Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pasar Kecantikan Tumbuh 13%: Gen Z Menggoyang Strategi Brand Lokal

Pasar Kecantikan Tumbuh 13%: Gen Z Menggoyang Strategi Brand Lokal
Minat|Merek Makeup Lokal

Pasar Kosmetik Tumbuh 13%: Gen Z di Kursi Pengemudi

Pasar kosmetik Indonesia tumbuh berarti meningkatnya nilai, volume, dan keberagaman pembelian produk kecantikan seperti skincare, makeup, dan perawatan rambut, yang didorong oleh konsumen yang makin eksploratif, perpindahan ke kanal digital, serta naiknya kepercayaan terhadap brand lokal yang mendominasi penjualan di berbagai kanal ritel. Pertumbuhan 13% bukan sekadar angka; ini adalah sinyal bahwa beauty sudah menjadi kebutuhan emosional sekaligus gaya hidup lintas generasi. Data menunjukkan pasar kecantikan Indonesia tumbuh 12% pada 2025 dan kembali mencatat pertumbuhan 13% pada 2026. Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya jumlah produk yang dibeli, kesediaan membayar lebih untuk produk premium, dan meluasnya minat dari perawatan wajah ke kosmetik dan perawatan rambut. Di tengah arus ini, Gen Z tampil sebagai kelompok dengan pertumbuhan pembelian tercepat dan menjadi pendorong utama dinamika pasar beauty.

Aspek PertumbuhanPerkembanganImplikasi
Persentase pertumbuhan pasar12% (2025) menjadi 13% (2026)Pasar semakin kompetitif dan menarik bagi pemain baru
Perilaku konsumenMakin eksploratif, kategori meluas ke makeup dan rambutBrand harus inovatif dan tidak hanya bertumpu pada skincare wajah
Peran generasiGen Z dengan pertumbuhan pembelian tercepatStrategi pemasaran wajib berorientasi digital dan berbasis komunitas
Pasar Kecantikan Tumbuh 13%: Gen Z Menggoyang Strategi Brand Lokal

Gen Z Belanja Kecantikan Online: Omnichannel Jadi Keniscayaan

Ketika 56% Gen Z belanja kecantikan online, distribusi bukan lagi soal rak di toko, melainkan layar ponsel dan algoritma rekomendasi. Menurut Worldpanel, perjalanan konsumen kini semakin omnichannel: mereka membeli dari berbagai macam toko, baik offline maupun online, sementara kanal online menjadi tempat penting untuk menemukan produk dan merek baru. Praktis, produk skincare, makeup, fragrance hingga perawatan personal kini terasa "di ujung jari" karena mudah ditemukan di toko fisik maupun lewat smartphone. Di media sosial dan marketplace, konsumen tidak sekadar bertransaksi; di sanalah mereka menemukan produk, membandingkan pilihan, membaca ulasan, lalu memutuskan apa yang masuk keranjang. Implikasinya, brand yang masih menganggap online sebagai pelengkap akan tertinggal. Bagi Gen Z, identitas digital brand—konten, review, respons layanan—sama pentingnya dengan kualitas produk itu sendiri.

Brand Lokal Kecantikan Tumbuh: Dari Alternatif Menjadi Pilihan Utama

Di tengah pasar kosmetik Indonesia tumbuh dua digit, brand lokal bukan lagi pemain pinggiran, melainkan penguasa panggung. Data menunjukkan enam dari 10 merek teratas di kanal online merupakan merek lokal, sementara di kanal offline empat dari 10 merek teratas juga merek lokal. Artinya, konsumen tidak sekadar bangga menggunakan produk buatan dalam negeri; mereka benar-benar menjadikannya pilihan utama di ritel modern dan marketplace. Beauty Lead Worldpanel Ratu Zahra menyebut beauty shoppers saat ini semakin eksploratif, dengan kebutuhan yang semakin beragam di setiap generasi, dan Gen Z menjadi kelompok dengan pertumbuhan pembelian tercepat. Dalam konteks ini, brand lokal kecantikan tumbuh karena mampu merespons cepat tren digital, berkomunikasi dengan bahasa komunitas, serta menawarkan kualitas yang bersaing dengan brand global tanpa meninggalkan kedekatan budaya dan preferensi lokal.

Ledakan Digital: Peluang Besar, Risiko Produk Ilegal dan Klaim Asal

Pertumbuhan digital di pasar beauty adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, kanal online membuka peluang ekspansi cepat bagi brand lokal kecantikan tumbuh dan menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau. Di sisi lain, PERKOSMI menyoroti praktik tidak bertanggung jawab seperti fake reviews, fake orders, manipulasi algoritma, klaim produk yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga peredaran kosmetik ilegal dan produk counterfeit. Bagi konsumen, banyak pilihan berarti banyak pula hal yang perlu diwaspadai: keamanan bahan, kejujuran klaim, hingga kepastian sertifikasi halal yang kini menjadi perhatian besar dalam ekosistem beauty. PERKOSMI menilai perkembangan industri perlu terus dikawal agar pertumbuhan pasar berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem dan perlindungan konsumen. Ribut Purwanti menegaskan bahwa pertumbuhan di ranah digital harus diiringi praktik perdagangan yang bertanggung jawab dan kolaborasi antara regulator, platform digital, dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem yang lebih adil dan tepercaya.

Kesimpulan: Menjaga Ekosistem Sehat di Tengah Ledakan Pertumbuhan

Pertumbuhan 13% di pasar kecantikan bukan sekadar euforia angka, melainkan ujian kedewasaan ekosistem. Gen Z belanja kecantikan online dengan intensitas tinggi, mendorong brand untuk mengintegrasikan strategi omnichannel, memperkuat kehadiran digital, dan memastikan pengalaman konsumen konsisten di semua titik sentuh. Ketua umum PERKOSMI menegaskan bahwa yang perlu dijaga bukan hanya pertumbuhan pasar, tetapi juga ekosistem yang semakin sehat, kompetitif, dan tepercaya. Ini pesan penting: tanpa fondasi etis, transparansi klaim, dan perlindungan konsumen dari produk ilegal, pertumbuhan bisa berubah menjadi krisis kepercayaan. Ke depan, kolaborasi antara regulator, platform digital, dan pelaku industri bukan pilihan, melainkan keharusan. Brand lokal yang mampu memadukan inovasi produk, kejelasan sertifikasi, dan komunikasi jujur akan menjadi pemenang jangka panjang, bukan hanya dalam angka penjualan, tetapi juga dalam hati konsumen.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!