Jam tangan pintar yang bergeser dari pelacak ke pendamping kesehatan
Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 adalah smartwatch kesehatan AI yang dirancang bukan sekadar sebagai pelacak aktivitas, tetapi sebagai pendamping kebugaran dan kesehatan proaktif di pergelangan tangan, memadukan sensor biometrik, prosesor 3nm, layar sangat terang, serta integrasi aplikasi olahraga untuk pelari, pesepeda, dan pengguna aktif sehari-hari. Kedua jam tangan ini diumumkan bersama lini ponsel lipat Galaxy Z dalam acara Galaxy Unpacked, dengan penjualan perdana dimulai pada 7 Agustus dan sudah bisa dipesan sejak sekarang. Galaxy Watch Ultra 2 hadir dalam satu ukuran dengan harga Rp10.499.000, sementara Galaxy Watch 9 ditawarkan dalam dua varian: 44mm seharga Rp6.499.000 dan 40mm seharga Rp5.999.000. Angka-angka itu menandakan posisi kedua perangkat sebagai smartwatch kelas premium, dan pertanyaannya adalah: apakah fitur yang dibawa benar-benar sepadan dengan banderolnya?

Ultra 2 vs Watch 9: beda karakter, sama-sama serius untuk kebugaran
Secara filosofi desain, Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 mengincar pengguna yang berbeda. Ultra 2 ditujukan untuk pegiat olahraga ekstrem kelas profesional—pendaki, pelari ultra, hingga penyelam—dengan bodi titanium tahan benturan dan baterai 800mAh yang 35% lebih besar dari generasi Ultra sebelumnya. Layar Ultra 2 sanggup mencapai 5.000 nits, lonjakan besar dari 3.000 nits pada model sebelumnya, sehingga tetap terbaca di bawah terik matahari. Sertifikasi IP69K, 10 ATM, dan EN13319 mengukuhkan kemampuan menyelam secara profesional. Di sisi lain, Galaxy Watch 9 lebih fokus sebagai pendamping rutinitas harian bergaya elegan, memakai bodi aluminium ringan dengan desain cushion khas Galaxy. Varian 40mm dan 44mm membawa spesifikasi inti yang sama—chipset Snapdragon Wear Elite 3nm, RAM 2 GB, dan memori internal 32 GB—hanya berbeda di ukuran layar Super AMOLED (1,34 inci vs 1,47 inci) dan kapasitas baterai (390mAh vs 445mAh). Pendeknya, Ultra 2 adalah alat kerja atlet ekstrem, sementara Watch 9 adalah smartwatch sehari-hari yang tidak malu diajak lari serius.
| Spesifikasi | Galaxy Watch Ultra 2 | Galaxy Watch 9 (40mm/44mm) |
|---|---|---|
| Material bodi | Titanium | Aluminium |
| Kapasitas baterai | 800mAh | 390mAh / 445mAh |
| Kecerahan layar | Hingga 5.000 nits | Hingga 3.000 nits |
| Ukuran layar | 47mm | 1,34" / 1,47" |
| Ketahanan air | IP69K, 10 ATM, EN13319 | IP68, 5ATM, MIL-STD-810H |

AI kesehatan: dari skor jantung sampai pelari yang ingin lebih terarah
Nilai utama dari dua smartwatch ini bukan hanya di hardware, tetapi pada cara kecerdasan buatan memproses data kesehatan. Kolaborasi sensor BioActive dengan algoritma AI-Powered Health menjadikan jam tangan ini perangkat perawatan kesehatan yang proaktif, bukan hanya pencatat angka. Salah satu inovasi yang penting adalah Heart Health Score dan Daily Cardio Load, yang memberi skor harian kondisi kardiovaskular sekaligus panduan personal terkait porsi latihan dan durasi pemulihan. Bagi pelari maupun atlet yang kerap berlebihan, fitur seperti ini jauh lebih berguna daripada sekadar grafik heart rate yang sulit ditafsirkan. TM Roh menegaskan ambisi tersebut: "Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 menjadi lompatan besar dalam mewujudkan visi Samsung di bidang kesehatan. Lewat pemantauan data kesehatan secara berkelanjutan langsung dari pergelangan tangan, kedua smartwatch ini hadir sebagai pendamping kesehatan yang selalu siaga." Komitmen ini diperkuat oleh fakta bahwa lini baru ini menandai pembaruan ekosistem perangkat kebugaran secara menyeluruh.

Strava integrasi smartwatch: komunitas lari dan sepeda di dalam Samsung Health
Bagi pelari dan pesepeda, kabar paling menarik mungkin bukan baterai atau material, melainkan integrasi Strava langsung ke jam tangan. Strava kini hadir sebagai aplikasi bawaan di Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2; ikon aplikasi sudah tersedia begitu perangkat diaktifkan, tanpa perlu unduhan manual dari Play Store. Setiap pembelian unit akan disertai langganan Strava gratis selama 60 hari, membuka akses fitur premium seperti analisis performa dan fitur keamanan lanjutan. Lebih dari itu, Routes di Strava terhubung langsung dengan fitur Routes di Samsung Health, membuat pelacakan aktivitas terasa menyatu. Integrasi Samsung Health lengkap, termasuk dukungan bawaan untuk Strava Routes, akan digulirkan bertahap ke pengguna Galaxy Watch di seluruh dunia dalam beberapa bulan ke depan. Ditambah GPS internal dan kemampuan bekerja tanpa ponsel, ini menjadikan Galaxy Watch sebagai alat yang masuk akal bagi pengguna yang ingin berolahraga ringan maupun serius sambil tetap terhubung ke komunitas global berisi lebih dari 200 juta pengguna Strava di 185 negara.

Dukungan jangka panjang dan cara memaksimalkan pemakaian
Selain fitur harian, dua smartwatch ini punya satu keunggulan strategis: jaminan pembaruan sistem operasi selama lima tahun. Wearable ini berjalan di Wear OS 7, dan akan menerima update sampai setidaknya Wear OS 11 atau lebih, bergantung jadwal rilis Google. Bagi pengguna yang melihat smartwatch sebagai investasi jangka panjang, janji pembaruan hingga 2031 memberi rasa aman bahwa perangkat akan tetap relevan dan kompatibel dengan aplikasi pihak ketiga dalam waktu lama. Mengingat harga yang tidak murah, kebijakan ini penting agar pembelian terasa masuk akal, bukan sekadar gaya hidup sesaat. Untuk memaksimalkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9, logikanya sederhana: gunakan smartwatch kesehatan AI ini setiap hari, bukan hanya saat olahraga. Aktifkan pemantauan jantung dan tidur, manfaatkan rekomendasi Daily Cardio Load, dan hubungkan Strava serta Samsung Health agar semua data kebugaran terkumpul di satu ekosistem. Jika Anda pelari atau penyelam ekstrem, daya tahan Ultra 2 dengan sertifikasi menyelam dan baterai besar memberi ruang eksplorasi yang lebih berani. Kalau Anda lebih sering berkantor dan berlari weekend, Watch 9 sudah lebih dari cukup sebagai pendamping gaya hidup aktif yang elegan.






