Hujan deras membawa dampak meluas
Banjir adalah genangan yang terjadi ketika air meluap ke permukiman dan jalan, mengganggu kegiatan sehari-hari serta menuntut pemantauan cepat saat hujan belum reda. Di Aceh Selatan, hujan berintensitas sedang hingga lebat pada Sabtu (24/10/2026) memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Peristiwa ini memperlihatkan betapa cepat hujan lebat Aceh dapat mengubah kondisi sungai dan akses darat. Dalam laporan awal, banjir tercatat di tiga kecamatan: Kluet Tengah, Kluet Utara, dan Kota Bahagia. Sementara itu, informasi Pusdalops BPBD yang diterima pada Minggu pukul 09.50 WIB menyebut genangan melanda tiga gampong di dua kecamatan: Gunong Pulo dan Krueng Batee di Kluet Utara, serta Mersak di Kluet Tengah. Perbedaan cakupan laporan ini penting: dampak banjir tercatat lebih luas daripada tiga lokasi yang disebut dalam pembaruan tersebut.
Genangan mengganggu permukiman dan jalan
Luapan sungai menggenangi permukiman warga dan badan jalan nasional di beberapa lokasi, sehingga banjir Aceh Selatan bukan sekadar persoalan air di halaman rumah: mobilitas dan aktivitas warga ikut terdampak. Selain Mersak, Gunong Pulo, dan Krueng Batee, laporan penanganan bencana juga mencatat genangan di Gampong Malaka di Kluet Tengah serta Gampong Beutong di Kota Bahagia. Namun, data awal belum merinci jumlah warga terdampak, kerusakan, ketinggian air, ataupun kebutuhan pengungsian. Kekosongan informasi itu membuat pemantauan dan pendataan lanjutan penting, terutama agar bantuan dan langkah keselamatan sesuai kebutuhan lapangan. Pada Minggu (25/10), keadaan di sejumlah titik mulai membaik; air berangsur surut dan aktivitas masyarakat dilaporkan kembali berjalan normal. Meski begitu, surutnya genangan belum menghapus risiko jika hujan deras kembali turun.
Jalur Manggamat dibersihkan, kewaspadaan tetap perlu
Longsor Aceh Selatan juga memutus kelancaran perjalanan: material tanah menutup dua titik di ruas Gunung Manggamat–Kotafajar, sehingga pembersihan akses menjadi kebutuhan mendesak. Di Jalan Gunung Manggamat dan jalur sekitarnya, petugas menggunakan dua armada pemadam kebakaran, satu mobil tangki air milik TNI, satu ekskavator, serta satu backhoe loader untuk menangani material yang menghambat badan jalan. BPBD mengerahkan petugas untuk menilai dan memantau lokasi banjir, sementara tim pemadam kebakaran dari Kluet Tengah dan Kluet Utara turut melakukan asesmen. Pembersihan membantu membuka kembali akses dan mendukung aktivitas warga, tetapi kondisi lereng dan sungai tetap perlu diawasi. Warga di wilayah rawan diimbau waspada jika hujan berintensitas tinggi kembali turun, dan BPBD diminta terus memantau perkembangan genangan. Kesimpulannya, surutnya air dan pembersihan jalan adalah kemajuan, bukan alasan untuk mengendurkan kesiapsiagaan.






