Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Low-Rise Jeans: Ledakan Tren Y2K yang Didikte Selebriti

Low-Rise Jeans: Ledakan Tren Y2K yang Didikte Selebriti
Minat|Tren Fashion

Low-Rise Jeans sebagai Simbol Kebangkitan Y2K

Low-rise jeans tren adalah kebangkitan kembali celana denim berpinggang rendah yang identik dengan era Y2K, kini dipopulerkan ulang oleh selebriti global melalui penampilan panggung, street style, dan kolaborasi brand, sehingga menggeser preferensi pasar dari potongan high-rise ke siluet yang menonjolkan garis pinggang dan memicu nostalgia visual terhadap awal 2000-an. Di gelombang terbaru gaya Y2K celana ini, Jennie BLACKPINK muncul sebagai figur kunci: siluet low-rise menjadi ciri khas penampilannya, sering ia padukan dengan crop top untuk menonjolkan pinggang dan menciptakan keseimbangan antara feminitas dan keberanian. Ia bahkan terlihat mengenakan kemeja putih tanpa lengan dengan celana low-rise biru tua saat menuju studio Jimmy Kimmel Live!, menghadirkan tampilan Y2K bernuansa throwback yang sengaja mengundang nostalgia. Kebangkitan ini bukan sekadar siklus tren, tetapi bukti bagaimana budaya pop menekan industri fashion untuk mengulang masa lalu.

Denim Celebrity Endorsement: Dari Jennie hingga Hailey Bieber

Ledakan low-rise jeans tren tidak bisa dilepaskan dari denim celebrity endorsement yang agresif. Selain Jennie, daftar selebriti yang mengadopsi gaya serupa panjang: Bella Hadid, Kendall Jenner, Emily Ratajkowski, Dua Lipa, Julia Fox, Kylie Jenner, Hailey Bieber, hingga Lila Moss. Nama-nama ini bukan sekadar influencer; mereka adalah kurator selera global yang memvalidasi siluet low-rise sebagai bahasa gaya Y2K celana yang "wajib dicoba". Ketika Hailey Bieber berulang kali tampil dengan celana pinggang rendah dalam berbagai kesempatan, pesan yang terkirim jelas: high-rise tak lagi memegang tahta. Addison Rae bahkan melangkah lebih jauh dengan berkolaborasi dengan Lucky Brand untuk meluncurkan gaya ultra-low-rise flare, menandai keterlibatan selebriti dalam memperluas variasi produk secara langsung ke rak-rak retail. Ketika bintang pop menjadi desainer atau kolaborator, tren berubah dari sekadar estetika menjadi komoditas yang dirancang untuk laris.

Industri Denim: Optimisme, Angka Penjualan, dan Dominasi Low-Rise

Gelombang low-rise tidak berhenti di level gaya; ia sudah mengubah peta bisnis denim. Amy Williams, CEO Citizens of Humanity Group, secara tegas memprediksi dekade mendatang akan "benar-benar didominasi oleh low-rise" dan menyebut ultra-low-rise sebagai pendorong bisnis utama sektor denim pada tahun 2026. Pernyataan ini bukan retorika kosong: beberapa merek melaporkan gaya low-rise sudah menyalip high-rise sebagai potongan terlaris. Reformation, misalnya, mencatat penjualan denim low-rise tumbuh 500% pada tahun 2025 dibandingkan 2024, dengan "Cary low-rise slouchy wide leg jean" sebagai produk terlarisnya. Ketika pertumbuhan mencapai ratusan persen, jelas industri tidak sekadar mengikuti mood nostalgia, tetapi menggantungkan proyeksi omzet pada tren ini. Rumah mode mewah seperti Missoni, Vaquera, Molly Goddard, MSGM, Blumarine, Stella McCartney, dan Isabel Marant sudah memasukkan low-rise jeans dalam koleksi mereka, mengukuhkan legitimasinya di ranah high fashion.

Dari Panggung Mewah ke Pasar Massal: Normalisasi Pinggang Rendah

Ketika runway dan selebriti menyanyikan lagu yang sama, pasar massal segera ikut bernyanyi. Di sektor mass-market dan denim heritage, pilihan celana pinggang rendah kini tersedia luas dari berbagai merek besar, menunjukkan penerimaan pasar yang meluas terhadap low-rise jeans tren. Fakta bahwa celana berpinggang rendah telah menyalip potongan high-rise di sejumlah label memperlihatkan bagaimana gaya Y2K celana bukan lagi niche, melainkan standar baru. Ini adalah normalisasi yang didorong dari atas: selebriti memakainya, rumah mode mewah merilisnya, dan konsumen diposisikan untuk menganggap pinggang rendah sebagai bentuk modernitas. Yang menarik, perpindahan ini terjadi bukan karena inovasi teknis, tetapi karena dorongan budaya pop dan denim celebrity endorsement yang terus diulang di media dan panggung fashion. Industri, pada akhirnya, mengonfirmasi bahwa nostalgia dapat menjadi strategi komersial paling efektif.

Kesimpulan: Tren, Kuasa Selebriti, dan Masa Depan Low-Rise

Kebangkitan low-rise jeans menunjukkan satu hal: kekuatan budaya pop lebih menentukan arah fashion dibanding preferensi sehari-hari individu. Ketika figur seperti Jennie BLACKPINK dan Hailey Bieber berkali-kali memvalidasi siluet pinggang rendah, gaya Y2K celana berubah dari memori awal 2000-an menjadi norma baru yang didukung angka penjualan dan proyeksi bisnis. Rumah mode mewah telah mengakuinya, dan sektor mass-market telah mengamankannya di rak mereka. Pertanyaannya bukan lagi apakah tren ini akan berakhir, melainkan sejauh mana kita membiarkan denim celebrity endorsement terus mendikte standar tubuh dan gaya sehari-hari. Untuk sekarang, industri denim sudah berinvestasi penuh pada low-rise; konsumenlah yang harus memutuskan apakah nostalgia ini layak dipertahankan atau harus dikoreksi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!