasil tangkapan harian.

Jaket Keselamatan dan Budidaya Kerang Hijau untuk Nelayan Pesisir

Cuaca buruk membuat penghasilan rentan

Program tersebut berangkat dari masalah yang dirasakan langsung nelayan Jepara: cuaca dan kondisi perairan belakangan kurang mendukung aktivitas melaut. Ketika air laut surut dan perairan mengalami kekeringan, hasil tangkapan ikan dapat turun drastis. Bagi warga yang menggantungkan hidup pada laut, penurunan itu segera terasa pada pendapatan. Dalam situasi seperti ini, jaket keselamatan nelayan bukan aksesori tambahan. Alat tersebut mendukung perlindungan selama pelayaran, meski tentu tidak menghapus bahaya laut atau menggantikan kehati-hatian dan prosedur keselamatan. Sepuluh life jacket yang disalurkan merupakan langkah praktis, tetapi jumlah itu sendiri belum menjawab apakah kebutuhan seluruh kelompok sudah terpenuhi. Nilai program ini ada pada pendekatan gandanya: risiko kerja diperhatikan, sementara kerentanan ekonomi juga ditangani. Agar manfaatnya bertahan, bantuan perlengkapan perlu disertai kebiasaan penggunaan dan pemeliharaan, sedangkan keterampilan baru perlu ditindaklanjuti dengan dukungan yang sesuai kebutuhan nelayan.

Pelatihan memberi pilihan, bukan jaminan

Pelatihan kerang hijau memperkenalkan keterampilan alternatif yang dapat dikembangkan ketika hasil tangkapan ikan tidak optimal. Burhanudin Akbar, penyuluh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertugas di Kabupaten Jepara, menjelaskan nilai ekonomi, kandungan gizi, peluang pasar, serta biaya budidaya kerang hijau (Perna viridis) yang relatif efisien. Materi tidak berhenti pada pengenalan komoditas. Peserta mempelajari syarat lokasi, metode tancap, rakit apung, rawai, dan gantung, pengumpulan benih, waktu pemasangan, masa pembesaran, serta pemeliharaan. Pembekalan juga mencakup pengendalian hama dan penyakit, pengaruh arus dan salinitas, hingga panen dan pascapanen agar mutu dan nilai jual hasil terjaga. Bekal teknis ini menjadikan budidaya pilihan yang patut diuji, bukan jaminan bahwa penghasilan pasti meningkat. Keberhasilannya tetap bergantung pada kondisi perairan, keterampilan praktik, dan akses pasar. Karena itu, pendampingan setelah pelatihan akan menentukan apakah pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Kelanjutan menentukan dampak

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara Muh. Tahsin menyampaikan harapan agar budidaya kerang hijau menjadi alternatif mata pencaharian saat musim melaut kurang mendukung, sementara life jacket membantu meningkatkan keselamatan selama berlayar. Harapan itu merangkum kekuatan program: perlindungan kerja dan pilihan ekonomi dibangun bersama, bukan dipisahkan. Manager K3PL, Humas, dan CSR PT KJG, Luthfianto Ardhi Nugroho, juga menyatakan bahwa perusahaan ingin program CSR berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut penting, sebab penyaluran alat dan pelatihan hanya menjadi awal. Tindak lanjut dapat membantu nelayan menerapkan teknik budidaya, menjaga perlengkapan, dan menilai apakah pilihan baru itu cocok dengan keadaan setempat. Bagi Kelompok Nelayan Insan Sejahtera, kolaborasi KJG dan IZI Jateng menawarkan bekal yang lebih lengkap daripada bantuan tunggal. Dampak jangka panjangnya akan bergantung pada pemakaian life jacket dan pendampingan nyata dalam budidaya. Kesimpulannya, program ini bergerak ke arah yang tepat—dan kesinambungan, bukan seremoni penyaluran, yang akan menentukan manfaatnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!