Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Belajar Tertib di Jalan Sejak PAUD: Polisi Mendekat kepada Anak

Belajar Tertib di Jalan Sejak PAUD: Polisi Mendekat kepada Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Keselamatan dimulai dari pemahaman sederhana

Keselamatan lalu lintas anak adalah upaya mengenalkan aturan dan kebiasaan aman di jalan sejak usia dini agar anak dapat melindungi diri serta memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi yang sesuai usia lebih bermakna daripada ceramah panjang yang sulit dipahami anak. Di Sekadau, personel Polres mendatangi PAUD KB Anak Bangsa di Desa Engkresik, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Mereka duduk bersama anak-anak di lantai, berbicara dengan bahasa sederhana, dan mengajak mereka mengenal mobil patroli. Pendekatan setara ini patut ditiru: anak lebih mudah menyerap pesan saat merasa nyaman, bukan sedang digurui. Dalam edukasi lalu lintas PAUD itu, anak-anak dikenalkan pada rambu, arti warna lampu lalu lintas, serta cara menyeberang dengan aman sambil didampingi orang dewasa.

Belajar Tertib di Jalan Sejak PAUD: Polisi Mendekat kepada Anak

Dari rambu hingga contoh di perjalanan

Pelajaran keselamatan menjadi nyata ketika anak tahu tindakan apa yang harus dilakukan. Polisi Sekadau mengingatkan mereka untuk memakai helm saat dibonceng sepeda motor dan menjaga posisi duduk agar perjalanan lebih aman. Pesan semacam ini menyentuh rutinitas keluarga: helm bukan aksesori, melainkan pelindung kepala yang dapat mengurangi risiko cedera jika terjadi kecelakaan. Di Banda Aceh, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Latif Usman mengajak siswa Al-Wildan Islamic School 21 membiasakan diri tertib berlalu lintas sejak dini dalam kegiatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Ia juga mendorong siswa mengingatkan orang tua agar memakai helm saat berkendara. Ajakan itu tepat, tetapi anak tidak seharusnya memikul tanggung jawab keselamatan orang dewasa. Teladan orang tua tetap lebih kuat daripada nasihat yang hanya didengar sesekali.

Belajar Tertib di Jalan Sejak PAUD: Polisi Mendekat kepada Anak

Sekolah dan keluarga harus meneruskan pesan

Edukasi polisi dapat membuka percakapan, tetapi budaya tertib berlalu lintas tidak akan terbentuk jika aturan hanya dibahas saat kunjungan atau sosialisasi. Dalam kegiatan di SMAN 1 Kendal pada Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Kendal menyampaikan pentingnya menaati aturan dan menghindari pelanggaran yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Pesan yang lebih penting dari kegiatan itu ialah perlunya pembiasaan di sekolah dan lingkungan keluarga. Orang tua memberi contoh dengan mematuhi aturan, sedangkan sekolah memperkuat edukasi melalui pembiasaan dan pengawasan sesuai kewenangannya. Inilah peran orang tua yang tak tergantikan: anak melihat cara orang dewasa memakai helm dan bersikap di jalan, lalu belajar dari tindakan tersebut. Sekolah pun perlu menjaga agar keselamatan menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan materi yang berhenti setelah satu sesi.

Dari kegiatan sesaat menjadi budaya aman

Polisi Sekadau menggabungkan pengenalan lalu lintas dengan pesan tentang pencegahan perundungan. Anak diajak memahami bahwa mengejek, menyakiti, atau mengambil barang teman tanpa izin dapat melukai orang lain, serta diberi dorongan untuk bercerita kepada guru atau orang tua jika mengalami atau melihat perlakuan buruk. Perpaduan ini menunjukkan bahwa pendidikan keselamatan juga menyangkut kepedulian terhadap sesama. Namun, dampak kegiatan baru terasa bila orang dewasa mengulang pesan itu dalam keseharian. Program Polisi Peduli Pendidikan di Aceh menempatkan edukasi sebagai cara mendekatkan polisi kepada masyarakat melalui pendekatan humanis dan edukatif. Kegiatan di Kendal juga menekankan harapan agar siswa menerapkan aturan dalam kehidupan sehari-hari dan mengutamakan keselamatan. Kesimpulannya, polisi dapat menanamkan pemahaman dan membangun kedekatan, tetapi keluarga serta sekolah harus mengubah pemahaman tersebut menjadi kebiasaan. Anak belajar tertib di jalan bukan hanya dari apa yang dikatakan orang dewasa, melainkan terutama dari apa yang mereka lakukan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!