Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lacoste Hadirkan Sneaker Bertumit Bola Tenis di Paris Fashion Week

Lacoste Hadirkan Sneaker Bertumit Bola Tenis di Paris Fashion Week
Minat|Rilis Tren

Sneaker Bertumit Bola Tenis: Saat Heritage Menjadi Pernyataan Gaya

Sneaker bertumit bola tenis Lacoste adalah rancangan alas kaki kontemporer yang memadukan konstruksi sneaker klasik dengan elemen bola tenis pada bagian tumit, menghadirkan interpretasi baru yang playful terhadap warisan olahraga dan menjadikannya sebagai objek fashion yang berani sekaligus fungsional bagi penggemar gaya sporty modern.

Inti cerita koleksi ini bukan sekadar bentuk sepatu yang unik, melainkan keputusan berani Lacoste menjadikan Roland Garros sebagai panggung fashion dan menjadikan sneaker tenis Lacoste dengan tumit bola tenis sebagai simbol arah kreatif baru. Lapangan tanah liat di Court Philippe-Chatrier diubah menjadi catwalk untuk peragaan koleksi Spring-Summer 2027, bertajuk “Dress Code: Beyond White”, dalam rangkaian koleksi Paris Fashion Week pada 4 Oktober 2026. Di sini, Lacoste seakan menyatakan bahwa masa depan brand ada tepat di pertemuan antara memori kompetisi grand slam dan imajinasi fashion kontemporer.

Lacoste Hadirkan Sneaker Bertumit Bola Tenis di Paris Fashion Week

Roland Garros Fashion Show: Catwalk di Jantung Sejarah Tenis

Menggelar Roland Garros fashion show bukan langkah kosmetik; ini adalah strategi storytelling yang cerdas. Ketika lapangan tenis tanah liat ikonis itu berubah menjadi catwalk untuk peragaan Lacoste Spring-Summer 2027, garis antara pertandingan dan peragaan menjadi kabur. Alih-alih memasukkan tenis ke dalam studio, Lacoste membawa dunia fashion kembali ke rumah asal inspirasinya.

Brand yang didirikan pada 1933 oleh atlet pemegang 12 titel grand slam René Lacoste ini memilih kembali ke akar justru ketika industri sibuk mengejar futurisme kosong. Sekitar 50 set busana bernuansa sporty dengan napas urban dan kontemporer berjalan di atas tanah liat, membuat koleksi Paris Fashion Week ini terasa seperti pertandingan gaya penuh set dan tie-break kreatif. Pernyataan yang bisa dikutip dari momen ini: “Lacoste mengingatkan bahwa fashion paling kuat lahir dari konteks, bukan sekadar kostum.”

Inovasi Desain Olahraga: Dari Raket ke Tumit Bola Tenis

Musim ini, Pelagia Kolotouros memindahkan pusat eksperimen Lacoste ke ranah footwear, dan di sinilah inovasi desain olahraga tampil paling jelas. Heels dengan lapisan rongga-rongga yang menyerupai permukaan raket tenis atau net lapangan memberi rasa futuristis, diperkuat lacing asimetris dan palet metalik yang agresif. Ini bukan dekorasi, melainkan upaya menerjemahkan bahasa teknis tenis ke dalam struktur sepatu.

Namun bintang utama jelas ACE-T1 yang mendapatkan face-lift radikal: tumitnya kini berupa bola tenis. Transformasi itu menjadikan sneaker tenis Lacoste ini bergerak dari sekadar produk menjadi ikon visual. Referensinya mungkin mengingatkan pada heels custom yang pernah dipakai aktris papan atas, tetapi di tangan Lacoste, bola tenis di tumit berubah menjadi manifesto: tenis bukan lagi motif, melainkan arsitektur desain. Tidak heran muncul spekulasi bahwa variasi sepatu ini bisa mengikuti jejak tas Lenglen yang sempat viral.

Pelagia Kolotouros dan Evolusi Narasi Tenis Lacoste

Di bawah arahan kreatif Pelagia Kolotouros, Lacoste menjauh dari nostalgia steril dan memilih mengolah heritage menjadi narasi baru. Dalam koleksi inauguralnya pada 2024, ia sudah mengguncang dengan Lenglen Bag yang terinspirasi rok tenis lipit sebagai penghormatan pada Suzanne Lenglen, tokoh yang pernah mengubah aturan berpakaian tenis perempuan. Koleksi terbaru ini terasa seperti bab lanjutan dari cerita yang sama: bagaimana mengubah aturan sekali lagi, tetapi kali ini di runway.

Identitas brand yang “menggabungkan warisan olahraga, khususnya tenis, dengan pendekatan fashion kontemporer” kembali terlihat jelas dalam koleksi Spring-Summer 2027. Perbedaan pentingnya, kini fokus diarahkan ke kaki: sneakers, heels berinspirasi raket, dan ACE-T1 bertumit bola tenis membentuk trilogi desain yang menyatukan fungsi, memori, dan humor. Di tengah pasar sneaker yang penuh kolaborasi bising, Lacoste mengambil rute lain: menggali arsip sendiri dan menulis ulangnya dengan bahasa desain yang tegas.

Ahn Yujin, K-Pop, dan Jembatan Menuju Audiens Asia

Kehadiran Ahn Yujin dari grup IVE sebagai global ambassador dalam show ini bukan pelengkap, melainkan strategi terukur untuk menjangkau audiens Asia. Ia sudah menjalin hubungan dengan rumah mode tersebut sejak 2024, dan kehadirannya di barisan depan Roland Garros mengirim pesan bahwa Lacoste memahami kekuatan budaya K-pop sebagai jembatan lintas pasar.

Yujin tampil dengan gaya yang memadukan karakter sporty khas Lacoste dengan sentuhan elegan, mengenakan jaket abu-abu, atasan putih, dan celana hitam, memberi kesan sederhana tetapi sophisticated. Menariknya, ia juga mendapat kehormatan mengenakan versi cokelat dari heels berinspirasi raket tenis, sehingga ikut menjadi bagian dari narasi inovasi desain olahraga yang dibangun Pelagia. Sementara ia menyiapkan mini album “Revive+” bersama IVE, tampil di koleksi Paris Fashion Week ini menguatkan posisinya sebagai figur fashion global yang bergerak luwes antara panggung musik dan runway.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!