Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

IoT Pertanian Cerdas Menghubungkan Kampus, Petani, dan UMKM

IoT Pertanian Cerdas Menghubungkan Kampus, Petani, dan UMKM
Minat|Solusi Pintar

Dari pemantauan manual menuju keputusan berbasis data

IoT pertanian cerdas adalah penggunaan sensor dan jaringan internet untuk mengumpulkan serta menampilkan data lingkungan, sehingga pengelola dapat memantau kondisi budidaya dan menentukan perawatan dengan informasi yang lebih terukur. Di Sembalun, Kelompok Riset Pengembangan dan Penerapan IoT Universitas Mataram menerapkan sistem pemantauan pada budidaya jamur di Rumah Qur’an At-Tazkiyah sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Perangkatnya mengukur suhu, kelembapan media tanam, kelembapan udara, dan intensitas cahaya; data dikirim ke internet dan ditampilkan dalam angka serta grafik pada dasbor. Perubahan kondisi yang sebelumnya bisa luput di antara pemeriksaan manual kini dapat dipantau dari jarak jauh. Inilah manfaat awal monitoring sensor kelembaban: bukan jaminan hasil panen meningkat, melainkan gambaran lingkungan yang lebih mudah diakses untuk mendukung keputusan perawatan. Sistem ini berpotensi ditambah notifikasi serta kendali suhu dan kelembapan otomatis pada masa mendatang, tetapi fitur tersebut belum dinyatakan sudah diterapkan.

IoT Pertanian Cerdas Menghubungkan Kampus, Petani, dan UMKM

Teknologi digital membantu UMKM menjaga fermentasi dage

Pemanfaatan sensor tidak berhenti di lahan: proses pangan lokal pun dapat memperoleh manfaat dari pemantauan lingkungan yang konsisten. Telkom University Purwokerto menerapkan sistem IoT untuk membantu produsen dage di Desa Ciberung, Banyumas, memantau suhu dan kelembapan, terutama selama fermentasi. Dage berbahan ampas kelapa ini dibuat dengan metode tradisional, sementara perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi proses fermentasi dan selama ini pengawasan masih bergantung pada pengamatan langsung. Perangkat yang dikembangkan memakai empat sensor DHT22, Arduino, dan koneksi internet; datanya dikirim ke platform Antares dan ditampilkan pada dasbor. Bagi pelaku usaha, teknologi pertanian UMKM semacam ini berarti akses informasi produksi yang lebih teratur, bukan pengganti pengetahuan pembuat dage. Data memberi dasar untuk mengawasi proses, tetapi sumber tidak menyebut kendali otomatis atau hasil peningkatan produksi. Karena itu, nilai program terletak pada penggabungan keterampilan lokal dengan alat ukur digital yang dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Pelatihan menyiapkan keterampilan untuk pertanian terhubung

Agar teknologi tidak berhenti sebagai perangkat yang dipasang kampus, keterampilan merakit dan mengoperasikannya juga perlu menyebar ke calon tenaga kerja. BLK Wonojati Malang dan Telkom University Surabaya mengadakan pelatihan smart agriculture berbasis IoT pada 15–16 Oktober 2026, menyasar lulusan SMK dan masyarakat umum. Materinya mencakup perakitan serta pengujian sistem berbasis ESP32, komponen seperti modul MAX485 dan relai, serta sensor tanah 7-in-1. Peserta juga mempelajari pemrosesan data melalui Modbus RTU dan konfigurasi Wi-Fi; sistem yang dipelajari dapat menampilkan tujuh parameter tanah secara waktu nyata pada dasbor Blynk. Pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan untuk memantau kondisi tanah dan mendukung irigasi otomatis berbasis IoT. Namun, pelatihan bukan bukti bahwa irigasi telah diterapkan luas atau menghemat air dalam jumlah tertentu. Nilai smart farming universitas tampak pada upaya membangun kemampuan teknis yang dapat menjadi bekal penerapan di lingkungan kerja dan pertanian.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!