Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

KEK Catat Investasi Rp382,1 Triliun dan Serap 302.000 Pekerja

KEK Catat Investasi Rp382,1 Triliun dan Serap 302.000 Pekerja
Minat|Asia Tenggara

Investasi besar harus berujung pada pekerjaan

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan fasilitas dan kebijakan khusus yang dirancang untuk mendorong kegiatan usaha, menarik investasi, dan membuka peluang kerja di berbagai sektor. Sejak 2012 hingga September 2026, KEK merealisasikan investasi Rp382,1 triliun dan menyerap 302.000 tenaga kerja dalam 509 badan usaha. Angka tersebut menegaskan bahwa KEK bukan sekadar proyek pembangunan kawasan: nilainya juga bergantung pada pekerjaan dan kegiatan usaha yang tumbuh di sekitarnya. Dalam periode Januari–September 2026 saja, investasi mencapai Rp46 triliun dari target Rp69 triliun, dengan tambahan 53.000 pekerja. Untuk menilai Kawasan Ekonomi Khusus investasi, capaian itu perlu dilihat bersama skala nasional: investasi Indonesia pada periode yang sama mencapai Rp1.539,2 triliun dengan penyerapan 2,1 juta tenaga kerja. Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, total investasi tercatat Rp3.932 triliun dan menyerap 5,4 juta tenaga kerja.

Ukuran keberhasilan ada pada dampak bagi warga

Kontribusi KEK paling terasa ketika investasi mengubah pilihan dan kesempatan hidup masyarakat, bukan hanya menambah angka realisasi. Catatan KEK penyerapan tenaga kerja mencapai 302.000 orang secara kumulatif, sementara 53.000 pekerja tambahan terserap pada Januari–September 2026. Namun, jumlah pekerja saja belum cukup: keterampilan mereka harus sesuai dengan kebutuhan usaha di kawasan. Pemerintah pun mendorong pelatihan vokasi yang dirancang khusus untuk mengisi kebutuhan tersebut. Dampak bagi warga juga tampak pada rencana KEK kesehatan di Sanur dan Batam. Sekitar 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri, dengan pengeluaran diperkirakan Rp200 triliun; pemerintah ingin menahan sebagian potensi devisa itu melalui layanan kesehatan dalam negeri. Dukungan yang disiapkan mencakup pelonggaran izin praktik tenaga kesehatan Indonesia maupun asing, layanan diagnostik, penelitian sel punca, serta percepatan aturan bersama Kementerian Kesehatan. Ini peluang yang nyata, tetapi manfaatnya bergantung pada akses, mutu layanan, dan tersedianya tenaga terlatih.

Aliansi perlu mengubah koordinasi menjadi hasil

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!