Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari SD hingga SMK: Jalur Hijau Karier Energi Dimulai dari Kelas

Dari SD hingga SMK: Jalur Hijau Karier Energi Dimulai dari Kelas
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Keselamatan dan Literasi Kelistrikan Siswa Bukan Lagi Tambahan, Tapi Pondasi Karier

Program keselamatan dan literasi kelistrikan siswa adalah rangkaian inisiatif pendidikan yang mengenalkan dasar penggunaan listrik secara aman, pemahaman sistem ketenagalistrikan, serta transisi menuju energi terbarukan sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan, sehingga membentuk jalur berjenjang dari kesadaran awal, keterampilan teknis, sampai sertifikasi resmi untuk masuk ke dunia kerja energi bersih. Di titik ini, pendekatan PLN sudah jauh melampaui sekadar sosialisasi sesekali. Pelatihan keselamatan listrik di SD Negeri Delik 02, yang dilakukan bersama BPBD Semarang untuk melatih 30 siswa kelas VI menghadapi berbagai risiko kelistrikan dan bencana, adalah investasi karakter: anak dibiasakan memandang listrik sebagai sesuatu yang bermanfaat sekaligus harus dihormati. Ini bukan program seremonial; ini strategi jangka panjang membentuk kebiasaan aman yang kelak menjadi refleks ketika mereka bekerja di sektor energi.

Dari SD hingga SMK: Jalur Hijau Karier Energi Dimulai dari Kelas

Dari Paparan Teori di Jayapura ke Literasi Energi Bersih yang Nyata

Jika di SD fokusnya pada pelatihan keselamatan listrik, di Jayapura fokusnya naik kelas menjadi literasi kelistrikan siswa yang lebih komprehensif. PLN menerima kunjungan edukasi dari Level Up Learning Center Jayapura untuk mengedukasi generasi muda mengenai sistem kelistrikan, layanan digital PLN Mobile, dan langkah pencegahan bahaya listrik. Ini menarik bukan karena sekadar field trip, melainkan karena bimbel tersebut secara sadar ingin menghubungkan teori kelas MIPA dengan dunia nyata pengelolaan energi serta tantangan infrastruktur kelistrikan di Tanah Papua dan transisi menuju energi bersih. Siswa tidak hanya duduk mendengar; mereka diajak site visit ke SPKLU dan Command Center untuk melihat langsung bagaimana pasokan dipantau real-time. Saat guru pendamping menyebut kunjungan ini sebagai "paling baik" dibanding instansi lain, itu sinyal kuat bahwa pendidikan energi yang relevan dan praktis memang sedang sangat dibutuhkan.

Dari SD hingga SMK: Jalur Hijau Karier Energi Dimulai dari Kelas

Kupang: Sertifikasi PLTS Pelajar Mengubah SMK Jadi Gerbang Tenaga Surya

Tahap berikutnya dari jalur hijau ini adalah sertifikasi PLTS pelajar di tingkat vokasi. Di Kupang, PLN melalui UPK Timor memfasilitasi sertifikasi kompetensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi 30 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Kupang yang mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi Pelaksana Madya Pembangunan dan Pemasangan PLTS. Ini bukan lagi literasi, melainkan tiket jelas ke dunia kerja. Kepala sekolah menegaskan bahwa sertifikasi ini menjadi nilai tambah bagi peserta didik ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Sebelumnya, lima guru mereka juga digembleng di PPSDM KEBTKE Jakarta pada 30 Agustus hingga 5 September 2026, memastikan transfer ilmu tidak putus di ruang pelatihan. General Manager UIK Dwipantara menekankan kebutuhan sumber daya manusia yang tidak hanya paham teori tetapi punya keterampilan teruji dan diakui, agar generasi muda siap mengambil bagian dalam perkembangan industri energi bersih.

Dari SD hingga SMK: Jalur Hijau Karier Energi Dimulai dari Kelas

Bima dan Sekolah Dasar: Budaya Aman yang Menyambung ke Kompetensi Hijau

Di Bima, edukasi kelistrikan di SMK PP Negeri Bima menegaskan bahwa pelatihan keselamatan listrik bukan monopoli tingkat dasar. PLN UPK Tambora menggelar sosialisasi keselamatan dan bahaya kelistrikan, membangun budaya sadar keselamatan sekaligus membekali generasi muda dengan pengetahuan praktis agar menggunakan listrik secara aman. Kepala sekolah menyebut ilmu ini akan sangat bermanfaat bagi keseharian siswa—pengakuan jujur bahwa banyak kebiasaan berisiko belum tersentuh kurikulum formal. Di sisi lain, pelatihan di SD Negeri Delik 02 yang mengajarkan risiko stop kontak berlebihan, kabel rusak, hingga simulasi siaga gempa menunjukkan bagaimana pengetahuan itu dirancang untuk langsung diterapkan di rumah dan membantu keluarga lebih waspada. Ketika anak diajar tidak bermain layang-layang dekat jaringan listrik dan segera melapor jika melihat kabel terputus, kita sebenarnya sedang menanam dasar perilaku kerja aman di masa depan.

Dari Kesadaran ke Sertifikasi: Jalur Terbuka, Tinggal Berani Mengisinya

Rangkaian program ini, dari literasi kelistrikan siswa di Jayapura, pelatihan keselamatan listrik di Semarang, hingga sertifikasi PLTS pelajar dan sosialisasi di Kupang dan Bima, membentuk jalur berjenjang yang jarang dibahas: dari kesadaran menuju kompetensi terakui. Integrasi keterampilan praktis dengan sertifikasi resmi di bidang energi baru terbarukan jelas disetel untuk menyokong tujuan transisi energi: PLN terang-terangan menyebut peningkatan kompetensi generasi muda sebagai bagian menyiapkan SDM yang mampu mengikuti perkembangan industri energi bersih. Ke depan, PLN menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan agar literasi keselamatan ketenagalistrikan meluas dan membuka pintu bagi kunjungan edukasi lebih banyak lagi. Pertanyaannya bukan lagi apakah jalur ke lapangan kerja hijau energi tersedia, tetapi apakah sekolah dan siswa berani menjadikannya arus utama pilihan karier.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!