Event Makassar Sebagai Mesin Perputaran Ekonomi Kota
Acara Makassar 2026 berupa Telkomsel Makassar Half Marathon dan Panin Expo menunjukkan bagaimana sebuah kota dapat mendorong perputaran ekonomi kota secara signifikan melalui olahraga massal dan pameran bisnis, yang mengaktifkan sektor akomodasi pariwisata, ritel, layanan keuangan, hingga kolaborasi bisnis Makassar antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha selama beberapa hari pelaksanaan acara. Kota yang cerdas tidak menggantungkan diri pada proyek fisik semata, melainkan menggunakan momentum acara untuk mengisi kamar hotel, menghidupkan restoran, dan memicu transaksi bisnis baru. Dalam konteks ini, Makassar layak disebut sedang menguji model pembangunan ekonomi berbasis event, di mana pengalaman peserta dan peluang usaha ditempatkan sebagai pusat strategi. Pendekatan ini bukan lagi sekadar promosi citra kota, tetapi cara konkret menggerakkan uang di tingkat lokal.
Makassar Half Marathon: Rp52,3 Miliar Perputaran Ekonomi dalam Lima Hari
Telkomsel Makassar Half Marathon (MHM) menggerakkan perputaran ekonomi kota sebesar Rp52,3 miliar hanya dalam periode sekitar lima hari penyelenggaraan. Ini bukan angka kecil; rata-rata Rp10,5 miliar per hari berarti lomba lari massal telah menjadi instrumen ekonomi yang nyata, bukan hiburan musiman belaka. Riset yang dipaparkan Research Lead MHM, Mugi Bintang, mengaitkan dampak ini langsung dengan aktivitas belanja peserta dan pendamping selama berada di Makassar, sekaligus menilai pengalaman, persepsi kota, dan minat untuk kembali. Dengan sekitar 12.400 peserta yang terbagi dalam kategori 10K, 5K, dan Kids Dash, volume kunjungan tersebut otomatis mengisi ruang-ruang konsumsi lokal mulai dari kamar hotel hingga gerai UMKM. Ini menunjukkan, jika dikelola serius dan didukung survei yang proper, event olahraga dapat menjadi salah satu motor dampak ekonomi lokal yang terukur dan berulang.
| Sektor | Perkiraan Nilai (Rp) | Porsi terhadap Total |
|---|---|---|
| Akomodasi (hotel) | 23,44 miliar | 44,8% dari perputaran ekonomi |
| Ritel/belanja | 8,59 miliar | Kontributor besar kedua |
| Makanan dan minuman | 8,51 miliar | Mengikuti ritel sebagai penggerak konsumsi |
| Pariwisata dan hiburan | 4,44 miliar | Menghidupkan destinasi lokal |
| Transportasi lokal | 4,01 miliar | Mobilitas peserta dan pendamping |
| Pengeluaran lain-lain | 3,31 miliar | Tambahan aktivitas ekonomi sekitar acara |

Dominasi Sektor Akomodasi dan Pariwisata: Kamar Penuh, Kota Hidup
Dari total Rp52,3 miliar perputaran ekonomi, sektor akomodasi menyumbang Rp23,44 miliar atau sekitar 44,8 persen, menjadikannya kontributor terbesar. Ini menegaskan bahwa sektor akomodasi pariwisata adalah tulang punggung dampak ekonomi lokal setiap kali event besar digelar. Kamar hotel yang penuh bukan sekadar indikator ramai, melainkan bukti aliran pendapatan ke pekerja, pemasok, dan pemilik usaha. Angka tersebut juga menunjukkan kedatangan pelari dari luar daerah menggerakkan bukan hanya penyelenggara lomba, tetapi restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, destinasi wisata, hingga UMKM di sekitar kota. Ketika pariwisata dan hiburan menyumbang Rp4,44 miliar serta transportasi lokal Rp4,01 miliar, terlihat jelas ekosistem layanan kota bekerja secara serempak. Jika Makassar konsisten memanfaatkan pola ini, setiap event berpotensi menjadi "musim panen" bagi pelaku usaha jasa dan pariwisata, bukan satu hari pesta lalu kembali lesu.
Panin Expo: Kolaborasi Bisnis Makassar Menguatkan Pertumbuhan
Jika MHM menghidupkan sektor konsumsi dan akomodasi, Panin Expo berperan di sisi lain: kolaborasi bisnis Makassar untuk memperkuat fondasi keuangan dan investasi. Digelar di Mal Ratu Indah pada 20–23 Agustus, kegiatan tahunan ini menargetkan nilai transaksi di atas Rp75 miliar dan sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara sektor perbankan, pelaku usaha, dan pemerintah kota. Di dalamnya, bank menawarkan program pembiayaan dengan bunga kompetitif, termasuk KPR dengan jangka waktu dan angsuran tetap hingga 15 tahun, sambil mendorong literasi keuangan masyarakat. Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa mempertahankan iklim investasi tidak mungkin dilakukan pemerintah sendirian, sehingga iklim kerja sama harus dijaga dengan baik. Dengan pertumbuhan ekonomi 6,61 persen dan inflasi 2,65 persen, Panin Expo menjadi alat penting untuk menjaga momentum, memastikan modal mengalir ke dunia usaha lokal, dan menjadikan Makassar pintu gerbang aktivitas ekonomi kawasan timur.
Dukungan Wali Kota dan Arah Strategi Pembangunan Ekonomi Makassar
Dukungan penuh Wali Kota terhadap Panin Expo dan kehadiran pemerintah kota dalam acara tersebut menunjukkan bahwa event seperti ini sudah dianggap bagian dari strategi pembangunan ekonomi kota, bukan sekadar aktivitas promosi. Munafri melihat tren pertumbuhan Makassar yang terus membaik dan menempatkan target investasi Rp3,5 triliun sebagai sasaran realistis, terlebih realisasi kuartal kedua sudah mencapai Rp2,7 triliun atau 77 persen. "Artinya, iklim investasi masih bagus dan harus kita jaga," tegasnya, sambil mengingatkan pentingnya kondisi daerah yang aman dan kondusif bagi investor. Jika hasil survei MHM dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas acara dan memperbesar manfaat ekonomi bagi warga pada tahun-tahun berikutnya, sementara expo perbankan memperdalam akses modal, Makassar sesungguhnya sedang membangun model kota yang tumbuh melalui rangkaian acara terukur. Langkah selanjutnya jelas: menjadikan kalender event sebagai bagian resmi dari kebijakan ekonomi, bukan agenda tambahan yang bergantung pada sponsor semata.






