Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Es Tradisional hingga Gabin: Jejak Dessert Dingin yang Kembali Viral

Dari Es Tradisional hingga Gabin: Jejak Dessert Dingin yang Kembali Viral
Minat|Memasak

Dari salju hingga sajian beku

Dessert dingin tradisional adalah sajian manis atau minuman yang memanfaatkan es, salju, atau bahan yang didinginkan untuk memberi kesegaran, jauh sebelum lemari pembeku dan mesin es krim hadir. Sejarah es krim, dengan demikian, berawal dari kebutuhan manusia menikmati sesuatu yang sejuk, bukan dari perangkat modern. Ribuan tahun lalu, es dan salju dipakai untuk mendinginkan minuman; masyarakat Mesopotamia bahkan menyimpan es sekitar 4.000 tahun lalu, menjadikannya barang berharga yang lebih mudah dinikmati kalangan bangsawan. Orang Persia mengenal sherbet dari buah, air, gula, atau rempah, serta faloodeh, mi tipis dingin bersirup. Keduanya menunjukkan bahwa hidangan dingin tak harus menyerupai es krim. Olahan susu dingin yang dikenal pada masa Dinasti Tang pun berbeda dari es krim modern dalam cara pembuatan dan teksturnya. Teknik mencampurkan es dan garam menurunkan suhu agar bahan makanan dapat membeku. Baru pada abad ke-17, resep hidangan beku mulai tercatat di Eropa, lalu berkembang menjadi gelato dan es krim.

Es Kapal, nostalgia yang tak perlu banyak bahan

Es Kapal adalah minuman tradisional yang lekat dengan identitas kuliner Solo, dan ketahanannya membuktikan bahwa jajanan tak perlu terus berganti rupa agar dicari orang. Minuman ini populer sejak era 1950-an; namanya merujuk pada gerobak penjual yang meruncing seperti lambung kapal. Racikannya sederhana, tetapi punya susunan rasa dan tekstur yang khas: kuah santan gurih, sirup cokelat buatan tangan, es serut, serta roti tawar di bibir gelas. Roti dicelupkan ke dalam lelehan santan cokelat sebelum disantap—detail kecil yang membuat pengalaman minumnya terasa akrab sekaligus berbeda. Es Kapal masih diburu warga maupun wisatawan yang ingin bernostalgia. Daya tariknya bukan sekadar kenangan; perpaduan manis, gurih, dingin, dan lembut tetap masuk akal sebagai penyegar. Jika belum sempat mencarinya di Solo, sajian legendaris ini juga dapat diracik di rumah dengan bahan yang terjangkau.

Dari Es Tradisional hingga Gabin: Jejak Dessert Dingin yang Kembali Viral

Gabin mendapat babak baru

Gabin ice cream viral memperlihatkan cara camilan lama menemukan penonton baru tanpa menghapus ciri yang membuatnya disukai. Biskuit gabin yang renyah dipadukan dengan isian es krim lembut, menghasilkan kontras tekstur yang sederhana tetapi memikat. Daya tariknya justru ada pada pertemuan dua hal yang sudah akrab: biskuit jadul dan dessert modern. Gabin bukan lagi sekadar teman minum teh; ketika diberi isian dingin, ia berubah menjadi camilan yang terasa lebih istimewa, tetapi tetap mudah dikenali. Rasa isiannya dapat dipilih sesuai selera, sehingga kreasi ini memberi ruang untuk penyesuaian tanpa perlu mengubah dasar resepnya. Inilah pola yang membuat tren kuliner menarik: bukan selalu menciptakan makanan dari nol, melainkan mengolah ulang sesuatu yang pernah dikenal. Gabin membuktikan bahwa nostalgia bisa hadir dalam bentuk baru—renyah di luar, lembut di dalam, dan cukup praktis untuk dibuat sendiri.

Dari Es Tradisional hingga Gabin: Jejak Dessert Dingin yang Kembali Viral

Choco mint dan siklus rasa yang kembali

Choco mint kembali viral karena menggabungkan rasa cokelat yang kaya dengan sensasi mint yang sejuk; perpaduan ini kini hadir dalam es krim, donat, kopi, hingga kukis. Namun, choco mint bukan tren yang muncul tanpa riwayat. Jauh sebelum menjadi camilan manis, kakao digunakan bangsa Maya dan Aztec di Amerika Tengah, antara lain dalam upacara spiritual, dengan rasa yang cenderung pahit atau asam. Perubahan cara mengolah cokelat dan tambahan gula, rempah, serta tanaman herbal membuka jalan bagi variasi rasa baru. Salah satu titik penting es krim mint terjadi pada 1973, ketika Marilyn Ricketts menciptakan mint royale untuk kompetisi hidangan penutup pernikahan Putri Anne; resepnya terpilih dan kemudian menginspirasi sajian berbahan mint. Gabin dan choco mint menunjukkan hal serupa: tren viral paling menarik ketika memberi napas baru pada rasa atau camilan yang punya jejak panjang. Kesimpulannya, dessert dingin terus berkembang, tetapi nostalgia dan kesegaran tetap menjadi alasan kuat orang kembali menikmatinya.

Dari Es Tradisional hingga Gabin: Jejak Dessert Dingin yang Kembali Viral

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!