Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Pekerja Migran Menjadi Pengusaha Melalui BRI Peduli

Dari Pekerja Migran Menjadi Pengusaha Melalui BRI Peduli
Minat|Asia Tenggara

BRI Peduli Go Global PMI: Dari Pahlawan Devisa ke Pekerja Migran Entrepreneur

BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy adalah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang memberikan ruang edukasi, pelatihan kewirausahaan PMI, dan literasi finansial migran agar pekerja migran dapat mengasah pengembangan skill migran secara aplikatif, mempersiapkan karier alternatif, dan naik kelas menjadi pekerja migran entrepreneur mandiri ketika kembali ke tanah air. Program BRI Peduli ini penting bukan hanya karena menambah keterampilan, tetapi karena mengubah cara pandang terhadap pekerja migran: bukan sekadar buruh sementara, melainkan calon pengusaha yang membawa pulang aset pengetahuan dan kepercayaan diri. Dengan fokus pada kewirausahaan PMI, inisiatif ini secara terang menantang pola lama di mana remitansi habis untuk konsumsi, tanpa fondasi usaha. Pendekatan yang menggabungkan kecakapan praktis, jalur karier baru, dan pengelolaan keuangan produktif adalah kombinasi yang selama ini kurang disentuh oleh banyak program sosial.

Workshop Masak dan Beautypreneur: Skill Aplikatif Sebagai Modal Usaha

Kekuatan program BRI Peduli Go Global PMI terlihat jelas pada agenda pelatihan di Taiwan yang melibatkan puluhan pahlawan devisa dalam bentuk sesi "PMI Entrepreneur Connect" dan "Beautypreneur Empowerment Workshop". Alih-alih hanya ceramah, pekerja migran diajak praktik memasak kuliner Taiwan, dari mengenal bahan, teknik pengolahan, sampai penataan makanan, bersama instruktur dan asosiasi nelayan lokal. Ini adalah pengembangan skill migran yang langsung bisa diterjemahkan menjadi produk usaha: warung makan, katering, atau jasa masak rumahan. Di sisi lain, kelas tata rias dan beautypreneur membekali mereka dengan kemampuan merias wajah, perawatan penampilan, dan membuka peluang menjadi penata rias profesional. Pendekatan ini tepat sasaran: skill aplikatif yang dekat dengan kebutuhan pasar, bukan keterampilan abstrak yang sulit dikonversi menjadi penghasilan. Ketika Sifa dan Sumarsih menilai pelatihan ini sebagai modal untuk usaha dan kemandirian, itu menunjukkan bahwa desain program menyentuh aspirasi nyata pekerja migran.

Dari Pekerja Migran Menjadi Pengusaha Melalui BRI Peduli

Literasi Finansial Migran: Mengubah Remitansi Menjadi Aset dan Bisnis

Jika pelatihan memasak dan tata rias adalah mesin penghasil ide usaha, literasi finansial migran adalah remnya agar usaha itu berkelanjutan. Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa BRI telah menyusun roadmap pemberdayaan PMI yang berkelanjutan, bukan sekali kegiatan lalu selesai. Melalui program CSR, literasi keuangan, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan, BRI mendorong diaspora memanfaatkan penghasilan dan remitansi secara lebih produktif, mulai dari kebutuhan keluarga hingga tabungan, investasi, aset, dan modal usaha di tanah air. Ini poin krusial: tanpa kemampuan mengatur uang, pekerja migran entrepreneur akan kembali terjebak dalam siklus kerja-pulang-habis. Mengaitkan literasi finansial dengan kewirausahaan PMI menunjukkan kesadaran bahwa modal usaha terbaik bukan pinjaman semata, tapi cara berpikir yang memprioritaskan nilai jangka panjang. Di sinilah program BRI Peduli mengambil posisi strategis, mengisi celah yang selama ini membuat banyak pekerja migran pulang tanpa fondasi ekonomi yang kokoh.

Dampak Sosial dan Ekonomi: Pekerja Migran Pulang Sebagai Penggerak Usaha

Program BRI Peduli Go Global PMI patut dibaca sebagai intervensi sosial-ekonomi yang berani: mengubah status pekerja migran dari penerima upah di luar negeri menjadi penggerak usaha lokal saat kembali. Agenda yang melibatkan puluhan PMI di Taiwan menunjukkan skala awal yang realistis, namun punya potensi efek berantai saat mereka memulai usaha di kampung halaman. Dhanny menegaskan tujuan akhirnya, yaitu memastikan PMI tidak sekadar pulang, tetapi pulang dengan kehidupan lebih sejahtera, membawa keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang dapat memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Ini bukan janji kosong; desain program yang komprehensif—kecakapan aplikatif, jalur karier alternatif, literasi keuangan—adalah fondasi logis bagi reintegrasi ekonomi yang sehat. Bila konsisten dijalankan sesuai roadmap, pekerja migran entrepreneur bisa menjadi penyangga ekonomi lokal yang mengurangi ketergantungan pada pekerjaan di luar negeri, sekaligus memberikan teladan bagi generasi berikutnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!