XBook 14 Neo: Laptop AI Tipis untuk Kerja Sehari-hari
Infinix XBook 14 Neo adalah laptop tipis ringan berlayar 14 inci yang menggabungkan prosesor Intel Core Series 3, fitur Folax AI terintegrasi, dan desain ringkas untuk menunjang produktivitas harian serta mobilitas pengguna modern yang sering berpindah tempat kerja, belajar, dan berkarya di berbagai lokasi. XBook 14 Neo resmi diperkenalkan sebagai lini laptop baru yang mengutamakan kepraktisan, kinerja cukup, dan estetika warna-warni agar menarik bagi pekerja muda maupun pelajar yang membutuhkan perangkat kerja utama berbasis Windows dengan fungsi AI bawaan di dalam sistem.
Infinix merilis XBook 14 Neo pada 23 September 2026, menandai masuknya pemain smartphone ini lebih serius ke segmen laptop produktivitas. Langkah paling menarik bukan hanya pilihan prosesor hingga Intel Core Series 3, tetapi keberanian membawa konsep laptop AI terjangkau dengan integrasi Folax AI langsung di dalam perangkat. Digabungkan dengan bodi setebal 14 mm dan bobot sekitar 1,2 kg, jelas sasaran utamanya adalah pengguna mobile yang ingin meninggalkan laptop tebal dan berat, tanpa harus naik ke kelas ultrabook mahal.

Folax AI: Gimmick atau Asisten Produktivitas Serius?
Nilai jual paling berbeda dari Infinix XBook 14 Neo dibanding banyak laptop entry-level lain adalah hadirnya Folax AI yang tertanam langsung di dalam laptop. Untuk varian dengan Intel Core Series 3, Folax berperan sebagai asisten yang membantu merangkum dokumen, mengorganisasi informasi, menjawab pertanyaan, sampai menyusun ide konten. Dengan kata lain, XBook 14 Neo tidak hanya menawarkan hardware, tetapi juga alat bantu kerja berbasis AI yang selalu siap dipanggil tanpa repot mengatur layanan pihak ketiga di awal.
Bagi pekerja jarak jauh atau mahasiswa yang banyak berkutat dengan teks, fitur seperti peringkasan dokumen dan pengorganisasian catatan bisa memangkas waktu kerja yang berulang. Setelah itu, pengguna tetap harus kritis terhadap hasil AI, tetapi adanya Folax membuat laptop ini terasa satu langkah lebih maju dibanding perangkat yang hanya mengandalkan spesifikasi mentah. Di segmen laptop AI terjangkau, XBook 14 Neo memberi gambaran bagaimana fitur cerdas mulai turun ke kelas entry-level, bukan eksklusif di flagship.

Desain Tipis, Layar 16:10, dan Daya Tahan untuk Pekerja Mobile
Dari sisi fisik, Infinix XBook 14 Neo sangat jelas dirancang sebagai laptop tipis ringan. Ketebalan 14 mm dan bobot di kisaran 1,2 kg membuatnya nyaman dibawa dalam tas kerja atau ransel seharian. Sertifikasi ketahanan standar militer MIL-STD-810H menambah rasa aman, karena perangkat diklaim tahan tekanan udara rendah, suhu ekstrem, perubahan suhu mendadak, dan guncangan mekanis. Untuk pekerja remote yang sering berpindah dari kafe ke coworking space, kombinasi ini lebih relevan dibanding sekadar angka benchmark prosesor.
Layar IPS 14 inci beresolusi 1920 x 1200 piksel dengan rasio 16:10 dan fitur Eye-care menawarkan ruang vertikal lebih luas untuk dokumen dan spreadsheet, sekaligus lebih ramah di mata saat dipakai lama. Engsel yang bisa dibuka hingga 180 derajat memudahkan berbagi tampilan saat meeting tatap muka cepat. Baterai 55Wh diklaim sanggup bertahan lebih dari 13 jam penggunaan, ditambah pengisian 65W via USB-C PD yang praktis saat berpindah meja dan colokan. Bagi pekerja mobile, inilah kombinasi fitur yang langsung terasa manfaatnya sehari-hari.
Intel Core Series 3, Ekspansi RAM, dan Ekosistem untuk Produktivitas
Untuk performa, XBook 14 Neo menawarkan beberapa opsi: Intel Core i3-1315U, i5-1335U, hingga Intel Core 3 304 dan Core 5 320 dari jajaran Intel Core Series 3. Konfigurasinya dipasangkan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan hingga 512 GB pada varian yang tersedia. Menariknya, Infinix tetap membuka ruang tumbuh: ada dua slot RAM DDR4 yang mendukung ekspansi hingga 64 GB dan opsi SSD sampai 2 TB pada varian tertentu. Untuk laptop produktivitas entry-level, fleksibilitas upgrade seperti ini adalah nilai plus besar dibanding model yang RAM-nya tertanam dan buntu sejak pembelian awal.
Di luar spesifikasi mentah, fitur JoyConnect membuat XBook 14 Neo lebih relevan bagi pengguna ekosistem Infinix. Pengguna bisa berbagi layar, sinkronisasi data, dan transfer file dengan perangkat Infinix lain secara lebih mulus. Ditambah sistem pendingin IceStorm 4.0 dengan satu turbo fan, dua heat pipe, dan intelligent fan control, laptop ini dirancang tetap senyap untuk pekerjaan ringan sambil menjaga suhu saat beban naik. Kombinasi ini menunjukkan Infinix tidak sekadar mengejar angka prosesor, tetapi mencoba menawarkan pengalaman kerja yang menyeluruh.
Warna Stylish, Harga, dan Posisi di Segmen Entry-Level
Salah satu pendekatan menarik XBook 14 Neo adalah bagaimana Infinix memposisikannya sebagai perpanjangan gaya pribadi, bukan hanya alat kerja. Empat pilihan warna Twilight Purple, Shadow Blue, Sonic Yellow, dan Volcano Grey jelas menyasar pengguna yang bosan dengan laptop abu-abu polos. Kolaborasi dengan brand lokal untuk sleeve eksklusif menegaskan upaya menjadikan laptop ini bagian dari personal style, bukan sekadar perangkat utilitarian. Untuk pekerja kreatif dan pelajar yang sering membawa laptop ke ruang publik, faktor estetika ini punya pengaruh nyata dalam keputusan beli.
Soal harga, XBook 14 Neo hadir dalam beberapa varian: i3-1315U 8GB/256GB di Rp7.999.000, i3-1315U 8GB/512GB di Rp8.999.000, Core 3 304 8GB/256GB di Rp9.299.000, i5-1335U 8GB/512GB di Rp10.490.000, dan Core 5 320 8GB/256GB di Rp10.599.000. Ada pula promo awal berupa diskon langsung hingga Rp200.000 dan voucher Rp300.000 pada periode 23–27 September 2026. Dengan rentang harga tersebut, XBook 14 Neo menempatkan diri sebagai laptop AI terjangkau di kelas produktivitas entry-level: tidak termurah di pasar, tetapi menawarkan kombinasi AI bawaan, desain tipis, opsi upgrade, dan estetika yang sulit ditemukan bersamaan di kompetitor.







