Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Harga Chip Memori Naik, Flagship dan Mid-range Terancam Makin Mahal

Harga Chip Memori Naik, Flagship dan Mid-range Terancam Makin Mahal
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Inti Masalah: AI Berebut Memori, Smartphone Kena Imbas

Kenaikan harga chip memori DRAM dan NAND smartphone adalah kondisi ketika pemasok utama seperti Samsung menegosiasikan tarif baru yang lebih tinggi untuk komponen RAM dan penyimpanan internal, dipicu oleh krisis pasokan memori dan lonjakan permintaan komputasi kecerdasan buatan, sehingga mendorong biaya produksi ponsel naik dan berpotensi berujung pada harga smartphone mahal di tingkat konsumen. Secara praktis, ini berarti setiap gigabyte RAM dan storage yang kita nikmati di smartphone tidak lagi semurah beberapa kuartal lalu. Samsung dikabarkan tengah membahas kenaikan harga chip memori DRAM dan NAND flash sebesar 7–10 persen untuk produsen smartphone. Langkah ini datang di tengah tekanan kuat dari pasar memori AI dan pusat data, sehingga ponsel konsumen ikut terseret dalam persaingan kapasitas produksi. Pertanyaannya bukan lagi apakah harga chip memori naik, melainkan seberapa jauh kenaikan itu akan dirasakan di rak toko.

Mengapa Memori AI Mengerek Biaya DRAM dan NAND Smartphone

Lonjakan permintaan memori untuk kecerdasan buatan dan pusat data mengubah peta bisnis semikonduktor: kapasitas produksi yang dulu banyak dialokasikan ke perangkat konsumen kini bersaing dengan kebutuhan server berperforma tinggi. DRAM dan NAND tidak lagi sekadar komponen smartphone; mereka kini juga menjadi bahan bakar infrastruktur AI. Saat produsen seperti Samsung mengalihkan sebagian kapasitas ke produk memori kelas server dan High Bandwidth Memory, pasokan untuk mobile DRAM dan NAND smartphone makin ketat, dan harga terangkat naik. Laporan menyebut harga kontrak mobile DRAM LPDDR5X pada salah satu kuartal meningkat sekitar 78–83 persen secara kuartalan, lalu masih diperkirakan naik 8–13 persen di kuartal berikutnya. Dengan tekanan sebesar ini di tingkat komponen, wajar jika biaya produksi ponsel ikut merangkak, meski tidak otomatis diterjemahkan satu banding satu ke harga jual.

Harga Chip Memori Naik, Flagship dan Mid-range Terancam Makin Mahal

Seberapa Besar Dampak ke Biaya Pembuatan Flagship dan Mid-range?

Kenaikan harga chip memori naik paling terasa di konfigurasi RAM dan storage besar yang umum di segmen flagship dan mid-range atas. Menurut data Omdia, biaya gabungan RAM dan storage untuk smartphone dengan 8GB RAM dan 256GB penyimpanan melonjak tajam dari satu kuartal ke kuartal berikutnya, dan diperkirakan terus berada di level tinggi pada akhir tahun. Untuk konfigurasi lebih besar seperti 12GB RAM dan 512GB storage, tekanan biaya bahkan lebih berat, sehingga produsen harus berhitung ulang komposisi bill of materials (BOM) mereka. Di flagship, memori berkapasitas tinggi adalah bagian identitas produk, sehingga ruang kompromi lebih sempit. Di mid-range, memori sering dipakai sebagai nilai jual utama, sehingga kenaikan biaya komponen memori bisa memaksa produsen menurunkan kapasitas, mengurangi fitur lain, atau akhirnya mengerek harga smartphone mahal demi menjaga margin.

Apakah Harga Smartphone Benar-Benar Akan Melonjak 10 Persen?

Kenaikan 7–10 persen yang dinegosiasikan Samsung menyasar harga komponen DRAM dan NAND, bukan langsung harga jual smartphone ke konsumen. Di sinilah pentingnya memahami dampak kenaikan harga komponen: produsen punya beberapa cara menahan guncangan. Mereka bisa menyerap sebagian biaya, menegosiasikan ulang kontrak, atau mengatur ulang konfigurasi RAM dan storage pada tiap varian. Ponsel kelas bawah dan sebagian mid-range yang bermain di margin tipis berisiko lebih cepat menaikkan harga atau mengurangi spesifikasi, sedangkan flagship premium punya ruang lebih besar untuk menahan sementara. Namun, jika tren harga memori tinggi bertahan sampai setidaknya paruh pertama 2027 seperti diperkirakan, kemampuan menyerap biaya akan makin terbatas, dan pada titik tertentu, kenaikan biaya hampir pasti diterjemahkan ke harga smartphone mahal di pasaran. Konsumen pada akhirnya akan melihat ponsel dengan RAM besar dan storage luas menjadi semakin tidak bersahabat bagi dompet.

Apa Artinya Bagi Pembeli Flagship dan Mid-range Berikutnya?

Bagi pembeli, dampak kenaikan harga komponen memori terasa paling jelas di ujung atas lini produk: varian dengan RAM dan storage besar kemungkinan menjadi yang pertama menanggung harga lebih tinggi dibandingkan varian dasar. Di segmen flagship, konfigurasi 12GB RAM sudah menjadi standar yang kian umum, sementara penggunaan 16GB RAM menghadapi tekanan biaya karena kenaikan mobile DRAM. Di kelas menengah, RAM 8GB masih menjadi konfigurasi utama, tetapi kenaikan biaya dapat memicu produsen mengalihkan fokus ke varian dengan memori lebih kecil atau memotong fitur lain. Karena belum ada kepastian kapan tekanan harga memori akan mereda sementara permintaan AI terus meningkat, calon pembeli perlu menyadari bahwa "harga wajar" untuk smartphone dengan memori lapang ke depan mungkin berbeda dari patokan beberapa tahun lalu. Memori yang dulu terasa murah sedang berubah menjadi komponen premium.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!