Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Celana Bekas Pasar ke Gaun Selebriti: Thrifting Jadi Haute Couture

Dari Celana Bekas Pasar ke Gaun Selebriti: Thrifting Jadi Haute Couture
Minat|Tren Fashion

Thrifting Fashion Sustainable: Ketika Denim Bekas Naik Kelas

Thrifting fashion sustainable adalah praktik mengubah pakaian bekas atau material secondhand menjadi busana baru yang estetis, fungsional, dan bernilai tinggi, dengan tujuan mengurangi limbah tekstil sekaligus menantang standar kemewahan tradisional yang selama ini bergantung pada bahan baru dan serba mahal. Dalam konteks ini, gaun denim Agnez Mo rancangan Ivan Gunawan menjadi contoh paling gamblang bahwa pakaian berkualitas tinggi tidak harus lahir dari gulungan kain segar. Salah satu gaun yang dikenakan Agnez Mo dibuat dari gabungan celana jeans bekas hasil thrifting di Pasar Senen, Jakarta. Fakta yang membuat banyak orang tercengang: dress tersebut merupakan rancangan desainer Indonesia couture bernama Ivan Gunawan. Dari titik ini, diskusi tentang jeans bekas haute couture bukan lagi teori, melainkan realitas yang tampil di panggung selebriti.

Dari Pasar Senen ke Panggung Global: Filosofi Desain Ivan Gunawan

Keputusan Ivan Gunawan untuk memulai sebuah gaun selebriti dari tumpukan celana thrifting di Pasar Senen bukan sekadar gimmick, melainkan pernyataan sikap terhadap fashion berkelanjutan selebriti. Potongan celana jeans hasil thrifting di Pasar Senen ia ubah menjadi gaun untuk penyanyi Agnez Mo. Alih-alih menggunakan material baru, Ivan memilih memanfaatkan jeans bekas yang ditemukan di Pasar Senen. Di balik pilihan itu ada keyakinan bahwa nilai sebuah karya tidak ditentukan oleh seberapa "mewah" bahan mentahnya, melainkan oleh cara desainer membaca potensi material yang dianggap biasa. Ia menyebut proses ini sebagai kreativitas tanpa batas: mengubah sesuatu yang sudah pernah dimiliki menjadi karya baru yang punya nilai, identitas, dan kehidupan kedua. Tagline “From Pasar Senen to the global stage” yang ia sematkan bukan hiperbola, melainkan kritik halus terhadap elitisme mode.

Teknik Sulap Denim: Dari Potongan Kasar ke Siluet Berani

Transformasi celana bekas menjadi haute couture menuntut lebih dari sekadar keberanian konsep; ia membutuhkan teknik konstruksi yang presisi. Ivan mengisahkan gaun tersebut berawal dari potongan-potongan jeans thrifting yang ia temukan di Pasar Senen. Pengerjaan dilakukan potongan demi potongan hingga membentuk siluet gaun yang edgy dan sarat karakter, khusus dirancang untuk dikenakan Agnez Mo. Dalam unggahannya, ia menegaskan, “Potongan demi potongan jeans saya olah kembali, saya susun menjadi sebuah siluet yang berani, edgy, dan penuh karakter untuk @agnezmo”. Hasilnya adalah gaun dengan siluet berani yang menghapus jejak asal-usul materialnya: tidak ada yang menyangka bahwa struktur couture itu pernah berupa celana jeans bekas. Di sini, teknik sulap yang ia lakukan bukan menipu mata, melainkan mengubah persepsi publik tentang batas antara thrifting dan kemewahan.

Kemewahan yang Berkelanjutan: Menggugat Mitos Bahan Mewah

Karya ini secara terang-terangan menggugat mitos bahwa kemewahan hanya sah jika ditopang bahan baru dan mahal. Bagi Ivan, karya ini adalah wujud kreativitas tanpa batas: mengubah sesuatu yang sudah pernah dimiliki menjadi karya baru yang punya nilai, identitas, dan kehidupan kedua. Alih-alih menambah beban produksi tekstil, ia memilih jalur thrifting fashion sustainable dengan memanfaatkan jeans bekas. Sikap ini mengirim pesan penting ke dunia desainer Indonesia couture: karya luar biasa tidak selalu lahir dari bahan mewah, melainkan dari ide dan keberanian menciptakan sesuatu yang berbeda. Ketika gaun seperti ini dikenakan selebriti sekelas Agnez Mo, thrifting berhenti dipandang sebagai pilihan kelas dua dan naik kelas menjadi simbol kesadaran ekologis yang tetap glamor. Kemewahan, dalam narasi ini, adalah soal cerita dan tanggung jawab, bukan label harga.

Dampak untuk Tren: Dari Cerita Gaun ke Gerakan Kolektif

Gaun denim Agnez Mo bukan hanya satu karya spektakuler; ia adalah narasi yang berpotensi menggeser arah tren. Ketika seorang desainer Indonesia couture mengangkat jeans bekas haute couture ke panggung global, ia membuka ruang bagi selebriti lain untuk memaknai ulang fashion berkelanjutan selebriti sebagai pilihan yang prestisius, bukan kompromi. Fakta bahwa gaun ini dibuat dari celana jeans hasil thrifting di Pasar Senen dan menjadi sebuah gaun yang punya karakter dan cerita menunjukkan bagaimana cerita di balik pakaian bisa sama pentingnya dengan tampilannya. Di titik ini, thrifting fashion sustainable berubah dari sekadar gaya hidup hemat menjadi strategi estetika dan etika. Jika dunia mode menangkap momentum ini, kita bisa berharap lebih banyak kolaborasi yang menggabungkan keberlanjutan dengan kemewahan, menjadikan setiap penampilan selebriti sebagai panggung bagi gagasan yang lebih bertanggung jawab.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!