Verdict Singkat: Budget Phone Serius dengan AI yang Bukan Gimmick
HONOR X6c adalah smartphone kelas entri yang menggabungkan AI Button untuk akses instan ke layanan AI, fitur AI Eraser untuk edit foto praktis, baterai 5300mAh yang besar, serta bodi tangguh bersertifikasi, sehingga menyasar pengguna yang ingin fitur kecerdasan buatan ala flagship tanpa harus membeli ponsel mahal. Di sisi lain, layar masih HD+ dan panel TFT LCD, jadi ini bukan ponsel untuk pencinta kualitas visual tertinggi. HONOR X6c terasa dirancang untuk pelajar, pekerja lapangan, dan pengguna kasual yang mementingkan daya tahan, baterai, dan kepraktisan AI ketimbang performa gaming berat atau layar super tajam. Jika Anda butuh ponsel harian tahan banting dengan baterai besar terjangkau, AI Button smartphone ini terasa masuk akal, selama Anda bisa menerima kompromi di layar dan performa yang hanya moderat.
Kelebihan
- Durabilitas tinggi dengan sertifikasi 5-Star SGS dan struktur Ultra-Bounce 2.0 terhadap benturan.
- Storage 256GB di kelas entry memberi ruang besar untuk foto, video, dan aplikasi.
- Baterai 5300mAh dengan klaim sampai 1.000 siklus pengisian, cocok untuk pemakaian jangka panjang.
- AI Button dan MagicOS 9.0 menghadirkan fitur AI praktis di harga terjangkau.
- AI Eraser fitur memudahkan penghapusan objek foto tanpa aplikasi tambahan.
Kekurangan
- Resolusi layar masih HD+ sehingga ketajaman kalah dari pesaing dengan panel Full HD.
- Panel TFT LCD dengan warna yang tidak selively AMOLED meski kecerahan tinggi.
- Performa Helio G81 Ultra hanya moderat, kurang ideal untuk gamer berat.
- Dagu layar cukup tebal, membuat desain depan terlihat kurang modern.

Desain, Ketahanan, dan Layar: Tahan Banting tapi Layar Masih HD+
HONOR X6c mengusung desain sederhana dengan palet warna alam yang hadir dalam pilihan Moonlight White dan Midnight Black. Dimensi bodi 163,95 x 75,6 x 8,39 mm dengan bobot 199 gram membuatnya terasa solid di tangan, tidak terlalu compact tapi juga tidak bongsor. Nilai jual utama ada di ketahanannya: sertifikasi SGS 5-Star Drop & Crush Resistance, teknologi HONOR Ultra-Bounce Anti-Drop dengan struktur penyangga berbentuk tanduk 2.0, serta klaim tetap berfungsi setelah dijatuhkan dari 1,5 meter ke permukaan marmer, plus rating IP64 untuk perlindungan debu dan percikan air. Untuk kelas entry, ini jarang terjadi dan menjadikan X6c menarik bagi pengguna yang sering menjatuhkan ponsel atau bekerja di lapangan. Bagi yang mengutamakan rasa aman ketimbang keanggunan desain tipis, kombinasi ini terasa lebih bernilai daripada sekadar bodi mungil tapi ringkih.
Di sisi layar, HONOR X6c memakai panel TFT LCD 6,61 inci beresolusi 1604 x 720 (HD+). Secara angka, resolusi ini standar dan jelas bukan yang paling tajam di kelasnya, terutama jika Anda sering menonton film atau membaca teks kecil. Kelebihannya, refresh rate 120Hz membuat navigasi antarmuka terasa mulus dan membantu layar terlihat lebih modern. Mode kecerahan tinggi sampai 1010 nits membantu keterbacaan di bawah terik matahari, sesuatu yang sering lemah di ponsel murah. HONOR juga menambahkan Natural-Light Eye Comfort, DC Flicker-Free Dimming, Blue Light Filter, dan Mode E-book untuk kenyamanan mata jangka panjang. Kekurangan yang perlu dicatat, dagu layar terlihat cukup tebal dan panel TFT LCD tidak selively AMOLED dalam hal reproduksi warna. Jadi, layar ini lebih menang di kehalusan scroll dan keterbacaan outdoor daripada keindahan visual absolut.

AI Button dan AI Eraser: Pengalaman AI di Ponsel Murah
AI Button smartphone ini adalah fitur utama yang membedakan HONOR X6c dari banyak ponsel budget lain. Tombol fisik di sisi kanan bodi ini dirancang sebagai pintasan cepat ke layanan kecerdasan buatan seperti Google Gemini dan aplikasi esensial lain. Tombol ditempatkan secara ergonomis, mudah dijangkau jari, dan mendukung akses sekali tekan serta tekan-tahan, sehingga Anda tidak perlu membuka kunci layar dan mencari ikon aplikasi. Menurut Aryo Meidianto Aji, AI Button dibuat karena pengguna modern butuh perangkat yang serba cepat dan tanggap untuk mengakses asisten cerdas dalam hitungan detik. Di atas kertas, tombol ini bisa dikustomisasi untuk membuka aplikasi seperti Kalkulator, Kalender, atau HONOR Notes, selain fungsi AI seperti penerjemahan teks real-time ke lebih dari 100 bahasa, pencarian objek sekitar, dan bantuan pekerjaan rumah. Untuk pengguna yang mulai sering memakai AI, ini jauh lebih praktis daripada sekadar shortcut di layar.
Di sektor kamera, HONOR X6c membawa kamera utama 50MP f/1.8 dan kamera depan 5MP. Yang menarik, hadirnya AI Eraser fitur yang biasanya hanya muncul di ponsel flagship. Dengan satu klik pada opsi AI Eraser, objek atau latar belakang yang mengganggu dalam foto akan terhapus dan disempurnakan secara otomatis oleh AI, sehingga Anda tidak perlu repot mengunduh aplikasi edit foto pihak ketiga atau melakukan seleksi manual. Untuk pengguna awam yang sering terganggu orang lewat di belakang foto, ini sangat membantu. Di level pengalaman, kualitas hasil akan ditentukan skenario dan pencahayaan, tapi kehadiran fitur ini saja sudah menjadikan X6c menarik untuk konten kasual di media sosial. Dari perspektif value, ini memperkuat positioning HONOR X6c sebagai smartphone budget dengan teknologi AI yang sebelumnya lebih identik dengan perangkat mahal.

Performa, Baterai, dan Spesifikasi: Fokus pada Daya Tahan, Bukan Kecepatan
HONOR X6c memakai chipset MediaTek Helio G81 Ultra (octa-core) dengan GPU ARM Mali G52 MC2. Performa ini berada di level moderat: cukup untuk penggunaan harian seperti chat, media sosial, browsing, dan sedikit multitasking, namun jelas bukan ditujukan untuk gamer berat atau pengguna yang suka mengedit video kompleks. Yang menarik, HONOR memberikan storage 256GB di kelas entry. Kapasitas ini mampu menampung sekitar 60.000 foto atau 24.000 lagu, sehingga tekanan untuk sering menghapus file jauh berkurang. Teknologi HONOR RAM Turbo meningkatkan RAM 6GB fisik hingga setara 12GB melalui ekspansi virtual, membantu multitasking tetap lancar ketika aplikasi semakin berat. Untuk pengguna yang ingin ‘tahan lama sampai memori penuh’ tanpa perlu microSD tambahan, kombinasi storage dan manajemen RAM ini terasa sebagai nilai jual kuat dibanding banyak rival di kelas harga yang sama.
Dari sisi daya, HONOR X6c membawa baterai dengan kapasitas tipikal 5300mAh (kapasitas terukur 5200mAh). Klaimnya, baterai ini dirancang untuk mempertahankan performa hingga 1.000 siklus pengisian, yang berarti umur pakai lebih panjang dibanding banyak ponsel entry lain. Dalam praktik, ini menjadikan HONOR X6c menarik sebagai baterai besar terjangkau yang bisa menemani seharian penuh bahkan dua hari untuk pengguna ringan. Kombinasi baterai besar, sertifikasi ketahanan, dan AI Button membuatnya terasa sebagai perangkat yang siap diajak kerja keras di luar ruangan maupun di kampus. Dari sudut pandang value, HONOR X6c bukan ponsel untuk mereka yang mengejar skor benchmark tinggi, tetapi lebih ke ponsel yang ‘napasnya panjang’ dan jarang bikin panik karena baterai atau memori cepat habis. Anda yang tertarik bisa membeli perangkat ini melalui kanal penjualan resmi yang disediakan HONOR.
| Spesifikasi | HONOR X6c |
|---|---|
| Dimensi & Bobot | 163,95 x 75,6 x 8,39 mm; 199 gram |
| Layar | 6,61 inci TFT LCD, 1604 x 720, 120Hz, 1010 nits HBM |
| Chipset & GPU | MediaTek Helio G81 Ultra, ARM Mali G52 MC2 |
| RAM & Storage | 6GB + HONOR RAM Turbo hingga setara 12GB; 256GB internal |
| Kamera | Belakang 50MP f/1.8; depan 5 |




