TMMD ke-130: Air Bersih dan Sanitasi sebagai Inti Pembangunan
Program TMMD infrastruktur air bersih adalah kegiatan terpadu TNI bersama pemerintah daerah dan warga untuk membangun sarana air bersih, sanitasi dasar, dan perumahan layak huni di desa-desa terpencil yang selama ini minim layanan dasar kesehatan dan infrastruktur publik. Di Kodim 0314/Inhil, TMMD ke-130 tidak berhenti pada simbol gotong royong; ia menjadikan sumur bor dan MCK desa sebagai prioritas, bukan pelengkap. Fokus pada kebutuhan paling mendasar—air bersih, sanitasi, dan RTLH—adalah pesan politik yang jelas: kesejahteraan dimulai dari akses fasilitas dasar, bukan dari proyek prestisius yang jauh dari kebutuhan warga.
Di Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, anggota TNI dan masyarakat bahu-membahu membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan sumur bor air bersih sebagai sasaran fisik utama TMMD ke-130. Komandan Kodim 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat serta menjawab kebutuhan dasar warga akan MCK layak dan akses air bersih. Ini adalah pilihan strategis: ketika negara hadir melalui TNI di desa terpencil, yang dibawa pertama kali bukan seremoni, melainkan air bersih dan sanitasi.

Sumur Bor, MCK, dan RTLH: Infrastruktur Kesehatan, Bukan Sekadar Bangunan
Pembangunan sumur bor dan MCK desa di Kuala Lemang bukan proyek fisik biasa; ia adalah program kesehatan sanitasi yang menyasar akar persoalan: air kotor, sanitasi buruk, dan rumah tidak layak huni. Kodim 0314/Inhil memfokuskan TMMD ke-130 pada tiga pilar: sumur bor air bersih, fasilitas MCK, dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dengan kata lain, TMMD di sini adalah paket lengkap infrastruktur kesehatan keluarga, bukan sekadar monumen beton.
Dandim menjelaskan bahwa penyediaan sarana air bersih dan MCK layak menjadi langkah preventif untuk mendukung program pemerintah menekan angka stunting dan menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Ini pernyataan penting: "Pembangunan RTLH, sumur bor, dan MCK ini merupakan kebutuhan mendasar masyarakat setempat". Dampaknya langsung: warga yang sebelumnya mendambakan akses air bersih dan sanitasi layak kini melihat sumur bor dan MCK berdiri di tengah desa mereka. TMMD infrastruktur air bersih di sini berfungsi sebagai vaksin sosial terhadap penyakit berbasis lingkungan.
Kolaborasi TNI dan Komunitas: Gotong Royong sebagai Mesin Pembangunan
Kekuatan utama TMMD ke-130 di Kuala Lemang bukan hanya alat berat atau anggaran, melainkan kolaborasi TNI komunitas yang hidup dalam praktik gotong royong sehari-hari. Anggota TNI dan warga bekerja berdampingan, dari penyiapan material, penggalian, hingga pembangunan fisik sarana sanitasi. Warga tidak diposisikan sebagai penerima bantuan pasif; mereka adalah co-owner proyek, ikut memikul tanggung jawab atas infrastruktur yang dibangun.
Dandim 0314/Inhil menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat bersama Satgas TMMD menjadi kunci percepatan pengerjaan sumur bor dan MCK. Kolaborasi ini bukan basa-basi; sinergi di lapangan terbukti mampu menembus berbagai kendala teknis. Di sini, TMMD menjadi sekolah partisipasi: warga belajar bahwa pembangunan infrastruktur lokal tidak harus menunggu proyek besar, tetapi bisa dimulai dari kerja bersama yang terorganisir. Tradisi gotong royong yang sering dipuji di pidato, di Kuala Lemang diterjemahkan menjadi bak air, septic tank, dan rumah layak huni yang bisa disentuh.
Dampak Nyata bagi Kesejahteraan dan Arah ke Depan
Dampak praktis TMMD ke-130 terasa langsung: akses air bersih yang memadai, MCK yang higienis, dan RTLH yang direnovasi menjadi rumah aman dan nyaman. Pembuatan sumur bor dan MCK diharapkan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup warga, sekaligus mendukung upaya menekan stunting dan penyakit akibat lingkungan kotor. Bagi komunitas yang selama ini mendambakan air bersih, ini bukan proyek simbolik, melainkan perubahan keseharian: dari antre air keruh menjadi menggunakan air sumur bor yang lebih layak.
Ke depan, percepatan pengerjaan sasaran fisik TMMD ke-130 ditargetkan selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan secara berkelanjutan oleh warga Kuala Lemang dan sekitarnya. Harapannya, pola TMMD infrastruktur air bersih dan program kesehatan sanitasi ini menjadi model replikasi di desa terpencil lain di Riau, bukan berhenti sebagai proyek satu kali. Kesimpulannya jelas: ketika negara hadir melalui TNI dengan membawa sumur bor, MCK, dan RTLH, pembangunan tidak lagi abstrak; ia menjelma menjadi air bersih di kran, jamban yang layak, dan rumah yang melindungi keluarga.






