Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dian Sastrowardoyo dan Eva Celia Bawa Vibes Descendants of the Sun ke Runway

Dian Sastrowardoyo dan Eva Celia Bawa Vibes Descendants of the Sun ke Runway
Minat|Pertunjukan Busana

Sentuhan Korea yang terasa personal

Peragaan mode Korea di Jakarta Fashion Week adalah pertemuan antara rancangan Korea Selatan dan panggung mode Jakarta, dengan selebritas serta model menghidupkan koleksi di runway. Pada Minggu (1/11/2026), fashion Korea kembali hadir di Jakarta Fashion Week 2027 dalam peragaan yang menandai satu dekade kolaborasi dua negara. Yang membuat momen ini lebih menarik dari sekadar pergantian busana adalah para pemeran Descendants of the Sun Indonesia turut berjalan di runway. Dian Sastrowardoyo dan Eva Celia tampil bersama para model, sementara Yoshi Sudarso menjadi wajah utama koleksi desainer Korea Selatan Jung Hyo Chan. Kehadiran mereka memberi peragaan benang cerita yang mudah dikenali penonton: nuansa drama Korea bertemu eksplorasi mode kontemporer. Alih-alih terasa seperti tempelan selebritas, keterkaitan mereka dengan serial tersebut membuat tema acara punya daya tarik budaya pop yang kuat.

Dian dan Eva menghidupkan koleksi KIMOUI

Dian Sastrowardoyo dan Eva Celia mengenakan rancangan KIMOUI karya desainer Kim Daesung, yang mengolah gagasan purity melalui siluet gender-fluid, bentuk skulptural, dan teknik rajut eksperimental. Keduanya menunjukkan bahwa satu tema dapat hadir lewat karakter yang berbeda. Dalam penampilan Dian Sastrowardoyo di JFW, dress kulit cokelat berpotongan ramping menjadi pilihan tegas; lengan cape dengan belahan dan jahitan di dada memberi kesan dramatis, diperkuat rambut sleek serta lipstik merah. Eva Celia runway dengan arah yang lebih bertekstur: dress rajut hijau toska bermotif daun di bagian dada dan pinggul, berpotongan maxi dengan rumbai panjang di sisi tubuh. Sanggul tinggi dengan helaian rambut tipis dan sepatu putih memberi penyeimbang pada detail rajut yang ramai. Kontras ini membuat koleksi terasa lebih hidup daripada parade satu siluet seragam.

KIMOUI juga memakai bahan berkelanjutan, termasuk benang kertas dan tekstil daur ulang. Detail itu menambah bobot pada tampilan: daya tarik visual berjalan berdampingan dengan pilihan material yang punya pertimbangan tersendiri.

Yoshi membawa sisi struktural ke runway

Yoshi Sudarso melengkapi nuansa Descendants of the Sun dengan pendekatan busana yang berbeda. Ia mewakili serial tersebut dalam koleksi VALOREN, rancangan Jung Hyo Chan yang mengusung refined deconstruction melalui siluet struktural, detail eksperimental, potongan berani, dan pola tiga dimensi. Setelan tweed lime yang dikenakannya terdiri atas blazer terbuka tanpa lapisan dalam, tepi berumbai, serta celana wide-leg senada. Rambut tersisir ke belakang, kumis tipis, dan sneakers putih menjaga tampilan tetap santai meski bentuk busananya mencuri perhatian. Menurut saya, pilihan ini memberi keseimbangan penting pada peragaan: setelah kelembutan rajut dan drama busana Dian, Yoshi menghadirkan garis yang lebih tegas. Ia bukan sekadar melengkapi trio pemeran; penampilannya memperluas gambaran tentang bagaimana inspirasi Korea dapat diterjemahkan tanpa terpaku pada satu suasana.

Kolaborasi yang punya cerita

Peragaan ini berhasil menggabungkan tiga hal yang kerap sulit disatukan: peringatan satu dekade kolaborasi dua negara, eksplorasi desainer Korea, dan daya tarik pemeran Descendants of the Sun Indonesia. Dian, Eva, dan Yoshi memberi audiens titik masuk yang akrab, sementara koleksi KIMOUI dan VALOREN tetap menawarkan bahasa mode masing-masing. Itulah kekuatan acara ini: referensi budaya pop menarik perhatian, tetapi detail bahan, siluet, dan konstruksi busana memberi alasan untuk terus melihat. Fashion Korea di Jakarta Fashion Week 2027 terasa lebih bermakna karena hadir sebagai percakapan, bukan sekadar tren yang dipindahkan ke panggung lokal. Kesimpulannya, trio pemeran DOTS Indonesia membuat runway punya narasi yang mudah diingat, sedangkan rancangan yang mereka kenakan memastikan momen tersebut tetap berpusat pada mode.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!