Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Hobi Iseng hingga Karier: Tiga Jalan Monetisasi di TikTok

Dari Hobi Iseng hingga Karier: Tiga Jalan Monetisasi di TikTok
Minat|Aplikasi Ponsel

TikTok Bukan Lagi Hiburan: Ia Sudah Menjadi Lahan Karier

Monetisasi konten TikTok adalah proses mengubah aktivitas kreatif di platform, seperti membuat video, live streaming, gaming, hingga affiliate marketing, menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan melalui berbagai fitur resmi TikTok dan kerja sama komersial dengan brand maupun agensi, sehingga kreator mampu membangun karier dari TikTok dengan basis komunitas yang loyal dan strategi konten yang terarah. TikTok hari ini bukan sekadar tempat joget atau hiburan pendek; ia sudah menjadi ekosistem kerja baru. Tiga kisah kreator TikTok sukses yang dibahas dalam artikel ini menunjukkan bahwa jalan menuju live streaming penghasilan tidak tunggal: ada jalur gaming, jalur affiliate, dan jalur live di ruang publik. Polanya sama: mulai dari nol, menantang pandangan sinis, lalu mengubah konsistensi menjadi karier. Pertanyaannya bukan lagi apakah TikTok bisa jadi sumber nafkah, melainkan apakah calon kreator mau memperlakukannya sebagai pekerjaan serius.

Cikibul: Dari Cermin Murah ke Panggung Gaming Internasional

Perjalanan Rian Nugroho alias Cikibul meruntuhkan mitos bahwa kreator gaming butuh studio mahal untuk berhasil. Pria kelahiran 2000 ini baru mulai serius menjadi kreator konten pada 2022, berawal dari konten sederhana seputar game Mobile Legends: Bang Bang yang perlahan membangun komunitas hingga ia dikenal luas sebagai kreator gaming dan streamer. Alih-alih menyerah pada keterbatasan, Rian mengaku pernah bermodal cermin sebagai alat bantu membuat konten dan melakukan live streaming di awal kariernya. Hari ini, profil TikTok @cikibulmecca telah memiliki sekitar 1,3 juta pengikut dan mengumpulkan lebih dari 29 juta likes. Salah satu kutipan paling jujur darinya adalah, “Dulu banyak yang enggak percaya, bahkan ada yang meremehkan. Setelah sekarang mulai ada hasilnya, baru banyak yang tahu dan memberikan apresiasi”. Capaian itu bahkan membawanya meraih peringkat ketiga dalam sebuah kategori TikTok dan berkesempatan mengikuti rangkaian TikTok LIVE Fest di Thailand. Karier dari TikTok baginya bukan hanya soal angka, tetapi bukti bahwa disiplin mengolah gaming content yang menghibur—dibantu elemen cosplay dan sikap positif terhadap komentar negatif—bisa menjelma sumber penghasilan utama untuk keluarganya.

Dari Hobi Iseng hingga Karier: Tiga Jalan Monetisasi di TikTok

Bunda Shantie: Hobi Iseng Pandemi Berubah Jadi Bisnis Multi-Platform

Kalau Cikibul datang dari dunia gaming, Bunda Shantie adalah contoh jelas bagaimana aktivitas iseng saat pandemi bisa berkembang menjadi karier multi-level di TikTok. Berawal dari sekadar iseng bermain TikTok saat pandemi COVID-19, ia kini menjelma menjadi kreator konten, affiliate creator, kreator TikTok One, sekaligus pemilik agensi live TikTok. Perjalanannya dimulai pada 2020 ketika ia yang baru sekitar enam bulan tinggal di Bali membuka akun TikTok untuk mengisi waktu di tengah pembatasan aktivitas. Dari sekadar membuat akun, ia lalu mencoba live streaming hingga menarik perhatian seorang rekruter agensi live yang menawarkan kerja sama berkali-kali. Di titik ini terlihat jelas bahwa monetisasi konten TikTok bergantung pada keberanian mengambil peluang: dari talent live yang sering ikut PK dan pernah menjadi juara pertama di agensi serta masuk 10 besar PK Legend, hingga memahami ekosistem dan membangun agensi sendiri. Setelah cukup lama berkecimpung di dunia live streaming, Bunda Shantie masuk ke jalur affiliate TikTok dengan strategi sederhana namun efektif: memakai produk yang sudah ada di rumah karena belum ada endorsement dan tetap konsisten membuat video. Ketika program TikTok Shop kembali dibuka, ia kembali aktif mengajukan sample produk dan akhirnya direkrut sebuah agensi untuk bergabung dengan TikTok Creative Challenge Batch 2 pada Desember 2023, yang kemudian bermigrasi menjadi TikTok One pada 2025. Model kariernya menunjukkan bahwa satu akun bisa memadukan beberapa sumber live streaming penghasilan sekaligus: fee talent, komisi affiliate, dan manajemen agensi.

Bang Wen dan Komunitas Jalanan: Live Streaming Jadi “Ngamen” Era Digital

Jika dua kisah sebelumnya tumbuh dari ruang kamar dan studio sederhana, cerita Bang Wen memperlihatkan wajah lain TikTok: ruang publik sebagai panggung monetisasi. Di Babakan Siliwangi, Bandung, mengamen dengan bernyanyi di perempatan bergeser ke siaran langsung; seiring perkembangan zaman dan akses ke media sosial yang makin mudah, mengamen sekarang juga banyak dilakukan secara daring melalui platform TikTok. Bang Wen, pemuda 27 tahun, menjadi salah satu streamer di lokasi tersebut, bergabung dengan komunitas Streamer On The Street Baksil yang setiap pagi berdiri di depan dua hingga tiga ponsel di atas tripod, lengkap dengan mixer atau sound card sebagai penunjang mereka bernyanyi. Ia berangkat dari rumah jam 5 pagi dan sekitar pukul 06.00 sudah menyapa pengikut lewat akun @bangwennn159. Praktik ini menunjukkan bentuk lain karier dari TikTok: live streaming penghasilan lahir dari gift penonton dan dukungan komunitas, menggantikan recehan jalanan dengan reward digital yang bisa lebih stabil dan aman. Secara sosial, model “ngamen online” ini menantang stereotip pengamen dan membuktikan bahwa kreativitas rakyat biasa punya ruang di ekosistem kreator TikTok sukses.

Tiga Jalur, Satu Pesan: Perlakukan TikTok Sebagai Pekerjaan Nyata

Tiga kisah di atas membuka gambaran jelas tentang lanskap monetisasi konten TikTok. Cikibul membuktikan bahwa gaming content bisa tumbuh dari peralatan seadanya hingga panggung internasional, selama kreator mau membangun komunitas, menjaga hiburan lewat cosplay, dan menjadikan live sebagai sumber nafkah. Bunda Shantie menunjukkan jalur lain: mulai dari live iseng saat pandemi, menjadi talent, masuk kompetisi PK, lalu merambah affiliate marketing, bergabung dengan TTCC dan TikTok One, serta akhirnya mengelola agensi sendiri yang menghidupi kreator lain. Bang Wen dan komunitas Baksil memperlihatkan bahwa bahkan aktivitas tradisional seperti mengamen bisa bertransformasi menjadi live streaming penghasilan di ruang publik lewat ponsel dan koneksi internet. Pesannya tajam: karier dari TikTok bukan milik mereka yang punya modal besar, tapi milik yang berani konsisten, mengabaikan cemoohan, dan memperlakukan platform sebagai pekerjaan, bukan pengisi waktu. Di tengah banyaknya narasi negatif soal media sosial, tiga kreator TikTok sukses ini adalah bukti nyata bahwa ketika kreativitas bertemu ketekunan, hobi iseng pun bisa berbuah karier berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!