Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Changan Deepal S05 dan Nevo Q05: Strategi BEV–REEV di Jawa Tengah

Changan Deepal S05 dan Nevo Q05: Strategi BEV–REEV di Jawa Tengah
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Debut Changan di Semarang: Menguji Strategi Dua Powertrain

Debut Changan melalui Deepal S05 dan Nevo Q05 di GIIAS Semarang adalah langkah strategis mengenalkan dua teknologi elektrifikasi, BEV dan REEV, sebagai jawaban atas kekhawatiran jarak tempuh dan keterbatasan infrastruktur pengisian, sekaligus menguji selera konsumen mobil listrik Jawa Tengah yang mulai menuntut pilihan lebih luas sesuai pola mobilitas harian dan antarkota.

Dalam pameran yang digelar 30 September–4 Oktober di Muladi Dome Undip, Changan langsung mengawali langkah dengan pendekatan agresif: menghadirkan Changan Deepal S05 dalam dua varian teknologi, Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV), serta menampilkan SUV listrik Nevo Q05 lengkap dengan teknologi baterainya. Ini bukan sekadar ikut tren, melainkan upaya menempatkan diri sebagai merek yang “mengerti kekhawatiran jarak tempuh” sebelum calon pengguna sempat ragu. Ketika banyak pemain lain fokus pada satu jenis powertrain, Changan memilih membaca peta: pasar di Jawa Tengah belum sepenuhnya siap bergantung pada BEV murni, tetapi juga tidak ingin terus terikat mesin konvensional.

Pameran ini sendiri menjadi bagian dari rangkaian GIIAS The Series yang menghubungkan publik dengan perkembangan teknologi elektrifikasi. Changan memanfaatkannya sebagai panggung perkenalan, bukan hanya produk. Lewat pidato CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya menekankan bahwa pola mobilitas konsumen kian beragam, sehingga pilihan teknologi harus mengikuti, bukan memaksa. Pesannya jelas: merek ini ingin dipersepsikan adaptif terhadap kebutuhan lokal, bukan sekadar membawa paket global yang dipaksakan ke pasar baru.

Changan Deepal S05: BEV untuk Percaya Diri, REEV untuk Rasa Aman

Changan Deepal S05 adalah kartu utama strategi BEV REEV teknologi di Semarang: satu bodi, dua karakter, dua profil konsumen. Varian BEV menyasar pembeli yang sudah percaya diri dengan ekosistem pengisian dan pola berkendara harian terprediksi. Dengan tenaga maksimum 200 kW dan jarak tempuh hingga 470 km menurut NEDC, S05 BEV menawarkan performa yang di atas kertas lebih dari cukup untuk rute urban dan antar-kota menengah. Angka ini sengaja ditonjolkan untuk mengikis anggapan bahwa mobil listrik selalu “was-was baterai habis duluan”.

Sebaliknya, Deepal S05 REEV ditujukan bagi mereka yang masih ragu mengandalkan charging station tetapi ingin merasakan pengalaman berkendara listrik. Varian ini memakai sistem penggerak listrik dengan range extender, menghasilkan tenaga maksimum 160 kW dan torsi 320 Nm, dengan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.100 km serta kemampuan berkendara listrik murni hingga 170 km (NEDC). Angka tersebut secara halus menyasar ketakutan klasik: perjalanan jauh tanpa kepastian SPKLU.

Secara komersial, posisi keduanya jelas dipisah: Deepal S05 BEV dipasarkan mulai Rp 544 juta, sedangkan S05 REEV mulai Rp 649 juta OTR Jawa Tengah. Selisih harga ini adalah cermin biaya “premi rasa aman” yang dibayar konsumen untuk range tambahan. Dari sudut pandang strategi produk, Changan seolah berkata: jika Anda siap hidup penuh listrik, ambil BEV; kalau Anda masih ingin jaring pengaman, REEV menunggu. Pendekatan ini cerdas karena mengonversi keraguan menjadi segmen pasar, bukan hambatan penjualan.

Nevo Q05: SUV Listrik Terjangkau sebagai Pintu Masuk Massal

Jika Deepal S05 adalah etalase teknologi, Nevo Q05 adalah senjata volume: sebuah SUV listrik terjangkau yang dirancang menjadi mobil listrik Jawa Tengah yang lebih mudah diakses. Nevo Q05 menggunakan baterai LFP berkapasitas 51,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 462 km menurut NEDC, angka yang kompetitif untuk SUV keluarga. Klaim wheelbase lebih dari 2,7 meter menegaskan fokus pada kabin lapang, bukan sekadar gaya.

Dari sisi teknologi, Nevo Q05 spesifikasi menonjol lewat kombinasi 3C Fast Charging dan fitur fungsional. Pengisian baterai dari 30 ke 80 persen dapat dicapai dalam 15 menit, sebuah pernyataan teknis yang langsung menyasar kekhawatiran waktu tunggu pengisian. Ditambah fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW yang memungkinkan baterai menyalakan perangkat listrik eksternal, Nevo Q05 diposisikan bukan sekadar alat transportasi, tetapi sumber energi bergerak—sesuatu yang relevan untuk kegiatan luar ruang atau kebutuhan darurat.

Di dalam kabin, Nevo Q05 dilengkapi 27 ruang penyimpanan, kursi kulit Cloud Comfort Foam 9 lapis, kursi pengemudi elektrik dengan ventilated seat dan welcome function, hingga jok baris kedua reclining 165 derajat. Rinciannya mengirim pesan kuat: ini bukan EV “eksperimental”, melainkan SUV keluarga yang kebetulan listrik. Dengan harga mulai Rp 364 juta OTR Jawa Tengah, Changan berusaha menempel label SUV listrik terjangkau pada Nevo Q05, mendorongnya sebagai pilihan rasional bagi pembeli yang biasanya mengincar SUV bermesin konvensional di rentang harga serupa.

Mengapa Jawa Tengah, dan Apa Artinya bagi Lanskap EV?

Keputusan Changan menjadikan GIIAS Semarang sebagai panggung debut bukan pilihan acak. Kota ini disebut sebagai salah satu kota penting untuk mendekatkan diri dengan konsumen di Jawa Tengah, dan itu mengandung pesan: pasar EV tidak lagi dianggap monopoli kota besar saja. Dengan membawa sekaligus Deepal S05 dan Nevo Q05 untuk memenuhi kebutuhan konsumen Jawa Tengah, Changan menegaskan bahwa era mobil listrik “hanya untuk pusat ekonomi besar” mulai bergeser.

Pameran yang menjadi bagian GIIAS The Series ini dirancang untuk mempertemukan masyarakat dengan perkembangan teknologi otomotif elektrifikasi, dan Changan memanfaatkannya sebagai laboratorium opini publik regional. Dengan menawarkan BEV REEV teknologi dalam satu model, plus SUV listrik terjangkau, mereka menguji tiga hipotesis sekaligus: seberapa besar minat pada BEV murni, seberapa kuat kecemasan jarak tempuh yang mendorong pemilihan REEV, dan seberapa besar daya tarik SUV listrik di kelas harga menengah.

Pada akhirnya, strategi ini menyatukan dua pesan: secara emosional, Changan ingin tampak dekat dan adaptif terhadap kebutuhan lokal; secara bisnis, mereka membentangkan jaring selebar mungkin—dari pengguna awal EV hingga pembeli ragu yang masih setengah hati meninggalkan mesin konvensional. Jika respons Semarang dan sekitarnya positif, debut ini bisa menjadi titik balik persepsi bahwa mobil listrik Jawa Tengah bukan lagi wacana masa depan, melainkan pilihan nyata dengan spektrum teknologi dan harga yang kian beragam.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!