Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Madrasah Perluas Kolaborasi Internasional ke Malaysia dan Thailand

Madrasah Perluas Kolaborasi Internasional ke Malaysia dan Thailand
Minat|Asia Tenggara

Madrasah Kolaborasi Internasional: Dari Sekolah Lokal ke Rujukan ASEAN

Madrasah kolaborasi internasional adalah strategi pengembangan lembaga pendidikan Islam yang mengaitkan madrasah dengan sekolah-sekolah luar negeri melalui MoU, pertukaran siswa, pengembangan kurikulum, dan kegiatan akademik lintas negara untuk membangun kerja sama pendidikan ASEAN yang relevan dengan kebutuhan global sekaligus menjaga identitas keislaman dan budaya lokal. Langkah ini tampak jelas pada MAN 1 Solok Plus Keterampilan yang menandatangani MoU dengan SMK Bukit Sawa di Terengganu, Malaysia, serta Saiburi Chaengprachakarn School di Pattani, Thailand pada Senin 8 September dalam rangka kolaborasi pendidikan dan pertukaran budaya. Di sisi lain, MAN 1 Aceh Barat menggandeng Sekolah Menengah Agama Atas Terengganu untuk memperluas kerja sama pendidikan ke tingkat internasional. Kedua inisiatif ini menandai pergeseran penting: madrasah tidak lagi puas menjadi pemain domestik, tetapi mulai menempatkan diri sebagai institusi yang siap bersaing di ruang Asia Pasifik.

Mengapa Malaysia dan Thailand Jadi Mitra Strategis Madrasah

Pilihan menjalin kerja sama pendidikan ASEAN dengan Malaysia dan Thailand bukan kebetulan, melainkan keputusan strategis yang berangkat dari kedekatan budaya, sejarah, dan tradisi keislaman. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok menegaskan bahwa kemajuan teknologi informasi menjadikan kolaborasi lintas negara kian mudah, asalkan dipayungi kesepakatan formal untuk bertukar informasi dan ilmu bagi siswa dari dua negara berbeda. Di Terengganu, MoU tiga lembaga – MAN 1 Solok, SMK Bukit Sawa, dan Saiburi Chaengprachakarn School – memfokuskan kerja sama pada pendidikan dan pembelajaran terkait pariwisata, workshop, presentasi, hingga eksplorasi destinasi pendidikan dan pariwisata. Sementara itu, Kepala SMAA Terengganu menekankan kesamaan historis, budaya, dan keislaman Aceh–Terengganu sebagai fondasi untuk melahirkan generasi ulama dan cendekiawan berdaya saing global. Di sini jelas, pertukaran siswa Malaysia dan madrasah Indonesia bukan sekadar agenda sopan-santun, tetapi sebuah investasi identitas kawasan.

Olimpiade Asia Pasifik: Laboratorium Nyata Daya Saing Madrasah

Ajang olimpiade Asia Pasifik di Terengganu menjadi laboratorium konkret untuk menguji klaim bahwa madrasah siap bersaing secara internasional. Sebelas siswa MAN 1 Solok Plus Keterampilan berpartisipasi dalam Asia Pacific Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop 2026 sebagai bagian dari rangkaian penandatanganan MoU lintas negara tersebut. Dari Aceh Barat, MAN 1 dan MAN 2 Aceh Barat bergabung dalam delegasi bersama sejumlah SMA lain untuk mengikuti South East Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop tingkat sekolah menengah atas, dengan total 573 peserta dari Indonesia, Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Menurut Kepala Kemenag Aceh Barat, pengalaman ini diharapkan membuat siswa madrasah memiliki ruang belajar yang lebih luas dan mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri keislaman dan budaya Aceh. Jika madrasah konsisten menempatkan siswa di ajang seperti ini, label "sekolah kampung" akan bergeser menjadi "pemain Asia Pasifik" yang kredibel.

Dukungan Kemenag dan Tantangan Mengubah MoU Jadi Manfaat Nyata

Poin krusial dari gelombang madrasah kolaborasi internasional ini adalah sikap Kementerian Agama yang tidak sekadar mengesahkan, tetapi mendorong agar kesepakatan lintas negara benar-benar terasa di ruang kelas. Kepala Kemenag Kabupaten Solok mengapresiasi kerja sama pendidikan dengan Malaysia dan Thailand sebagai bagian dari upaya mewujudkan "Madrasah Maju Mendunia" serta pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi. Di Aceh Barat, Kemenag menekankan agar MoU dengan SMAA Terengganu cepat diterjemahkan ke dalam program konkret: pertukaran pelajar dan guru, pengembangan kurikulum, riset bersama, penguatan tahfiz dan dakwah, serta kegiatan akademik lainnya. Kerja sama lintas negara ini dipandang sebagai pintu masuk untuk pertukaran pengalaman pembelajaran, pengenalan budaya, pengembangan potensi siswa, dan promosi kekayaan budaya serta pariwisata masing-masing negara. Tantangannya jelas: tanpa disiplin implementasi, MoU akan berhenti sebagai berkas yang indah tetapi tidak mengubah mutu madrasah.

Kesimpulan: Madrasah ke Panggung ASEAN, Saatnya Konsisten di Jalur Global

Gelombang kerja sama pendidikan ASEAN yang digerakkan MAN 1 Solok dan MAN 1 Aceh Barat menunjukkan bahwa madrasah siap keluar dari zona nyaman domestik dan mengambil posisi di jaringan regional. Dengan MoU yang mencakup pertukaran siswa Malaysia, workshop pariwisata, riset bersama, serta penguatan kurikulum keagamaan, madrasah mulai memadukan kompetensi akademik dengan wawasan lintas budaya. Kemenag di dua daerah secara terbuka menjadikan penguatan silaturahmi dan pertukaran pendidikan lintas negara sebagai strategi peningkatan mutu. Kini bola ada di tangan madrasah: apakah MoU akan ditindaklanjuti dengan program rutin, evaluasi serius, dan pelibatan lebih luas madrasah lain di Aceh dan Sumatera Barat dalam olimpiade Asia Pasifik, atau kembali surut menjadi seremoni sesaat. Jika konsisten, madrasah dapat berubah dari lembaga yang hanya dituju masyarakat lokal menjadi rujukan regional dalam pendidikan Islam yang modern, kompetitif, dan berakar kuat pada budaya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!