Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Operator Telekomunikasi Pacu Modernisasi Jaringan untuk Era AI dan Cloud

Operator Telekomunikasi Pacu Modernisasi Jaringan untuk Era AI dan Cloud
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Modernisasi jaringan: syarat wajib di era AI dan cloud

Modernisasi infrastruktur jaringan AI adalah upaya menyeluruh untuk memperbarui perangkat fisik, arsitektur, dan cara pengelolaan jaringan telekomunikasi agar mampu menangani lalu lintas data, komputasi cloud, dan beban kecerdasan buatan yang tumbuh eksponensial, sekaligus menjaga kualitas, keandalan, dan efisiensi operasional.

Langkah InfraNexia dan Telkom memusatkan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan ke satu pengelola bukan sekadar manuver struktural, tetapi pilihan strategis untuk membangun cloud computing infrastructure yang sanggup mengikuti skala AI yang terus naik. Ketika model AI makin besar dan aplikasi cloud-based makin menyebar, beban terbesar ada di lapisan fisik: kabel, router, dan sistem manajemen jaringan. Tanpa modernisasi perangkat jaringan yang agresif, jargon transformasi digital hanya akan berhenti di presentasi rapat. Keputusan untuk segera memodernkan alat produksi setelah pengalihan aset tahap kedua adalah sinyal bahwa operator mulai berpikir seperti penyedia infrastruktur digital masa depan, bukan sekadar penjual kapasitas koneksi.

Spin-off aset Telkom: dari pembukuan ke mesin pertumbuhan

InfraNexia memasuki babak baru setelah pemisahan bisnis dan aset wholesale hyperconnectivity Telkom tahap kedua disetujui pemegang saham independen. Bersamaan dengan pengalihan aset infrastruktur connectivity tahap kedua senilai sekitar Rp49,9 triliun, perusahaan memegang kendali atas lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom. Ini bukan angka kecil; ini adalah konsolidasi tulang punggung jaringan nasional ke satu entitas yang dituntut lincah menjawab era AI dan cloud. "Dengan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom kini dikelola InfraNexia, perusahaan bersiap melakukan modernisasi network untuk menghadapi kebutuhan industri digital yang semakin berkembang".

Secara bisnis, InfraNexia membagi fokus ke dua kelompok utama: wholesale connectivity (wholesale network) dan wholesale FTTX atau wholesale access. Pendekatan ini menunjukkan bahwa infrastruktur jaringan AI dan layanan cloud tidak bisa dilihat sebagai satu produk tunggal, tetapi sebagai spektrum layanan dari tulang punggung (backbone) sampai akses terakhir ke pelanggan. Tantangannya sekarang bukan lagi soal punya aset besar, melainkan apakah aset itu bisa dimonetisasi melalui layanan baru yang relevan dengan AI dan cloud computing infrastructure yang sedang dikejar banyak pelaku industri.

Autonomous network: otak baru jaringan telekomunikasi

Di tengah ledakan trafik data AI dan cloud, mengelola jaringan secara manual adalah resep untuk bottleneck. Karena itu, taruhan paling penting InfraNexia adalah pembangunan autonomous network telekomunikasi sebagai “otak” baru operasi jaringan mereka. Alih-alih hanya membeli perangkat generasi terbaru, mereka berusaha membuat jaringan yang mampu mengatur dirinya sendiri: memantau, mendiagnosis, dan mengoptimalkan kapasitas tanpa menunggu intervensi operator setiap kali ada lonjakan beban.

InfraNexia menyebut autonomous network ini sebagai platform baru yang akan memastikan seluruh infrastruktur semakin cerdas dan mampu memberikan peningkatan layanan. Modernisasi perangkat jaringan, dalam kerangka ini, bukan sekadar penggantian hardware lama, tetapi penyiapan fondasi untuk sistem yang adaptif terhadap pola lalu lintas AI dan cloud yang dinamis. Ketika AI digunakan di semua lini bisnis, mulai dari analitik hingga otomasi, hanya jaringan yang mampu mengelola dirinya yang bisa mengikuti ritme tersebut tanpa terus-terusan tersandung masalah kapasitas dan kualitas layanan.

Menyiapkan jaringan fisik untuk gelombang komputasi masa depan

Pernyataan Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd Rauf, jelas: tantangan mereka adalah segera melakukan modernisasi agar seluruh alat produksi relevan dengan pertumbuhan industri saat ini, termasuk AI dan platform digital berbasis cloud. Modernisasi ini meliputi perangkat dan aset produksi, tetapi yang lebih signifikan adalah cara pengelolaan aset: peningkatan transparansi kinerja serta peluang utilisasi dan monetisasi yang lebih optimal.

Secara opini, langkah ini menempatkan InfraNexia sebagai penentu arah transformasi jaringan, bukan pengikut. Dengan portofolio infrastruktur yang makin besar, mereka punya ruang untuk mempercepat bisnis wholesale sekaligus membangun kemampuan jaringan yang lebih modern dan adaptif. Pertumbuhan kebutuhan terhadap infrastruktur digital dari AI, cloud, dan beragam layanan digital lain bukan ancaman, tetapi peluang bagi operator yang berani memindahkan fokus dari sekadar kapasitas ke kecerdasan jaringan. Jika modernisasi dan pembangunan autonomous network terealisasi dengan eksekusi yang disiplin, infrastruktur yang lahir dari spin-off Telkom ini berpotensi menjadi tulang punggung utama ekosistem digital di masa depan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!