Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Awet Muda Bukan Soal Terlihat Muda: Cara Selebriti Mengubah Makna Penuaan

Awet Muda Bukan Soal Terlihat Muda: Cara Selebriti Mengubah Makna Penuaan
Minat|Perawatan Kulit

Awet Muda Bukan Efek Filter, Tapi Cara Pandang

Awet muda adalah cara memaknai penuaan sehat sebagai proses menerima perubahan tubuh dan wajah sambil menjaga kualitas hidup, kesehatan mental, dan kepercayaan diri, bukan sekadar usaha menghapus keriput dengan berbagai prosedur kosmetik ataupun operasi plastik. Di tengah budaya yang kerap mengagungkan tampilan tanpa cela, sejumlah selebriti mulai menawarkan healthy aging mindset yang lebih membumi. Mereka menggeser fokus dari obsesi tampak 20-an selamanya, menuju kecantikan di usia 50an yang selaras dengan kenyataan tubuh. Poin pentingnya: awet muda alami bukan berarti menolak tua, melainkan memilih bagaimana ingin menjalani masa tua dengan lebih sehat, aktif, dan bahagia. Perspektif ini menantang standar kecantikan lama yang menekan perempuan untuk terus terlihat “awet” dengan cara yang sering kali melelahkan, baik fisik maupun batin.

Awet Muda Bukan Soal Terlihat Muda: Cara Selebriti Mengubah Makna Penuaan

Diana Pungky: Versi Terbaik Diri, Bukan Ilusi Wajah 20-an

Pengalaman Diana Pungky memperlihatkan bahwa istilah awet muda bisa diartikan jauh lebih dewasa. Dalam sebuah forum sains dan kecantikan, ARUNA International Summit 2026 bersama SCITON, ia menjelaskan bahwa tujuan perawatan dirinya bukan untuk melawan pertambahan usia, melainkan menjaga diri agar tetap menjadi versi terbaik sesuai tahap hidup yang sedang ia jalani. Sejak usia 20-an ia konsisten merawat kulit, yang ia sebut sebagai investasi jangka panjang untuk dirinya sendiri.

Pernyataan “Bukan aku takut tua, tapi lebih ke versi terbaik di umurku sekarang” menjadi ringkasan tajam dari healthy aging mindset yang ia pegang. Bagi Diana, kecantikan di usia 50an tidak lagi tentang menghapus setiap kerutan demi tampak seperti 20-an, tetapi tentang lifting seperlunya, menjaga kebugaran, dan menerima karakter alami wajah. Fokusnya bergeser dari ilusi kemudaan menuju rasa nyaman pada diri sendiri.

Denada: Penuaan Sehat dengan Cilok, Seblak, dan Gorengan

Pendekatan Denada di usia 47 tahun memberi warna lain pada konsep penuaan sehat. Saat ditemui di sebuah acara di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat (4/9/2026), ia menegaskan bahwa setua apa pun, seseorang tetap akan menua meski melakukan perawatan hingga operasi plastik. Ia bahkan dengan lugas berkata, “Mau aku oplas sejuta kali juga tetap akan menua”.

Yang menarik, Denada tidak mengidolakan pola hidup super ketat. Ia masih menikmati cilok, seblak, dan gorengan, sekaligus memegang prinsip balance sebagai kunci hidup sehat. Baginya, hidup sehat tidak boleh mematikan kebahagiaan sederhana seperti makanan favorit. Ia tetap berolahraga, menjaga asupan, dan merawat kulit, namun tanpa kehilangan sisi menyenangkan dari hidup. Tujuannya jelas: memasuki usia tua dalam kondisi sehat, aktif, dan bahagia, termasuk sanggup Zumba dua jam dengan tubuh bugar. Inilah wujud penuaan sehat yang berpihak pada realitas, bukan ekstrem diet dan larangan yang melelahkan.

Dari Anti-Aging ke Acceptance: Pergeseran Filosofi Selebriti

Kisah Diana dan Denada mengisyaratkan pergeseran penting dalam cara selebriti memaknai awet muda alami. Jika dulu anti-aging identik dengan “menghapus” tanda umur, kini keduanya menunjukkan bahwa menua tidak dapat dihentikan, tetapi cara menjalaninya tetap menjadi pilihan pribadi. Diana menempatkan kecantikan sebagai proses personal; setiap orang berhak mendefinisikan versi terbaik penampilannya sendiri, termasuk saat usia terus bertambah.

Di sini acceptance dan self-love bukan slogan kosong, melainkan sikap konkret: berani mengakui bahwa usia bertambah, namun tetap merawat diri untuk diri sendiri, bukan demi validasi orang lain. Istilah “awet muda” dalam konteks ini bergeser menjadi upaya menjaga kebugaran, merawat penampilan, dan menerima perubahan diri secara realistis. Healthy aging mindset yang mereka tunjukkan mengundang perempuan untuk berhenti memusuhi penuaan dan mulai berteman dengan tubuh yang berubah.

Healthy Aging Mindset: Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Filter Wajah

Apa benang merah dari filosofi penuaan dua figur publik ini? Jawabannya: penuaan sehat berarti memprioritaskan kualitas hidup, kesehatan mental, dan kepercayaan diri di atas obsesi tampilan. Denada menegaskan bahwa menjaga penampilan hanyalah bagian dari tujuan lebih besar, yaitu menua dalam kondisi sehat, aktif, dan bahagia. Sementara pada pengalaman Diana, awet muda berkaitan dengan konsistensi merawat diri sambil menerima perubahan alami tubuh.

Kecantikan di usia 50an yang mereka tampilkan tidak lagi menuntut kulit tanpa garis, melainkan tubuh yang masih bisa bergerak, pikiran yang lebih tenang, dan hubungan yang lebih ramah dengan cermin. Healthy aging mindset seperti ini layak diadopsi, karena mengembalikan kontrol ke tangan masing-masing individu. Bukan tugas teknologi, filter, atau pisau bedah untuk membuat kita damai dengan penuaan; itu tugas cara pandang. Menjadi awet muda, pada akhirnya, adalah soal keberanian untuk menua dengan sadar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!