Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kapan Waktu Terbaik Berolahraga untuk Tidur Nyenyak dan Jantung Sehat

Kapan Waktu Terbaik Berolahraga untuk Tidur Nyenyak dan Jantung Sehat
Minat|Olahraga untuk Kesehatan

Waktu Terbaik Berolahraga: Bukan Soal Jam, tapi Soal Tujuan

Waktu terbaik berolahraga adalah waktu ketika jenis latihan, intensitas, dan jam pelaksanaan selaras dengan ritme sirkadian, tujuan kebugaran, dan kebutuhan kualitas tidur seseorang, sehingga detak jantung, hormon, dan sistem saraf punya cukup waktu untuk pulih sebelum memasuki fase istirahat malam yang dalam dan memulihkan.

Jawaban jujur soal olahraga pagi vs malam: tidak ada satu jam sakti yang cocok untuk semua orang. Pertanyaannya bukan lagi “jam berapa?”, tetapi “apa efek yang saya mau dari latihan ini?”. Jika Anda mengejar performa tinggi dan jadwal padat, pagi mungkin terasa ideal. Jika Anda ingin menurunkan stres dan memperbaiki kualitas tidur, malam bisa jadi senjata utama. Namun ada satu prinsip yang tidak bisa ditawar: olahraga sebelum tidur harus memberi tubuh ruang untuk tenang, bukan memaksanya tetap siaga.

Olahraga Pagi: Lintasan Emas untuk Latihan Berat dan Detak Jantung

Jika Anda suka latihan intens—seperti lari cepat, aerobik berat, atau sesi kardio panjang—pagi hari adalah waktu yang aman dan strategis. Pagi dapat menjadi pilihan untuk beberapa latihan aerobik, ketika tubuh belum lelah oleh stres harian dan jadwal masih relatif bersih dari gangguan. Di sisi lain, detak jantung yang naik tinggi di pagi hari memberi tubuh banyak jam untuk menurunkannya secara perlahan sebelum malam datang.

Keuntungan lain: Anda tidak perlu khawatir olahraga sebelum tidur merusak pola istirahat. Setelah sesi HIIT atau lari kencang, sistem saraf butuh waktu untuk turun dari mode waspada ke mode tenang. Melakukan itu di pagi hari membuat sisa hari menjadi ruang pemulihan aktif—dengan aktivitas ringan, makan teratur, dan paparan cahaya yang membantu ritme sirkadian tetap rapi. Dengan kata lain, pagi adalah waktu paling aman untuk segala bentuk latihan yang membuat napas terengah dan jantung berdetak jauh di atas normal.

Olahraga Malam: Jam 18.00–20.00, Stres Turun, Tidur Terbantu

Bagi banyak pekerja yang sibuk dari pagi sampai sore, malam adalah satu-satunya waktu luang untuk bergerak. Menariknya, waktu terbaik untuk berolahraga di malam hari adalah antara pukul 18.00 hingga 20.00, ketika suhu tubuh berada di puncak dan otot dalam kondisi sangat fleksibel. Pada rentang ini, olahraga malam bisa menenangkan pikiran, meredakan stres, mengatasi ketegangan tubuh, dan bahkan meningkatkan kualitas tidur latihan bagi penderita insomnia.

Namun olahraga malam tidak perlu dan tidak seharusnya selalu berat. Sumber yang sama menekankan, "Olahraga malam tidak perlu yang berat-berat. Anda bisa melakukan peregangan di malam hari." Fokuskan pada aktivitas yang menurunkan ketegangan: stretching, jalan santai, atau yoga lembut. Kuncinya bukan membakar kalori sebanyak mungkin, tapi menurunkan beban mental dan ketegangan otot agar tubuh siap memasuki tidur dalam.

Bahaya Olahraga Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Di sinilah banyak orang salah langkah: mereka berolahraga malam, tapi menyelesaikannya terlalu dekat dengan jam tidur. Pelatih lari menyarankan pelari memberi jeda sekitar tiga jam setelah selesai lari sore sebelum tidur agar tubuh punya waktu untuk kembali menurunkan detak jantung. Ia menegaskan, "Kita butuh waktu sekitar 3 jam untuk kembali menurunkan detak jantung." Tanpa jeda ini, tubuh masih dalam mode aktif ketika lampu sudah dimatikan.

Dampaknya jelas: ketika lari dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur, kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang kesulitan beristirahat. Sumber lain mengingatkan, untuk olahraga malam, hindari latihan berat terlalu dekat dengan waktu tidur agar tidak mengganggu istirahat, dan olahraga malam sebaiknya tidak dilakukan pada satu sampai satu setengah jam sebelum tidur. Detak jantung yang belum turun, sistem saraf yang masih siaga, dan hormon stres yang belum reda akan mengacaukan arsitektur tidur, dari fase ringan sampai fase dalam yang mestinya memulihkan tubuh.

Mengatur Jenis Latihan, Ritme Jantung, dan Tidur yang Pulih

Jenis latihan menentukan kapan sebaiknya Anda bergerak. Jawaban mana waktu terbaik berolahraga bergantung pada jenis latihan. Pagi dapat menjadi pilihan untuk beberapa latihan aerobik intens, sementara malam cenderung mendukung latihan kekuatan dan anaerobik yang terkontrol atau sesi peregangan untuk merilekskan tubuh. Intinya, HIIT dan kardio berat lebih aman jauh dari jam tidur, sedangkan rutinitas lembut lebih bersahabat dilakukan menjelang malam.

Timing ini berhubungan langsung dengan pemulihan detak jantung dan bagaimana tubuh mempersiapkan diri untuk tidur. Tubuh butuh waktu sekitar tiga jam untuk menurunkan detak jantung setelah lari sore yang intens, dan jika Anda mengabaikannya, kualitas tidur latihan akan turun: tidur lebih sulit, lebih dangkal, dan bangun terasa lesu. Pada akhirnya, baik olahraga pagi maupun malam tetap memiliki manfaat, sehingga Anda bisa memilih waktu paling sesuai—dengan satu syarat: hormati ritme sirkadian dan beri tubuh jeda agar sistem saraf sempat benar-benar tenang sebelum kepala menyentuh bantal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!