Eksion sebagai SUV listrik 7 penumpang: apa yang membedakan?
Wuling Eksion adalah SUV listrik 7 penumpang tiga baris yang menawarkan dua pilihan teknologi elektrifikasi, yakni plug-in hybrid (PHEV) dan full electric (EV), dengan fokus pada jarak tempuh, efisiensi, dan kenyamanan keluarga, sehingga calon pembeli perlu memahami perbedaan harga, spesifikasi, serta fitur masing-masing varian sebelum menjadikannya alternatif SUV keluarga bertenaga listrik di kelasnya. Di sisi PHEV, Eksion PHEV EX memakai kombinasi mesin bensin 1.498 cc Atkinson Cycle, motor listrik 145 kW, dan baterai LFP 20,5 kWh yang dirancang untuk perjalanan jauh sekaligus mode listrik murni hingga ratusan kilometer. Sementara Eksion EV CE tampil sebagai SUV full electric dengan motor 150 kW, torsi 310 Nm, serta baterai LFP 69,2 kWh berjarak tempuh hingga 530 km berdasarkan standar CLTC, menjadikannya salah satu opsi EV keluarga yang paling menarik di segmennya.

Harga Wuling Eksion 2026: memahami perbedaan biaya masuk
Ketika membicarakan harga Wuling Eksion 2026, banyak calon pengguna langsung menimbang rasio fitur terhadap banderol yang ditawarkan. Varian EV memberikan referensi jelas: Eksion EV CE diposisikan di kisaran Rp399 juta OTR, sementara Eksion EV EX naik ke Rp469 juta OTR dengan tambahan fitur kenyamanan dan keselamatan seperti ADAS Level 2, panoramic sunroof elektrik, power tailgate, dan two-tone roof pada warna tertentu. Ini membuat perbandingan harga Eksion di sisi EV lebih transparan; selisih harga bukan disebabkan performa, melainkan kelengkapan fitur, karena kedua varian memakai baterai 69,2 kWh dan motor 150 kW dengan jarak tempuh sama, yakni 530 km CLTC. Penyesuaian harga Eksion PHEV EX pada paruh kedua tahun ini menegaskan bahwa era harga promo sudah berakhir dan model PHEV kini bermain di harga normal sebagai SUV elektrifikasi keluarga.

Teknologi PHEV vs EV: karakter mesin dan baterai
Dari sisi teknis, Eksion PHEV EX mengandalkan kombinasi mesin bensin 1.5 liter Atkinson Cycle bertenaga 105 hp dan torsi 130 Nm dengan motor listrik 145 kW (sekitar 195 hp) dan torsi 230 Nm, ditopang baterai LFP 20,5 kWh yang menyalurkan tenaga lewat Dedicated Hybrid Transmission ke roda depan. Jarak tempuh listrik murni hingga 125 km CLTC dan klaim jarak gabungan di atas 1.000 km CLTC dengan dukungan tangki bensin 52 liter membuatnya sangat menarik bagi keluarga yang sering menempuh perjalanan antarkota. Sebaliknya, Eksion EV CE memilih jalur full electric: motor 150 kW dengan torsi 310 Nm, baterai LFP 69,2 kWh, dan jarak tempuh sampai 530 km CLTC plus kemampuan DC fast charging CCS2. Jadi, PHEV lebih cocok bagi mereka yang belum siap sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian listrik, sedangkan EV menyasar pengguna yang ingin meninggalkan bensin sekaligus menikmati performa instant khas motor listrik.

Ruang, fitur keluarga, dan rasa premium di kabin
Kedua lini Eksion, baik PHEV maupun EV, mengusung dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dan wheelbase 2.810 mm, dengan konfigurasi tiga baris dan kapasitas tujuh penumpang. Eksion PHEV EX menonjol lewat fitur keluarga seperti panoramic sunroof elektrik, power tailgate, kaca dual-layer soundproof, serta fleksibilitas melipat kursi baris kedua dan ketiga rata lantai hingga kapasitas bagasi 1.788 liter, menjadikannya teman perjalanan jauh yang tenang dan praktis. Di kubu EV, Eksion EV CE menawarkan kabin Walnut Brown dan Carbon Black, layar tengah 12,8 inci, panel instrumen TFT 8,8 inci, Internet of Vehicles dan voice command, serta baris kedua yang dapat digeser untuk mengatur ruang kaki dan bagasi. Namun, beberapa fitur kenyamanan kelas atas seperti panoramic sunroof elektrik dan power tailgate baru hadir di varian EV EX yang berada di atas CE.

Posisi kompetitif Eksion di pasar SUV listrik keluarga
Eksion hadir di segmen SUV listrik 7 penumpang dengan strategi yang agresif: menawarkan sekaligus dua teknologi elektrifikasi, PHEV dan EV, yang menargetkan keluarga mapan yang menginginkan rasa premium tanpa harus pindah ke segmen mewah berharga tinggi. Menariknya, varian EV CE sudah cukup untuk membuat banyak rival di kelas SUV keluarga berkeringat; dengan performa motor 150 kW dan jarak tempuh 530 km CLTC, model ini dipandang sebagai ancaman serius bagi SUV bermesin bensin seperti Honda BR-V dan Toyota Rush yang selama ini nyaman di posisi atas klasemen penjualan. Di sisi lain, PHEV EX menempati ceruk unik: SUV 7 seater yang masih menyediakan mesin bensin untuk jarak jauh, namun memberi pilihan berkendara harian dengan mode listrik murni yang senyap dan efisien. Secara keseluruhan, Wuling memanfaatkan Eksion untuk menggeser persepsi bahwa SUV elektrifikasi 7 tempat duduk harus mahal, sekaligus memaksa pemain lama di segmen SUV keluarga untuk beradaptasi dengan tren elektrifikasi.






