Foto menjadi pintu masuk menuju pesisir
Pameran foto wisata pesisir adalah kegiatan publik yang memakai karya fotografi untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata dan mengundang pengunjung mengenali potensi kawasan melalui gambar. Dalam HBKB Danau Sunter Selatan di Tanjung Priok, pameran foto Sunter menjadi salah satu kegiatan yang memberi alasan lebih dari sekadar berolahraga untuk datang ke ruang publik tersebut. Acara pada Minggu (25/10) menampilkan Jakarta Coastal City Frame (JCCF) 2026, dengan koleksi yang mengangkat 12 destinasi wisata unggulan Jakarta Utara. Pilihan ini terasa tepat: foto dapat memantik rasa ingin tahu tanpa mengharuskan pengunjung sudah mengenal kawasan pesisir. Di tengah aktivitas HBKB, gambar-gambar itu menawarkan cara ringan untuk melihat bahwa Jakarta Utara bukan hanya kawasan perkotaan, melainkan juga memiliki tujuan wisata yang layak dijelajahi.
Dari ruang publik ke tujuan wisata
Nilai utama pameran ini bukan sekadar menghias kegiatan HBKB, melainkan membawa wisata pesisir Jakarta ke hadapan warga yang mungkin belum pernah mencari informasinya. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, menyebut pameran itu diharapkan memperkenalkan potensi wisata pesisir kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara. Harapan tersebut masuk akal karena ruang publik memberi karya foto audiens yang beragam dan tidak harus datang dengan niat khusus untuk berwisata. Namun, paparan visual baru menjadi langkah awal: kekuatan pameran akan lebih terasa bila rasa penasaran pengunjung berlanjut menjadi pencarian informasi dan kunjungan ke destinasi. Setidaknya, JCCF menggeser perhatian dari rutinitas akhir pekan menuju kemungkinan menjelajahi tujuan-tujuan pesisir di Jakarta Utara.
Karya warga dan pengalaman HBKB
Pameran juga berakar pada partisipasi: kompetisi JCCF 2026 menjaring 144 peserta, lalu 30 karya terbaik dipilih untuk dipamerkan kepada masyarakat. Angka tersebut membuat kegiatan ini terasa lebih dari sekadar pajangan, sebab karya yang tampil lahir dari kompetisi fotografi dan pilihan juri. Warga serta pengunjung juga dapat mengikuti lokakarya fotografi gratis, sehingga acara memberi kesempatan untuk belajar sekaligus melihat hasil karya orang lain. Di luar pameran, HBKB menghadirkan senam, perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan, bazar Jakpreneur, dan beragam layanan publik. Perpaduan itu membuat kunjungan lebih berisi, tetapi pameran tetap punya peran khas: ia menghubungkan pengalaman rekreasi di Danau Sunter dengan cerita tentang destinasi Jakarta Utara yang lebih luas.
Daya tarik disertai batas layanan
Acara ini menunjukkan bahwa HBKB dapat menjadi panggung promosi wisata tanpa kehilangan fungsi sebagai ruang kegiatan warga. Meski demikian, beberapa layanan memiliki kapasitas terbatas. Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transjakarta ditujukan bagi lansia dan penyandang disabilitas, dengan kuota 50 pemohon serta pencetakan kartu langsung di lokasi. Batas itu penting disampaikan agar pengunjung yang membutuhkan layanan tersebut tidak mengira kapasitasnya tanpa batas. Secara keseluruhan, pameran foto memberi alasan yang kuat untuk memandang HBKB Danau Sunter sebagai lebih dari acara olahraga mingguan. Dengan menampilkan tujuan pesisir lewat karya visual dan membuka ruang belajar fotografi, kegiatan ini membuat wisata pesisir Jakarta lebih dekat dengan pengunjung—dan menanamkan rasa ingin tahu yang dapat berlanjut setelah acara usai.






