Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pemutar Audio Digital Cakram: Nostalgia CD dengan Rasa Hi-Res

Pemutar Audio Digital Cakram: Nostalgia CD dengan Rasa Hi-Res
Minat|Audio Hi-Fi

Definisi Baru Pemutar Audio Digital Cakram

Pemutar audio digital cakram adalah perangkat pemutar musik portabel berbentuk bulat menyerupai CD, yang menyimpan dan memutar file digital beresolusi tinggi sambil meniru pengalaman fisik memegang dan mengganti cakram seperti era pemutar CD klasik, sehingga menggabungkan nostalgia format fisik dengan kenyamanan teknologi audio modern hi-res portabel.

FiiO SnowSky Disc dan ENSA P1 adalah dua contoh paling menarik dari tren ini: DAP desain nostalgia yang sengaja tampil seperti CD player mini, tetapi bekerja sepenuhnya sebagai pemutar audio digital modern. Di tengah dunia streaming yang serba instan, keduanya mengajukan pertanyaan mengganggu: apakah kita rindu pada rasa “memiliki” musik, bukan sekadar mengaksesnya? Menurut saya, jawabannya terlihat jelas dari antusiasme terhadap desain cakram ini. Mereka bukan sekadar gimmick, tetapi kritik halus terhadap cara kita mengonsumsi musik yang makin tidak berwujud.

Pemutar Audio Digital Cakram: Nostalgia CD dengan Rasa Hi-Res

FiiO SnowSky Disc: DAP Mungil yang Serius Soal Suara

FiiO SnowSky Disc membuktikan bahwa bentuk mungil dan imut tidak berarti main-main soal kualitas suara. Bodinya dari aluminium alloy dengan dimensi 68 x 68 x 12,9 mm dan bobot sekitar 77,2 gram, lengkap dengan layar bulat 1,8 inci beresolusi 360 x 360. Di dalam cangkang retro ini, FiiO menyimpan dua chip DAC Cirrus Logic CS43131 dengan output 3,5 mm dan 4,4 mm balanced, yang sanggup memberikan daya hingga 280 mW per channel di 32 ohm untuk output balanced. Untuk sebuah audio hi-res portabel, ini bukan angka main-main.

Karakter suaranya cenderung netral dan transparan: bass rapat, vokal natural, treble bersih, dan imaging presisi, meski soundstage terasa lebih intim daripada luas. Ini pemutar audio digital cakram yang jelas mengincar pendengar yang peduli akurasi, bukan sekadar efek “wow” sesaat. Dukungan file seperti FLAC dan DSD membuatnya cocok untuk kolektor musik yang ingin membawa arsip hi-res mereka ke mana-mana tanpa tergantung koneksi internet. Menurut saya, inilah bentuk paling jujur dari DAP desain nostalgia: tampilan retro, mesin di dalamnya sepenuhnya modern.

ENSA P1: Konsep Pemutar Unik yang Mengembalikan Rasa Memiliki

Berbeda dengan FiiO, ENSA P1 masih berupa konsep pemutar musik portabel rancangan Vladimir Dubrovin, belum dijual dan belum punya harga maupun tanggal rilis resmi. Namun ide dasarnya cukup radikal: alih-alih file tak berbentuk, ia memakai kartrid C-NAND berbentuk cakram, masing-masing menyimpan satu album penuh. Tidak ada piringan berputar atau laser, ini tetap penyimpanan digital, tetapi dikemas sebagai benda koleksi yang bisa kamu pilih, pasang, lalu dengarkan dari awal sampai akhir.

Menurut saya, ENSA P1 pemutar unik yang menyerang langsung budaya skip dan playlist acak. Dengan memaksa kita memilih satu kartrid untuk satu album, perangkat ini mengajak kembali ke ritual mendengarkan yang lebih fokus dan pelan. Bodinya ringkas dengan sudut membulat, jendela tengah yang menampilkan kartrid, layar kecil untuk info lagu, dan visualizer ritme ala pemutar jadul. Meski spesifikasi teknis seperti DAC, baterai, dan output belum jelas, konsepnya sudah cukup kuat untuk menggoda audiophile yang rindu sensasi mengganti cakram secara fisik.

Nostalgia vs Kenyamanan: Dua Pendekatan pada Satu Ide

Keduanya sama-sama menggabungkan desain cakram CD klasik dengan teknologi pemutar audio digital modern, tetapi dengan filosofi berbeda. FiiO SnowSky Disc fokus pada fungsi: ia adalah audio hi-res portabel yang siap dipakai sekarang, dengan Bluetooth 5.4, Wi‑Fi untuk AirPlay dan update OTA, mode USB DAC, serta dukungan microSD hingga 2 TB. ENSA P1 justru fokus pada pengalaman: kartrid C-NAND berbentuk cakram diciptakan untuk mengembalikan rasa memiliki album sebagai objek fisik, meski di dalamnya tetap murni digital.

Bagi saya, format desain unik ini menarik karena menawarkan jalan tengah bagi audiophile yang ingin estetika vintage namun fungsionalitas kontemporer. SnowSky Disc menyasar pengguna yang punya koleksi FLAC atau DSD dan ingin DAP desain nostalgia yang praktis dibawa sehari-hari. ENSA P1 menyasar mereka yang lelah dengan katalog tak terbatas dan ingin kembali pada pengalaman album utuh, tanpa tergoda loncat-loncat lagu di playlist. Keduanya memposisikan diri sebagai alternatif bagi pendengar yang mencari sesuatu di luar standar DAP konvensional.

Keterbatasan yang Sengaja Dibiarkan dan Apa Artinya bagi Audiophile

Menariknya, baik FiiO SnowSky Disc maupun ENSA P1 sama-sama memelihara keterbatasan sebagai bagian dari identitas. SnowSky Disc memakai sistem Linux yang tidak mendukung pemasangan aplikasi streaming seperti Spotify, sebuah minus besar bagi pendengar yang hidupnya bergantung pada streaming. ENSA P1 bahkan lebih ekstrem: ia baru sebatas konsep, tanpa data soal baterai, kapasitas, DAC, codec, atau jenis output audio, dan belum ada jaringan penjualan resmi.

Namun di sinilah opini saya: keterbatasan ini bukan sekadar kekurangan, tetapi pernyataan sikap. Dengan memaksa pengguna menyimpan file lokal atau memakai kartrid album, kedua perangkat ini mendorong hubungan yang lebih intens dengan musik. Mereka menolak logika “semua ada, kapan saja” yang membuat musik terasa ringan dan mudah dilupakan. Jika kamu audiophile yang bosan dengan DAP generik dan ingin perangkat yang mengubah cara mendengarkan, pemutar audio digital cakram seperti ini layak masuk daftar incaran—meski artinya kamu harus menerima kompromi yang menyertainya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!