The Skirt: Saat Satu Busana Mengendalikan Seluruh Koleksi
Prada SS27 koleksi bertajuk “The Skirt” adalah sebuah pergelaran womenswear di Milan Fashion Week yang menjadikan rok sebagai fokus tunggal eksplorasi desain, menghadirkan 63 tampilan berbeda untuk menguji ulang fungsi, siluet, dan karakter busana feminin ini melalui permainan bentuk, material, detail, dan styling dari awal hingga akhir pertunjukan. Alih-alih menyebar perhatian ke berbagai potongan, Miuccia Prada dan Raf Simons memilih satu pakaian yang akrab di mata—rok—dan memutarnya dari segala arah. Di Fondazione Prada, Milan, pada 22 September 2026, mereka menunjukkan bahwa satu kategori busana mampu menggerakkan keseluruhan narasi haute couture ketika digarap dengan disiplin konsep dan keberanian eksperimen. Pilihan menjadikan rok Milan Fashion Week sebagai poros desain bukan keputusan estetis semata, melainkan pernyataan: feminin bisa menjadi pusat, bukan pelengkap.

63 Look, Satu Ide Besar: Revolusi Rok ala Miuccia dan Raf
Inti radikal dari Prada SS27 koleksi adalah keputusannya untuk mengunci seluruh gagasan pada rok sebagai parameter ketat, lalu menggunakannya sebagai ruang luas eksplorasi. Melalui 63 look womenswear, Miuccia Prada dan Raf Simons menguji sampai sejauh mana satu busana yang familiar bisa tetap bergerak dan berubah tanpa kehilangan identitasnya. Ragam siluet bermunculan: wrap skirt, pleated skirt, A-line, pencil skirt hingga rok mini, masing-masing dengan proporsi dan volume yang digeser untuk memunculkan karakter berbeda. Menariknya, semua rok dipasangkan dengan atasan yang sengaja dibuat sederhana—bralette, kemeja, sweater—sehingga mata penonton dipaksa berkonsentrasi pada bahasa rok, bukan distraksi styling. Secara konseptual, Prada seolah mengulang manifesto Miuccia di 2006, saat ia menyebut rok setara T-shirt karena serbaguna dan mudah dipadukan, lalu mengangkatnya ke panggung utama musim ini.

Velcro Kristal: Detail Utilitarian yang Naik Kelas Jadi Signature
Jika harus menunjuk satu elemen yang berpotensi menjadi ikon masa depan, jawabannya adalah detail Velcro kristal. Prada menyulap Velcro berukuran besar dari sekadar solusi fastening menjadi titik fokus desain, menghiasnya dengan kristal yang menautkan fungsi utilitarian dengan nuansa feminin. Di segmen yang serba sporty, Velcro tampil sebagai aksen pada rok, lalu diperkaya embellishment sehingga kesan utilitarian berubah menjadi sporty opulence: mewah namun tetap pragmatis dan dinamis. Velcro kristal juga membuka kemungkinan styling aktif—rok bisa diubah atau disesuaikan, embellishment dapat ditampilkan jelas atau sengaja disembunyikan. Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan cara baru memikirkan interaksi pemakai dengan busana. Dengan langkah ini, Prada menggeser tren sebelumnya yang sibuk mengejar kemewahan statis menuju gagasan kemewahan yang bisa dimodifikasi.

Dari Waist Down ke The Skirt: Evolusi Cara Pandang Rok
Keputusan menjadikan rok sebagai bintang utama tidak muncul tiba-tiba. Sejak awal, rok adalah busana favorit Miuccia Prada; pada 2004 ia menggelar pameran interaktif “Waist Down” yang memamerkan deretan rok kreasi rumah mode tersebut. Dua dekade kemudian, jejak pemikirannya kembali dihidupkan. Gagasannya bahwa rok mirip T-shirt karena versatile dan mudah dipadukan menjadi landasan koleksi The Skirt di runway, menunjukkan konsistensi visi lintas musim. Prada juga menantang stereotip: rok sebagai penanda feminin yang jarang diasosiasikan dengan ketangguhan diarahkan menjadi powerful melalui siluet dan styling yang tidak manis berlebihan. Illusi optik material—katun yang tampak seperti kulit atau suede, lipit pseudo pada setelan rok—menguatkan pesan bahwa rok bukan lagi simbol satu dimensi, melainkan medium eksperimen identitas yang kompleks.
Front Row Selebriti dan Pergeseran Fokus Haute Couture
Kehadiran selebriti internasional di front row mempertebal resonansi budaya koleksi ini. Hunter Schafer memilih belted coat yang kalem, berbeda dari citra red carpet-nya yang biasanya berani, dan memantulkan nuansa terkendali dari pertunjukan rok Milan Fashion Week tersebut. Sadie Sink tampil chic dalam gaun halterneck putih dengan sepatu pump abu-abu berdetail kristal, menunjukkan bagaimana detail kristal koleksi berbaur dengan estetika minimalis. Maya Hawke datang santai dalam shorts tailored dan sweater hitam, membuktikan bahwa kehadiran koleksi The Skirt tidak memaksa seragam formal, melainkan membuka ruang gaya personal. Pertunjukan di Fondazione Prada pada 22 September 2026 menandai kembalinya pendekatan eksperimental Miuccia Prada dan Raf Simons dalam ranah haute couture womenswear, dengan pergeseran fokus dari gaun megah ke satu potongan yang kerap diremehkan: rok.







