Dari Layar Hiburan ke Otak Rumah Pintar
TV pintar kontrol rumah adalah konsep menjadikan televisi cerdas sebagai pusat kendali rumah pintar, di mana fungsi utamanya tidak lagi hanya menayangkan konten hiburan, tetapi juga mengatur perangkat lampu, AC, tirai, dan perangkat smart home lain melalui integrasi sistem operasi dan aplikasi ekosistem, sehingga TV berperan sebagai Xiaomi smart home hub yang selalu menyala di ruang keluarga dan mudah diakses semua anggota rumah tangga. Pada sesi media preview Xiaomi TV S Mini LED di Jakarta, head of PR Xiaomi Abee Hakiim menegaskan bahwa perusahaan sengaja tetap agresif mengembangkan lini smart TV karena melihat TV sebagai pusat hiburan yang kini berevolusi menjadi pusat ekosistem perangkat yang saling terhubung. Perspektif ini membuat TV bukan sekadar layar besar, tetapi titik gravitasi baru untuk mengatur kehidupan digital di rumah.

HyperOS: TV Sebagai Xiaomi Smart Home Hub
Langkah paling radikal Xiaomi adalah menjadikan TV berbasis HyperOS sebagai pusat kendali rumah pintar. Lewat integrasi HyperOS smart home dan aplikasi Xiaomi Home, pengguna dapat mengakses sekaligus mengendalikan berbagai perangkat pintar langsung dari televisi. Dalam demonstasi, satu TV Xiaomi mampu menyalakan dan mematikan lampu, mengatur suhu pendingin ruangan (AC), serta membuka dan menutup tirai otomatis, tanpa perlu hub terpisah di ruang lain. Ini mengubah TV menjadi konsol komando yang selalu terlihat di ruang utama. Selain itu, TV dapat menerima casting layar laptop untuk rapat atau presentasi, menjadikannya bukan hanya alat hiburan, tapi layar kerja dan panel kontrol yang menyatukan fungsi produktivitas dan rumah pintar dalam satu perangkat. Strategi ini cukup berani: Xiaomi menempatkan TV tepat di jantung ekosistem Human × Car × Home, bukan di pinggir sebagai pelengkap.

Mengandalkan Kebiasaan Menonton: TV Masih Raja Layar
Xiaomi tidak memilih TV sebagai pusat kendali rumah pintar secara kebetulan. Perusahaan mengutip data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan sekitar 70% masyarakat berusia lima tahun ke atas masih menonton televisi hampir setiap hari, sekitar enam hingga tujuh hari per pekan. "Sebanyak 70% orang berumur lima tahun ke atas masih mengonsumsi TV setiap hari". Angka ini adalah amunisi strategis: saat banyak produsen mengidolakan smartphone sebagai remote utama smart home, Xiaomi melihat TV sebagai perangkat yang paling sering dinyalakan dan dibagi bersama keluarga. Di tengah ledakan konsumsi konten via smartphone dan tablet, Abee Hakiim menilai TV tidak kehilangan relevansi; justru kebutuhan terhadap layar besar semakin meningkat seiring berkembangnya OTT dan kualitas tayangan yang makin baik. Artinya, menjadikan TV sebagai pusat kendali bukan melawan tren, tetapi menunggangi kebiasaan yang sudah mengakar.

Smartphone dan Tablet: Pelengkap, Bukan Pengganti TV
Pendekatan ekosistem Xiaomi menolak narasi bahwa satu perangkat akan menghapus perangkat lain. Menurut perusahaan, perangkat mobile bukanlah pengganti TV, melainkan pelengkap dalam ekosistem yang saling terhubung. Abee Hakiim menegaskan, "Kami tidak melihat satu perangkat itu bisa menggantikan yang lain. Semuanya bisa terkoneksi dan saling melengkapi perjalanan pengalaman pengguna". Dalam praktiknya, pengguna dapat memulai menonton di smartphone, pindah ke tablet saat ingin layar sedikit lebih besar, dan kemudian meneruskan tayangan yang sama di TV untuk dinikmati bersama keluarga tanpa harus mulai dari awal. Integrasi ini membuat TV pintar kontrol rumah bukan menyingkirkan ponsel, tetapi memanfaatkan ponsel sebagai pintu masuk konten dan kontrol cepat, sementara TV mengambil peran layar utama dan panel pusat yang stabil di rumah.
Konsekuensi untuk Masa Depan Rumah Pintar
Menempatkan TV sebagai pusat kendali rumah pintar membawa konsekuensi menarik bagi desain smart home di masa depan. Pertama, pengguna baru tidak dipaksa memikirkan banyak titik kontrol; TV yang sudah akrab di ruang keluarga menjadi antarmuka utama Xiaomi smart home hub yang mudah dipahami. Kedua, skenario penggunaan melebar: dari casting dokumen dan presentasi ke layar besar hingga mengatur lampu dan suhu ruangan sebelum memulai film favorit. Ketiga, Xiaomi berjanji akan terus menghadirkan berbagai pilihan smart TV sebagai bagian dari misi Innovation for Everyone, dengan keseimbangan fitur, kualitas, dan harga agar bisa dinikmati lebih banyak konsumen. Jika konsisten, strategi ini berpotensi menggeser paradigma: rumah pintar bukan lagi dikendalikan dari perangkat kecil di genggaman, tetapi dari layar besar yang menjadi pusat perhatian seluruh penghuni. TV kembali ke panggung utama, kali ini bukan hanya sebagai medium tontonan, tetapi sebagai otak rumah.

![Jual Xiaomi TV S Mini LED 75 2025 | Refresh rate 144 Hz | Prosesor AI | Ultra-smooth animations | 1200 nits peak brightness [Official Store] | Shopee Indonesia](https://img2.kuybeli.com/product/2026/08/09/6e617fc8-2889-4e21-9e0d-649595e706aa.jpg)





