Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Umbi Pekarangan ke Bintang Timeline: Kimpul dan Revolusi Gastronomi Lokal

Dari Umbi Pekarangan ke Bintang Timeline: Kimpul dan Revolusi Gastronomi Lokal
Minat|Estetika Memasak

Kimpul: Dari Umbi Biasa Menjadi Ikon Pangan Lokal Sehat

Kimpul adalah umbi pangan lokal yang lama diasosiasikan dengan masakan rumahan dan tradisional, namun kini mendadak populer karena konten media sosial yang menampilkan olahan kreatifnya, sehingga menjadikannya simbol baru perpaduan antara pangan sehat, identitas lokal, dan tren kuliner kekinian bagi generasi muda. Kimpul mungkin bukan makanan baru di meja makan banyak keluarga, tetapi belakangan pangan lokal ini kembali mencuri perhatian setelah ramai dibagikan dan diperbincangkan di media sosial. Fenomena kimpul viral media sosial ini bukan sekadar lucu-lucuan; ia menggeser cara publik memandang pangan lokal Indonesia. Founder Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, menyebut fenomena ini sebagai parameter meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap makanan sehat berbasis bahan pangan lokal. Dengan kata lain, timeline kita hari ini menunjukkan apa yang dulu tidak tampak di piring: bahwa umbi-umbian pekarangan punya masa depan gastronomi yang serius.

Dari Umbi Pekarangan ke Bintang Timeline: Kimpul dan Revolusi Gastronomi Lokal

Peran Kreator Konten: Dari TikTok ke Tren Kuliner Kekinian

Kimpul tidak tiba-tiba menjadi tren; ia didorong oleh kreator konten yang paham betul bahasa algoritma dan selera Gen Z. Seorang kreator konten di TikTok mengolah umbi kimpul menjadi berbagai menu makanan yang jarang terpikirkan oleh masyarakat. Kreator lain menggunakannya sebagai pengganti bahan populer, dari dimsum, sushi, hingga cookies. Di sinilah kimpul naik kelas, bukan hanya tampil sebagai rebusan tradisional, tetapi menjelma menjadi tren kuliner kekinian yang pas muncul di feed. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pangan lokal dapat kembali menjadi tren ketika dikemas secara kreatif dan diperkenalkan lewat kanal digital. Namun kita tidak boleh lupa, ada tantangan agar tren yang muncul di media sosial tidak berhenti sebagai konten viral belaka. Tanpa strategi lanjutan, kimpul bisa berakhir sebagai meme sesaat ketimbang perubahan kebiasaan makan.

Dari Umbi Pekarangan ke Bintang Timeline: Kimpul dan Revolusi Gastronomi Lokal

Gen Z dan Gastronomi Lokal: Rasa Penasaran yang Menguntungkan

Kimpul memberi bukti bahwa gastronomi lokal Gen Z bukan soal nostalgia, melainkan soal rasa penasaran terhadap sesuatu yang dekat tapi terasa baru. Fenomena tersebut membuat pangan berbahan umbi ini kembali dilirik, terutama oleh generasi muda. Kimpul diperkenalkan melalui beragam kreasi makanan yang dekat dengan selera generasi muda, khususnya Gen Z. Menariknya, menurut Ni Made Ayu Marthini, bagi milenial tren lokal mungkin sudah biasa, tetapi bagi Gen Z, kimpul justru menjadi sesuatu yang menarik dan tidak terlalu mainstream. Kalimat kuncinya: "semakin ada di sekitar kita, semakin dicari". Media sosial memberi panggung, rasa penasaran memberi tiket masuk, dan kreativitas memberi alasan untuk kembali mencicipi pangan lokal Indonesia dalam bentuk yang lebih relevan dengan gaya hidup masa kini.

Dari Viral ke Promosi Gastronomi: Peluang dan Batasannya

Fenomena kimpul viral media sosial membuka jalan promosi kuliner lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi Indonesia ke khalayak luas. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menekankan bahwa tren media sosial dapat membantu mengenalkan potensi lokal yang sebelumnya kurang mendapat perhatian. Tren ini pun diangkat dalam Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 yang diluncurkan di Gedung Sapta Pesona pada 15 September 2026, dengan rencana segmen artisan market untuk mengeksplorasi berbagai produk lokal. Namun ada batasan yang tidak boleh diabaikan: tanpa nilai ekonomi yang jelas, pengembangan pangan lokal dinilai sulit berjalan berkelanjutan. Setiap pelaku, dari produsen di hulu hingga pelaku usaha di hilir, harus mendapatkan manfaat ekonomi. Jika tidak, promosi gastronomi hanya berhenti di festival dan hashtag, bukan di rantai nilai yang hidup.

Mengembalikan Nilai Ekonomi dan Budaya Umbi Pekarangan

Kimpul adalah pengingat bahwa pangan lokal Indonesia yang dulu dianggap biasa bisa menjadi relevan kembali ketika nilai budaya dan ekonominya dikemas ulang. Vita Datau menegaskan bahwa kimpul hanyalah satu dari banyak kekayaan pangan Nusantara yang selama ini terabaikan. Fenomena ini menunjukkan bahwa pangan lokal memiliki peluang mendapatkan perhatian ketika diperkenalkan dengan cara kreatif. Kimpul menjadi contoh bahwa bahan pangan yang sudah lama ada tetap bisa memperoleh perhatian baru. Program seperti Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 yang menggali akar kuliner Nusantara dan memperluas eksposurnya di tingkat internasional memberi konteks lebih besar pada kebangkitan ini. Namun, jika kita ingin kimpul lebih dari sekadar tren, maka kebijakan, pasar, dan kebiasaan makan harus bergerak searah. Viral adalah awal, bukan tujuan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!