Trade Expo sebagai Gerbang Ekspor Furnitur dan Home Decor
Ekspor furniture Indonesia dan produk home decor pasar global adalah upaya terstruktur untuk membawa furnitur, dekorasi rumah, dan kerajinan lokal ke pembeli mancanegara melalui pameran dagang, promosi terkurasi, dan kemitraan jangka panjang antara pemerintah, asosiasi industri, serta UMKM kerajinan rumah yang siap memenuhi standar kualitas internasional. Di panggung inilah Trade Expo Indonesia 2026 (TEI) mengambil peran sebagai gerbang utama. Selama penyelenggaraan TEI ke-41 di ICE BSD City, pemerintah Kota Banjarbaru mencatat sejumlah kesepakatan bisnis strategis dengan buyer luar negeri, menunjukkan bahwa pameran ini bukan sekadar etalase produk, melainkan arena negosiasi nyata dan kontrak B2B yang bisa mengubah skala usaha lokal menjadi pemain ekspor.

Strategi HIMKI: Dari Pavilion ke Target Ekspor Ganda
Kunci utama percepatan ekspor furniture Indonesia adalah menjadikan pavilion furnitur dan dekorasi rumah di TEI sebagai mesin transaksi, bukan hanya panggung pamer. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan memperkuat Furniture & Home Décor Pavilion di Hall 9, dengan tujuan memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, dan menjaga kesinambungan promosi ekspor bersama Kementerian Perdagangan. Di balik itu, dibentuk task force bersama pemerintah untuk menyusun langkah peningkatan ekspor furnitur dan kerajinan, mulai dari promosi internasional, pengembangan desain, keberlanjutan bahan baku, hingga efisiensi logistik. "Target ekspor tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah atau pelaku industri secara sendiri-sendiri" menjadi pernyataan tegas bahwa sinergi adalah strategi, bukan slogan.

Banjarbaru: Bukti Nyata UMKM Kerajinan Rumah Menembus Buyer Global
Jika pavilion HIMKI adalah mesin, maka Banjarbaru adalah contoh bagaimana UMKM kerajinan rumah bisa memanfaatkannya. Pemerintah kota ini secara aktif mendorong UMKM dan komoditas lokal menembus pasar internasional melalui TEI ke-41. Salah satu capaian penting datang dari sektor industri kreatif dan kerajinan: Pemko memfasilitasi kerja sama antara Dina Desiana, Founder PT Shanum Shezan Innovation, dengan Ismawan Amir dari GAMAR Furniture Pte Ltd untuk pengadaan produk home decor berbasis daur ulang limbah tekstil. Fokus pada produk ramah lingkungan dan dekorasi rumah berkelanjutan menunjukkan bahwa home decor pasar global kini menuntut narasi hijau, bukan sekadar estetika. Kesepakatan B2B seperti ini membuktikan bahwa ketika pemerintah daerah hadir sebagai fasilitator, UMKM tidak lagi berdiri sendiri di tengah kompleksitas negosiasi internasional.

Trade Expo Indonesia 2026: Laboratorium Pasar untuk UMKM
Trade Expo Indonesia 2026 adalah laboratorium pasar tempat UMKM menguji kesiapan ekspor mereka. Selama lima hari penyelenggaraan, Furniture & Home Décor Pavilion dikunjungi calon pembeli dari berbagai negara, dengan minat pada furnitur indoor-outdoor, produk rotan, lampu, hingga kerajinan kayu. Di sisi lain, Banjarbaru memanfaatkan momentum yang sama untuk mendorong UMKM lokal go international dan memperkuat reputasi produk unggulan daerah di panggung global. Namun, HIMKI menekankan bahwa keberhasilan pameran tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung; relevansi buyer, potensi transaksi, kunjungan pabrik, dan keberlanjutan hubungan bisnis menjadi indikator yang lebih penting. Artinya, TEI berfungsi sebagai filter: hanya UMKM yang siap dengan kualitas, kapasitas, dan konsistensi yang akan naik kelas menjadi eksportir berkelanjutan.
Kolaborasi Industri Kreatif dan Penguatan UMKM: Jalan Menuju Target Ekspor
Industri kreatif dan UMKM kerajinan rumah tidak akan otomatis menjadi pemain ekspor tanpa ekosistem kolaboratif. Capaian Banjarbaru di sektor industri kreatif dan kerajinan menunjukkan bahwa kerja sama terarah antara pelaku kreatif, pemerintah daerah, dan buyer internasional dapat menghasilkan kesepakatan strategis yang mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka jalan bagi UMKM lain untuk go international. Di tingkat nasional, HIMKI mendorong dukungan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang siap memasuki pasar internasional, sekaligus memperkuat kerja sama dengan lembaga pendidikan dan mitra strategis untuk pengembangan desain, talenta, dan riset. Jika strategi ini dijalankan konsisten—pavilion yang kuat, kurasi ketat, dan pembinaan UMKM—maka ekspor furniture Indonesia dan produk home decor tidak sekadar mengejar angka, tetapi membangun posisi jangka panjang di pasar global.






