Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Teknologi Pengisian Daya Nirkabel Saat Berkendara: Taruhan Besar Honda untuk Masa Depan EV

Teknologi Pengisian Daya Nirkabel Saat Berkendara: Taruhan Besar Honda untuk Masa Depan EV
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Apa Itu Pengisian Daya Nirkabel EV Saat Berkendara?

Teknologi pengisian daya nirkabel EV saat berkendara adalah sistem yang menyalurkan listrik dari pemancar yang tertanam di badan jalan menuju penerima di bawah kendaraan, sehingga baterai mobil atau truk listrik dapat terisi ketika kendaraan melaju tanpa perlu berhenti di stasiun charging atau menyambungkan kabel secara fisik. Inilah gagasan radikal yang kini sedang dikejar Honda: menjadikan ruas jalan tertentu sebagai “jalur energi” untuk wireless charging mobil listrik dan truk besar, bukan sekadar infrastruktur pasif. Langkah Honda mengembangkan teknologi charging saat berkendara ini bukan sekadar permainan teknologi; ini adalah upaya menyerang titik lemah utama ekosistem EV: ketergantungan pada SPKLU dan kekhawatiran kehabisan daya. Honda Motor mengumumkan pengembangan pengisian daya listrik nirkabel untuk kendaraan listrik yang bergerak di jalan dan menargetkan penerapannya ke berbagai jenis kendaraan, termasuk truk berukuran besar. Jika berhasil, konsep mengisi baterai sambil melaju bisa menggeser cara kita mendesain kendaraan, mengatur logistik, bahkan memikirkan ulang peta infrastruktur EV masa depan.

DWPT Honda: Dari Ide Fiksi Ilmiah ke Uji Coba Tol

Honda menyebut pendekatan ini sebagai teknologi pengisian nirkabel dinamis (Dynamic Wireless Power Transfer/DWPT), yaitu sistem yang mentransfer listrik lewat medan magnet dari unit pemancar yang ditanam di bawah aspal ke penerima di bagian bawah kendaraan. Truk tidak perlu berhenti atau menyambungkan kabel sama sekali; energi dialirkan dari pengisi daya terintegrasi di bawah tanah langsung ke kendaraan yang bergerak, sehingga jumlah pemberhentian untuk pengisian daya diminimalkan. Secara teknis, konfigurasi DWPT Honda memadukan inverter dan kumparan dalam satu unit dengan distribusi listrik DC—klaim yang disebut sebagai yang pertama dipublikasikan secara terbuka hingga akhir September 2026. Struktur jalan dirancang menahan kendaraan sekitar 20 ton dan akan diuji dengan simulasi sekitar 1 juta beban roda, dengan target daya hingga 150 kW. Itu bukan angka kecil; secara teori cukup untuk menjaga truk listrik tetap beroperasi tanpa perlu baterai raksasa. Demonstrasi di jalan umum direncanakan di tol Jepang mulai tahun fiskal yang dimulai 1 April 2027, setelah pengujian awal di fasilitas T-FIELD/TAMRA dan proyek jalan Tateyama milik NEXCO East di Chiba.

Teknologi Pengisian Daya Nirkabel Saat Berkendara: Taruhan Besar Honda untuk Masa Depan EV

Mengapa Truk Logistik Jadi Target, dan Apa Artinya bagi Pengguna EV?

Honda secara terbuka menyasar sektor logistik dan transportasi sebagai penerapan awal teknologi DWPT. Secara logika, itu langkah tepat: truk listrik butuh baterai besar, waktu isi lama, dan biasanya punya rute tetap. Jika sebagian koridor logistik dilengkapi pengisian daya nirkabel EV, ukuran baterai berpotensi dapat ditekan dan waktu henti operasional berkurang drastis. Pengisian daya saat kendaraan beroperasi membuat energi mengalir mengikuti arus barang, bukan sebaliknya. Dari sudut pandang pengguna EV, manfaat paling terasa adalah berkurangnya ketergantungan pada stasiun pengisian daya konvensional. Arus listrik yang ditransfer nirkabel ke kendaraan yang sedang melaju mengurangi frekuensi penghentian mobil untuk mengisi daya baterai secara signifikan. Teknologi ini membuka potensi untuk mengurangi tekanan pada stasiun pengisian daya yang ada saat ini dan membantu transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. Implikasinya jelas: jika truk dan kemudian mobil penumpang bisa mengisi sambil jalan, masalah antrian panjang di SPKLU tidak lagi menjadi momok utama adopsi EV.

Kolaborasi Honda–Taisei: Cetak Biru Infrastruktur EV Masa Depan

Yang menarik dari proyek ini bukan hanya teknologinya, tetapi cara infrastrukturnya dibangun. Honda menjalankan riset lewat kerja sama dengan perusahaan konstruksi Taisei dan kontraktor pembuat jalan Taisei Rotec untuk mengembangkan sistem pengisian daya nirkabel di jalan raya. Ini menunjukkan pendekatan kolaboratif yang jarang: produsen otomotif tidak lagi sekadar menjual kendaraan, tetapi turut merancang badan jalan sebagai ekstensi baterai. Secara praktis, unit pemancar listrik dipasang dengan metode milling and embedding: permukaan aspal digiling, unit ditanam, lalu jalan ditutup kembali. Artinya, tidak perlu membongkar jalan total—pemasangan bisa diselaraskan dengan siklus peremajaan jalan yang sudah rutin terjadi. Dalam pandangan saya, inilah cikal bakal infrastruktur EV masa depan: jaringan koridor energi yang tertanam di bawah tanah, terintegrasi dengan operator jalan tol dan penyedia energi, bukan deretan SPKLU yang berdiri sendiri. Namun, sekaligus membuka pertanyaan besar tentang siapa yang membayar, siapa yang memelihara, dan siapa yang menagih listrik ke pengguna.

Harapan dan Risiko Menuju 2027: Revolusi, atau Sekadar Jalur Khusus?

Secara jadwal, Honda dan mitranya berencana menguji sistem pengisian nirkabel ini di jalan raya selama tahun fiskal yang dimulai April 2027 atau setelahnya. Pengujian di jalan tol Jepang akan membantu mengumpulkan data dunia nyata tentang kinerja dan stabilitas teknologi, sebelum diterapkan lebih luas. Jika uji lapangan membuktikan DWPT andal, bukan tidak mungkin teknologi ini merambah ke mobil penumpang sebagaimana diisyaratkan skenario pengembangan saat ini. Namun, di titik ini kita masih berada di fase spekulatif. Informasi rinci mengenai biaya penerapan sistem ini dibandingkan jaringan pengisian cepat tradisional belum tersedia, dan kelayakan ekonominya baru akan dinilai selama fase pengujian. Tantangan yang tersisa besar: biaya per kilometer, efisiensi dari jaringan listrik sampai baterai, ketahanan terhadap cuaca, dan model tarif. Pandangan saya: DWPT mungkin tidak akan menggantikan SPKLU sepenuhnya, tetapi sangat mungkin menjelma menjadi “jalur khusus energi” di koridor logistik dan tol utama—sebuah lapisan infrastruktur tambahan yang bisa membuat mobil listrik lebih menarik dan lebih praktis digunakan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!