Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bukan Sekadar Ada di Rumah: Hadir Emosional bagi Anak

Bukan Sekadar Ada di Rumah: Hadir Emosional bagi Anak
Minat|Pengetahuan Parenting

Hadir sepenuhnya lebih berarti daripada hadir secara fisik

Kehadiran emosional orangtua adalah keterlibatan penuh yang membuat anak merasa diperhatikan, didengarkan, dan ditemani, bukan sekadar berada di ruangan yang sama. Gagasan ini penting karena tumbuh kembang anak tidak hanya ditopang oleh kebutuhan praktis, tetapi juga oleh rasa aman dan kedekatan dalam hubungan sehari-hari. Nikita Willy menekankan bahwa orangtua perlu hadir secara emosional, bukan hanya secara fisik, dan momen yang sungguh-sungguh diluangkan bersama anak dapat membekas dalam ingatan mereka.

Pandangan itu menolak anggapan bahwa waktu berkualitas harus berarti liburan atau acara istimewa. Nikita mengatakan quality time keluarga tak harus diisi kegiatan besar atau perjalanan ke suatu tempat. Yang lebih menentukan ialah perhatian: mendengar cerita anak tanpa terdistraksi, merespons kebutuhannya, dan memberi ruang bagi percakapan. Dengan ukuran ini, waktu bersama anak yang singkat pun bisa bermakna. Sebaliknya, berjam-jam berdekatan belum tentu membangun kedekatan orangtua anak jika perhatian terus terbagi.

Bukan Sekadar Ada di Rumah: Hadir Emosional bagi Anak

Cara sederhana menjaga kedekatan di tengah kesibukan

Paula Verhoeven menunjukkan bahwa keterbatasan waktu tidak harus berujung pada renggangnya hubungan. Di tengah pekerjaan, ia berusaha tetap dekat dengan kedua putranya, Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong, melalui tindakan sederhana. Ia menyiapkan makanan sendiri lalu mengirimkannya, menyempatkan diri mengunjungi sekolah, serta mengisi kesempatan bertemu dengan makan bersama, bermain, dan mendengarkan cerita anak.

Contoh Paula terasa relevan bagi keluarga dengan jadwal padat: perhatian dapat hadir sebagai tindakan yang konsisten, bukan agenda yang rumit. Menjenguk sekolah membantu orangtua mengetahui pengalaman anak secara langsung, sementara makan bersama atau mendengarkan kisah keseharian membuka ruang komunikasi. Bentuk perhatian dapat berubah mengikuti usia dan kebutuhan anak, tetapi prinsipnya tetap sama—hadir dengan minat yang nyata. Kesibukan memang membatasi durasi, namun tidak harus menghapus kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang.

Bukan Sekadar Ada di Rumah: Hadir Emosional bagi Anak

Melibatkan anak bukan berarti mengabaikan kebutuhannya

Erika Carlina memilih cara berbeda untuk membagi waktu: putranya, Andrew Raxy Neil, kerap ikut dalam kegiatan kerja, termasuk ke lokasi syuting. Erika bercerita bahwa Andrew mulai ikut syuting sejak berusia sekitar empat atau lima bulan. Ia menilai kegiatan dan interaksinya dengan orang lain turut memberi pengalaman bagi sang anak. Pada usia satu tahun dua bulan, Andrew sudah bisa menyapa para penggemar seperti ibunya.

Pengalaman Erika memperlihatkan bahwa kebersamaan bisa disisipkan ke dalam rutinitas, tetapi bukan resep yang wajib ditiru setiap keluarga. Mengajak anak dalam kegiatan orangtua hanya bermakna jika tetap mempertimbangkan kenyamanan, kebutuhan, dan tahap tumbuh kembangnya. Pelajaran yang lebih luas ialah pentingnya keterlibatan yang sesuai keadaan: ada keluarga yang bisa berbagi aktivitas, ada pula yang menjaga hubungan lewat percakapan singkat atau perhatian pada kebutuhan sehari-hari. Yang utama bukan bentuknya, melainkan apakah anak merasa diperhatikan.

Ukuran kedekatan bukan lamanya waktu

Kisah Nikita, Paula, dan Erika mengarah pada kesimpulan yang sama: kehadiran bermakna tidak bisa dihitung hanya dari jumlah jam. Waktu yang panjang tanpa perhatian mudah berubah menjadi kebersamaan yang kosong, sedangkan momen singkat yang diisi dengan mendengar, merespons, dan berbagi dapat memperkuat rasa percaya. Karena itu, orangtua tak perlu menunggu jadwal senggang atau merancang kegiatan besar untuk membangun kenangan.

Kehadiran emosional juga bukan tanggung jawab ibu seorang. Suami Nikita, Indra Priawan, menyoroti pentingnya peran ayah dalam membangun kedekatan dengan anak, sebab pembicaraan tentang pengasuhan kerap lebih berfokus pada kebutuhan ibu. Pada akhirnya, keluarga perlu mencari cara yang realistis untuk saling terlibat. Dengarkan cerita anak, temani aktivitas sederhana, dan berikan perhatian utuh ketika ada kesempatan. Itulah inti waktu bersama anak: bukan sekadar berada di dekatnya, melainkan membuatnya merasa bahwa orangtuanya sungguh hadir.

Bukan Sekadar Ada di Rumah: Hadir Emosional bagi Anak

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!