GIIAS Surabaya: Panggung Baru Mobil Listrik AI untuk Pasar Lokal
Mobil listrik AI yang tampil di GIIAS Surabaya adalah rangkaian kendaraan elektrifikasi dari Xpeng, Omoda, dan Jaecoo yang menggabungkan tenaga listrik atau hybrid dengan sistem kokpit cerdas, fitur bantuan berkendara berbasis algoritme, serta antarmuka digital yang dirancang untuk membuat interaksi pengemudi dan kendaraan lebih intuitif dan aman dalam penggunaan harian di jalan perkotaan maupun perjalanan antarkota. Gelaran GIIAS Surabaya 2026 sendiri berlangsung pada 26–30 Agustus di Grand City Convex, mempertemukan masyarakat dengan teknologi yang sebelumnya terasa jauh dari keseharian. Kesan kuat dari pameran ini: mobil listrik di Surabaya tidak lagi sekadar konsep futuristis, melainkan produk konkret dengan spesifikasi jelas, sesi test drive, dan komitmen layanan purnajual. Xpeng membawa New X9 dan Xpeng G6 Pro sebagai mobil listrik pintar, sementara Omoda & Jaecoo menghadirkan empat model NEV dengan tema "Super Intelligent BEST NEV". Untuk calon pembeli yang selama ini hanya mengenal nama-nama mapan seperti Hyundai Ioniq 5, pameran ini adalah undangan terbuka untuk menilai langsung alternatif baru yang serius.

Xpeng New X9 dan G6 Pro: Menawarkan Kenyamanan Premium dan Performa Dinamis
Debut Xpeng di GIIAS Surabaya terasa ambisius: bukan sekadar membawa dua model, tetapi memposisikan diri sebagai penyedia mobil listrik pintar dengan sentuhan premium. Xpeng New X9 tampil sebagai MPV flagship dengan desain Starship 2.0 dan koefisien hambat udara 0,236 Cd, dikombinasikan dengan Active Rear-Wheel Steering yang memberi radius putar hanya 5,4 meter. Kabinnya seluas 7,7 meter persegi, dilengkapi Nappa Leather, Zero Gravity Seat, audio XOPERA 23 speaker, layar 21,4 inci, dan bahkan kulkas pintar. Lebih penting lagi, New X9 dibangun di atas platform 800V Silicon Carbide dengan teknologi baterai 5C, yang memungkinkan pengisian dari 10 hingga 80 persen sekitar 12 menit dan jarak tempuh hingga 715 km (NEDC) untuk varian Long Range. "Kami ingin menghadirkan pemahaman yang lebih nyata bahwa kendaraan listrik bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang kenyamanan dan kecerdasan teknologi," ujar Djohan Sutanto sebagai CEO Erajaya Active Lifestyle. Di sisi lain, Xpeng G6 Pro adalah smart electric SUV yang memakai platform 800V high-voltage dengan tenaga 218 kW, torsi 440 Nm, akselerasi 0–100 km/jam 6,7 detik, dan jarak tempuh hingga 600 km (NEDC). Dua karakter ini jelas menyasar pembeli yang mulai membandingkan performa dan teknologi Xpeng G6 Pro dengan SUV listrik mapan.
| Spec | Xpeng New X9 | Xpeng G6 Pro |
|---|---|---|
| Jenis | Premium MPV listrik pintar | Smart electric SUV |
| Platform | 800V Silicon Carbide, baterai 5C | 800V high-voltage Silicon Carbide |
| Jarak tempuh (klaim) | Hingga 715 km (NEDC) | Hingga 600 km (NEDC) |
| Fitur utama | Active Rear-Wheel Steering, kabin 7,7 m², XOPERA 23 speaker | Tenaga 218 kW, torsi 440 Nm, 0–100 km/jam 6,7 detik |

Omoda O4 EV dan Jaecoo J5 EV: Mobil Pintar Berbasis AI dengan Harga Lebih Terjangkau
Jika Xpeng bermain di ranah rasa premium, Omoda dan Jaecoo memilih bahasa yang lebih membumi: mobil pintar berbasis AI yang tetap peduli harga tiket masuk. Omoda O4 EV menjadi magnet utama dengan konsep Super AI Cockpit yang dirancang agar interaksi pengemudi dan kendaraan lebih natural. Berdasarkan pengujian CLTC, Omoda O4 EV diklaim mampu menempuh jarak hingga 611 km, dibalut desain Cyber Mecha yang menonjol futurisme tanpa terlihat berlebihan. Menarik bagi calon pembeli adalah skema pre-order online selama GIIAS Surabaya, dengan benefit hingga Rp50 juta untuk 1.000 pemesan pertama, Rp35 juta untuk pemesan ke-1.001 hingga ke-2.000, dan Rp15 juta untuk pemesan ke-2.001 hingga ke-4.000. Di sisi SUV listrik, Jaecoo J5 EV Premium ditawarkan mulai Rp337,5 juta—angka yang segera memicu kalkulasi bagi mereka yang membandingkan dengan Ioniq 5 atau SUV listrik lain di kelas menengah. Paket Stylish Package berupa bodykit gratis untuk pemesanan online menambah daya tarik, sementara unit test drive membuat calon konsumen tidak membeli hanya dari brosur.

Jaecoo J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS: Jangkauan 1.200 km bagi yang Enggan Serba-Colokan
Keberanian Jaecoo menghadirkan J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS menunjukkan bahwa transisi ke elektrifikasi tidak harus memutus kenyamanan jarak jauh. J7 SHS-P memakai Super Hybrid System (SHS) yang memadukan mesin 1.5 TGDI, transmisi DHT, dan baterai 18,3 kWh dengan tenaga hingga 255 kW dan torsi 525 Nm. Klaim jarak tempuhnya menjadi salah satu angka paling penting di pameran: pure electric range hingga 90 km dan combined range lebih dari 1.200 km berdasarkan WLTP. Di tengah kekhawatiran soal infrastruktur pengisian di luar kota besar, angka jangkauan 1.200 km memberi ketenangan bagi pembeli yang sering melakukan perjalanan antarkota dan belum siap bergantung penuh pada charger publik. J8 SHS-P ARDIS melengkapi lini sebagai SUV dengan pendekatan serupa, membawa desain dan fitur premium untuk mereka yang ingin nuansa lebih mewah. Untuk banyak pengunjung, ini adalah kompromi ideal: menikmati mode mobil listrik AI di dalam kota, tapi tetap punya cadangan mesin untuk perjalanan panjang tanpa drama mencari colokan.

Relevansi bagi Pembeli Lokal: Alternatif Nyata di Luar Nama-Nama Mapan
Yang membuat GIIAS Surabaya kali ini terasa berbeda adalah posisi tiga merek China ini sebagai alternatif nyata, bukan pelengkap pinggiran. Xpeng membawa rasa premium dan teknologi cepat isi daya, Omoda menawarkan mobil listrik AI dengan jangkauan 611 km, sementara Jaecoo menyodorkan hybrid dengan jangkauan lebih dari 1.200 km yang menggoda mereka yang alergi range anxiety. Bagi pembeli yang selama ini menimbang Hyundai Ioniq 5 dan beberapa merek premium lain, kehadiran Xpeng G6 Pro, Omoda O4 EV, serta Jaecoo J5 EV Premium memaksa perbandingan lebih luas: bukan hanya desain dan logo, tetapi juga jarak tempuh, waktu pengisian, harga awal, hingga paket benefit. Sesi test drive dari Xpeng dan Jaecoo memperlihatkan bahwa mereka percaya diri dengan performa dan kenyamanan yang ditawarkan. Kesimpulannya, peta mobil listrik AI di Surabaya memasuki babak baru: pembeli lokal kini punya pilihan lebih banyak, dengan kombinasi teknologi, jangkauan, dan harga yang layak dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli mobil listrik pertama atau mengganti mobil harian.






