Privasi tidak selesai dengan lampu indikator
Kacamata pintar berkamera adalah perangkat yang menggabungkan fungsi kacamata dengan kamera dan fitur AI, sehingga pemakainya dapat merekam atau memotret tanpa memegang telepon. Justru kemudahan itulah yang membuat privasi kacamata pintar menjadi persoalan bersama, bukan sekadar urusan pemilik perangkat. Pada 3 November 2026 di Jakarta, Country Director Meta Indonesia Pieter Lydian menjelaskan bahwa kacamata AI Meta memakai lampu indikator yang menyala ketika kamera digunakan, sebagai tanda bagi orang di sekitar. Kamera dan indikator dirancang saling terhubung; jika indikator dirusak, kamera tidak berfungsi. Mekanisme ini memberi orang lain petunjuk visual, tetapi tidak otomatis menjamin mereka sempat melihatnya atau dapat menolak direkam. Karena kamera berada di bingkai kacamata dan merekam dari sudut pandang pemakai, kenyamanan orang sekitar harus diperlakukan sebagai bagian dari desain privasi, bukan catatan tambahan setelah produk dipasarkan.
Meta patut dipuji karena memilih indikator yang tidak mudah dipisahkan dari kamera. Namun, langkah teknis semacam itu adalah batas minimum, bukan jawaban penuh atas persoalan persetujuan. Orang yang masuk ke dalam rekaman bisa saja tidak menyadari tanda tersebut, sementara gambar dan video berpotensi beredar di luar kendali mereka. Perlindungan yang efektif perlu menggabungkan rancangan perangkat, pemahaman pengguna, dan aturan jelas tentang lokasi serta keadaan ketika perekaman patut dilarang.

Inggris mulai menguji batas penggunaan
Pemerintah Inggris sedang mengkaji pembatasan smart glasses di lingkungan tertentu, termasuk kemungkinan membatasi penjualan kepada kelompok pengguna tertentu. Menteri Safeguarding Satvir Kaur mengatakan manfaat perangkat perlu ditimbang dengan dampak buruknya. Pembahasan ini menguat di tengah penolakan publik terhadap kacamata berkamera, termasuk Ray-Ban Meta yang mendapat julukan “kacamata cabul” dalam perdebatan privasi. Di Inggris dan Wales, kacamata Meta baru-baru ini dilarang di ruang sidang; perangkat dapat disita selama pemakainya berada di sana dan dikembalikan setelah keluar. Larangan di ruang sidang penting karena menunjukkan bahwa aturan smart glasses dapat dimulai dari tempat yang menuntut kerahasiaan dan ketertiban, bukan harus menunggu larangan menyeluruh di semua ruang publik.
Kekhawatiran juga melampaui ruang sidang. Anggota parlemen Anne Sabina menyampaikan laporan tentang perempuan yang mendapati video diri mereka tersebar setelah direkam tanpa sepengetahuan atau persetujuan. Pada saat yang sama, layanan kesehatan nasional dan departemen pendidikan Inggris sedang meninjau kebijakan masing-masing. Ini langkah yang lebih masuk akal daripada menganggap semua penggunaan sama: kebutuhan merekam untuk tujuan tertentu tidak menghapus hak orang lain atas ruang aman. Pembatasan penjualan mungkin lebih kontroversial, tetapi wajar dikaji jika risiko tidak dapat ditangani hanya dengan imbauan kepada pemakai.
Manfaat nyata, aturan yang harus terarah
Pelarangan total juga berisiko mengabaikan manfaat yang diakui pemerintah Inggris: kamera dan layar pada kacamata pintar dapat membantu penyandang disabilitas penglihatan menavigasi lingkungan. Karena itu, kebijakan sebaiknya membedakan fungsi dan tempat penggunaan, alih-alih menilai perangkat semata-mata dari keberadaan kameranya. Pilihan kacamata pintar tanpa kamera, seperti model audio yang disebut dalam pemberitaan, juga menunjukkan bahwa sebagian fungsi dapat dipertahankan tanpa risiko perekaman visual. Bagi pengguna biasa, perbedaan itu penting: aturan yang tepat dapat menjaga akses terhadap fitur bantu sekaligus mengurangi kemungkinan orang direkam diam-diam.
Inggris belum menetapkan keputusan akhir, sementara lembaga kesehatan dan pendidikan masih meninjau kebijakan. Negara dan institusi lain juga telah mengambil langkah atau sedang meneliti pembatasan, sehingga arah berikutnya kemungkinan berupa aturan berbeda menurut konteks. Sikap terbaik bukan menerima begitu saja janji perlindungan dari produsen, ataupun melarang semua perangkat tanpa pengecualian. Standar yang dapat ditegakkan harus menjelaskan kapan kamera wajib dimatikan, bagaimana tanda perekaman disampaikan, dan perlindungan apa yang berlaku bagi orang yang direkam. Privasi kacamata pintar bergantung pada jawaban praktis itu—bukan hanya pada lampu kecil di bingkai.








