Istana menjadi ruang belajar, bukan sekadar latar upacara
Istana untuk Anak Sekolah adalah program kunjungan edukatif yang membawa pelajar ke lingkungan Istana Kepresidenan agar mereka mempelajari sejarah, fungsi pemerintahan, dan kehidupan kenegaraan secara langsung. Nilai utamanya terletak pada pengalaman melihat tempat yang biasanya hanya hadir di buku pelajaran atau layar, lalu menghubungkannya dengan perjalanan bangsa. Pada 27 Oktober, 330 siswa SMP Negeri 170 dan SMP Negeri 289 Jakarta mengikuti kunjungan ini; dua hari kemudian, 348 siswa dari tiga lembaga pendidikan juga hadir di Istana Kepresidenan Jakarta. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa edukasi sejarah pelajar dapat terasa lebih dekat ketika ruang dan kisahnya dijumpai langsung. Istana bukan hanya tempat pejabat bekerja, melainkan sarana untuk bertanya bagaimana keputusan publik dibuat dan mengapa institusi negara penting bagi kehidupan bersama. Kunjungan Istana Kepresidenan karena itu layak dipandang sebagai pelajaran kewargaan yang melengkapi kelas, bukan wisata seremonial semata.

Peserta beragam, pelajaran kebangsaan bisa dibagi bersama
Jangkauan program terlihat dari latar peserta yang beragam, dari siswa SMP dan SMK hingga anggota Paskibraka daerah. Pada 3 November, Kementerian Sekretariat Negara menerima 264 peserta yang terdiri atas siswa, anggota Paskibraka, dan guru pendamping. Mereka datang dari SMP dan SMK Yayasan Darussa'adah di Jakarta, SMP Prima Cendekia Islami di Bandung, serta Paskibraka Kabupaten Solok di Sumatera Barat. Sebelumnya, kunjungan juga melibatkan 200 peserta dari Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Kota Tangerang Selatan dan SMP Negeri 248 Jakarta. Perbedaan usia, sekolah, dan daerah membuat perjumpaan dengan lembaga negara berpotensi menjadi pengalaman bersama, bukan hak istimewa kelompok tertentu. Wawasan kebangsaan siswa tumbuh lebih kuat ketika sejarah tidak diajarkan sebagai hafalan, melainkan sebagai kisah yang menghubungkan berbagai daerah dan generasi dalam satu kehidupan bernegara.

Dari melihat ruang kenegaraan menuju memahami kepemimpinan
Program ini memberi pelajar kesempatan mengenal ruang dan fungsi Istana, sekaligus memahami bahwa kepemimpinan berarti tanggung jawab terhadap urusan publik. Dalam kegiatan 3 November, peserta menerima penjelasan tentang sejarah Istana Negara dan Istana Merdeka, tugas lembaga kepresidenan, serta peran Pasukan Pengamanan Presiden. Materi semacam itu mengubah kunjungan dari sekadar melihat bangunan menjadi pengenalan terhadap institusi dan orang-orang yang menjalankan tugas kenegaraan. Kepala Biro Humas Kementerian Sekretariat Negara, Faisal Fahmi, menyampaikan pesan Presiden Prabowo bahwa “istana ini adalah kepunyaan rakyat Indonesia, istana ini adalah kepunyaan anak-anak Indonesia.” Pesan tersebut memberi alasan kuat mengapa akses edukatif perlu dibuka: Istana seharusnya terasa sebagai bagian dari ruang publik dan sejarah bersama. Namun, dampak akhirnya bergantung pada tindak lanjut sekolah. Diskusi dan refleksi setelah kunjungan dapat membantu siswa mengubah rasa kagum menjadi pemahaman tentang kepemimpinan dan kontribusi.
Akses yang lebih luas menentukan manfaat program
Program ini dimulai pada 7 April 2026 atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, dengan siswa SMK Negeri 19 Jakarta sebagai peserta pertama. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa delapan Istana Kepresidenan nantinya akan dibuka untuk anak sekolah dan kunjungan dari luar Jakarta maupun luar Pulau Jawa akan difasilitasi. Sekolah yang berminat dapat mendaftar melalui Kementerian Sekretariat Negara atau Sekretariat Kabinet. Janji perluasan itu penting: jika pengalaman langsung hanya mudah dijangkau sekolah di ibu kota, potensi program untuk memperkuat kebangsaan akan terbatas. Pemerataan akses, informasi pendaftaran yang jelas, dan kegiatan pendampingan sebelum maupun sesudah kunjungan semestinya menjadi bagian dari pelaksanaannya. Dengan begitu, edukasi sejarah pelajar tidak berhenti pada tur, tetapi berkembang menjadi pemahaman yang bertahan dan mendorong siswa terlibat dalam masa depan masyarakat.







