Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Produk Legendaris Hidup Kembali Lewat Dapur Para Chef

Produk Legendaris Hidup Kembali Lewat Dapur Para Chef
Minat|Memasak

Unlock the Legend: Saat Heritage Brand Masuk Dapur Modern

Kampanye Legendary Chefs – Unlock the Legend adalah inisiatif FKS Food yang menghubungkan produk legendaris Indonesia dengan keahlian chef profesional untuk menciptakan inovasi kuliner tradisional yang relevan bagi konsumen masa kini, sekaligus menghidupkan kembali merek makanan klasik melalui cerita, teknik, dan kreasi yang bisa dicoba langsung di dapur rumah maupun usaha kuliner.

Langkah FKS Food ini berangkat dari kesadaran bahwa kampanye heritage brand tidak cukup hanya bernostalgia, tetapi harus menunjukkan alasan kenapa produk lama masih pantas mendapat tempat di meja makan hari ini. Dengan menggelar campaign Legendary Chefs – Unlock the Legend di Summarecon Mall Serpong pada 4–6 September 2026 dan menghadirkan Chef Petty Elliott serta Chef Budiono Sukim, perusahaan secara terang mengirim pesan: warisan rasa bukan barang museum, melainkan bahan hidup yang bisa terus diolah ulang. Alih-alih sekadar memajang sejarah, mereka membawa dapur profesional ke depan publik dan menjadikan konsumen saksi proses kreatif di balik produk legendaris Indonesia.

Produk Legendaris Hidup Kembali Lewat Dapur Para Chef

Kolaborasi Chef Profesional: Dari Pabrik ke Piring Rumah Tangga

Inti kekuatan kampanye ini adalah kolaborasi chef profesional yang menjembatani dunia industri pangan dengan keseharian konsumen. Chef Petty Elliott dan Chef Budiono Sukim memperlihatkan cara mengolah sejumlah produk FKS Food menjadi kreasi makanan yang dapat dibuat dan dinikmati di rumah, membawa teknik dapur profesional lebih dekat ke masyarakat. Di sini terlihat jelas bahwa kolaborasi chef profesional bukan sekadar gimmick panggung, tapi upaya mengajarkan ulang cara melihat mi kering, bihun, atau bahan klasik lain sebagai medium kreatif, bukan hanya isi rak dapur.

VP Marketing FKS Food, Andri Riyadi, menegaskan tujuan tersebut dengan menyatakan bahwa melalui Legendary Chefs mereka ingin menginspirasi semua orang agar produk ini menjadi lebih dekat ke masyarakat dan dapat dinikmati di rumah. Kampanye tidak berhenti di demo masak; kompetisi memasak, games, product experience, aktivitas kuliner, dan doorprize memberi ruang bagi konsumen untuk bereksperimen sendiri. Pendekatan ini cerdas: ketika konsumen belajar memakai bahan klasik dengan cara baru, mereka bukan hanya membeli merek makanan klasik, tetapi ikut membangun makna baru di sekelilingnya.

Portofolio Merek Legendaris: Nostalgia yang Dipaksa Relevan

FKS Food Sejahtera punya modal besar berupa portofolio brand legendaris yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai kategori—snacking melalui Taro, Mie KremezZ, dan Bihunku; candy melalui Gulas; serta cooking food melalui Tanam Jagung, Superior, dan Ayam 2 Telor. Banyak di antara produk ini sudah puluhan tahun dikenal, bahkan ada yang berusia lebih dari 60 tahun. Namun usia panjang tidak otomatis menjamin relevansi. Tanpa inovasi kuliner tradisional, merek-merek ini berisiko membeku sebagai sekadar memori masa kecil, bukan pilihan belanja hari ini.

Di sinilah strategi menghidupkan kembali brand lama lewat kampanye heritage brand masuk akal. Perseroan berupaya menghidupkan kembali sejumlah merek lamanya melalui inovasi dan pendekatan yang lebih relevan dengan selera konsumen masa kini. Kampanye Legendary Chefs mempertemukan produk-produk Legendary Brands dengan keahlian chef profesional melalui kreasi kuliner yang relevan dengan selera sekarang, sekaligus memberi inspirasi baru dalam mengolah bahan yang familiar menjadi hidangan lebih kreatif. Pendekatan ini memaksa nostalgia bekerja keras: bukan hanya mengingat rasa, tapi membuktikan bahwa produk legendaris Indonesia masih sanggup mengikuti ritme tren kuliner kekinian.

Dampak Bisnis: Bukti Bahwa Cerita Lama Bisa Menggerakkan Angka Baru

Pendekatan emosional terhadap heritage brand ternyata beriringan dengan pergerakan angka yang cukup sehat. PT FKS Food Sejahtera Tbk. (AISA) membukukan penjualan neto Rp1,05 triliun pada semester I/2026, meningkat 10,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp951,7 miliar. Peningkatan penjualan terutama ditopang kelompok produk makanan ringan yang mencapai Rp675,76 miliar, naik dari Rp601,39 miliar, sementara penjualan makanan pokok meningkat menjadi Rp446,6 miliar dari Rp406,23 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa ketika merek makanan klasik diberi cerita baru dan konteks modern, konsumen merespons bukan hanya dengan likes di media sosial, tapi dengan keranjang belanja.

Menariknya, kampanye ini tidak hanya menyasar konsumen rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kuliner, food vendors, dan food services yang memakai produk FKS Food dalam aktivitas sehari-hari. Artinya, Unlock the Legend bukan sekadar pesta nostalgia di mal, melainkan strategi memperluas jangkauan pasar dari skala dapur rumah hingga dapur komersial. Meski laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp43,3 miliar menjadi Rp41,92 miliar, arah gerak penjualan menunjukkan bahwa perusahaan sedang membangun fondasi jangka panjang: memposisikan produk legendaris sebagai bahan baku terpercaya bagi generasi baru pelaku kuliner.

Kesimpulan: Masa Depan Rasa Ada di Persimpangan Tradisi dan Kreativitas

Pada akhirnya, kampanye Legendary Chefs – Unlock the Legend menunjukkan satu hal penting: masa depan produk legendaris Indonesia bergantung pada keberanian menggabungkan nilai historis brand dengan inovasi kuliner tradisional yang relevan. Dengan membawa chef profesional ke depan konsumen dan melibatkan mereka dalam kreasi menggunakan Taro, Mie KremezZ, Bihunku, Gulas, Tanam Jagung, Superior, dan Ayam 2 Telor, FKS Food mengubah cara kita memandang merek makanan klasik—bukan sebagai warisan yang harus disakralkan, tapi sebagai bahan hidup yang boleh dan bahkan perlu diinterpretasi ulang.

Pendekatan ini patut dibaca sebagai ajakan bagi pelaku industri pangan lain: heritage brand tidak cukup mengandalkan memori; ia membutuhkan cerita baru, kolaborasi chef profesional, dan kedekatan nyata di dapur rumah maupun bisnis. Konsumen modern ingin rasa yang akrab sekaligus mengejutkan, dan strategi Unlock the Legend menjawab ketegangan itu dengan cukup meyakinkan. Jika tren ini berlanjut, kita bisa berharap lebih banyak merek lama keluar dari bayang-bayang masa lalu dan kembali berdialog dengan generasi baru lewat piring makan, bukan sekadar melalui iklan yang bernostalgia.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!