Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Wasia Project dan Nocturne: Eksperimen Gelap di Album Debut

Wasia Project dan Nocturne: Eksperimen Gelap di Album Debut
Minat|Mendengarkan Musik

Nocturne: Pernyataan Artistik dari Bunyi Malam

Album debut Nocturne adalah karya penuh 12 lagu dari Wasia Project yang dibangun dari kisah dan suasana malam, mengangkat tema masa muda, identitas, kesepian, hubungan, dan proses menghadapi perubahan, serta menghadirkan warna musik yang lebih gelap dan emosional dibanding karya-karya sebelumnya. Wasia Project resmi merilis album debut Nocturne melalui AWAL Recordings, menandai momen ketika duo ini berhenti sekadar menjadi nama yang sering muncul di playlist dan mulai terbaca sebagai sosok dengan visi artistik yang jelas. Keputusan untuk menjadikan “gelap” sebagai pusat gravitasi estetika terdengar seperti penolakan halus terhadap tuntutan pop arus utama yang serba terang dan instan. Di sini, malam bukan latar, tapi karakter utama: ruang untuk memeriksa luka, kenangan, dan keinginan yang jarang disentuh ketika musik hanya dikejar sebagai hiburan sesaat.

Wasia Project dan Nocturne: Eksperimen Gelap di Album Debut

Dari Introspeksi ke Lantai Dansa: Struktur Emosional Nocturne

Nocturne tidak bergerak lurus; album ini berputar di orbit emosi yang berubah-ubah, persis seperti malam yang tak pernah konstan. Album itu dibangun dari berbagai kisah dan suasana malam, mulai dari introspeksi hingga energi lantai dansa. Pendekatan ini penting karena menolak narasi tunggal: masa muda tidak digambarkan hanya sebagai kebebasan, tetapi juga kebingungan, kesepian, dan hubungan yang rapuh. Tema-tema masa muda, identitas, kesepian, dan hubungan dirangkai sebagai rangkaian fase psikologis, bukan sekadar daftar topik. Di bagian yang lebih reflektif, nuansa emosional terasa pekat, sementara momen yang mendorong tubuh bergerak tetap membawa bayangan gelap yang tidak pernah benar-benar pergi. Energi lantai dansa dalam Nocturne bukan pelarian, melainkan cara lain untuk mengolah ketegangan batin di ruang publik. Hasilnya adalah album yang memaksa pendengar berpindah antara menatap ke dalam diri dan larut di keramaian.

Narasi Single: 2515, Bleeding Gold, Whale Call, dan Vogue

Sebelum album dirilis penuh, Nocturne sudah dipetakan lewat beberapa single yang berfungsi sebagai pintu masuk ke dunianya. “2515” menjadi lagu pembuka dengan karakter elektronik dan nuansa sinematik, seolah memberi prolog bahwa album ini akan bermain di ruang bunyi yang lebih terstruktur namun tetap emosional. “Bleeding Gold” memperdalam tema nostalgia dan proses tumbuh dewasa, diperkuat oleh video musik yang menampilkan Will dan Olivia bersama versi Olivia yang lebih muda, mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam visual bernuansa dreamlike. “Whale Call” tidak hanya bagian dari album, tetapi juga masuk ke soundtrack film Netflix Heartstopper Forever, mengikat musik Wasia Project dengan narasi visual yang luas. Sementara itu, “Vogue” hadir sebagai single terakhir sebelum album rilis, membawa energi lantai dansa dan merayakan kebebasan tubuh, sekaligus menegaskan bahwa gelap dalam Nocturne bukan berarti kehilangan euforia.

Vogue dan Penguatan Reputasi Wasia Project

Pilihan menjadikan “Vogue” sebagai penutup rangkaian single sebelum perilisan Nocturne terasa strategis. Lagu tersebut membawa energi lantai dansa dan merayakan kebebasan tubuh, menawarkan sisi paling fisikal dari album yang banyak berkutat pada introspeksi. “Vogue” menjadi single ketiga berturut-turut Wasia Project dan mendapat penghargaan Hottest Record dari Jack Saunders di BBC Radio 1, mengukuhkan daya tariknya di luar lingkaran penggemar awal. Fakta bahwa lagu ini kemudian diinterpretasikan ulang oleh Gerd Janson, DJ dan produser asal Jerman sekaligus pendiri label Running Back, menunjukkan bahwa estetika Nocturne cukup menarik untuk dibaca ulang oleh pelaku musik elektronik. Di dalam konteks album debut Nocturne, keberhasilan “Vogue” menjadi semacam bukti bahwa pendekatan musik yang lebih gelap dan emosional bisa tetap bergaung di ruang pop yang luas, tanpa harus mengorbankan kompleksitas.

Nocturne sebagai Peta Emosi Generasi Baru

Dirilis pada Rabu 23-09-2026 dan berisi 12 lagu, Nocturne tampil sebagai album yang lebih mirip diary kolektif generasi muda ketimbang kumpulan single yang kebetulan disatukan. Tema masa muda, identitas, kesepian, hubungan, dan perubahan bukan ditempatkan sebagai slogan, melainkan dialami lewat pergeseran suasana dari satu trek ke trek lain. Di sini, nuansa musik yang lebih gelap dan emosional menjadi bahasa utama untuk mengungkapkan ambivalensi tumbuh besar di era ketika semua hal diminta tampil terang dan mudah dipahami. Posisi “Whale Call” sebagai bagian dari soundtrack Heartstopper Forever memperluas konteks emosional album, mengikatnya ke cerita visual tentang persahabatan dan pencarian jati diri. Pada akhirnya, album debut Nocturne menegaskan bahwa Wasia Project tidak tertarik bermain aman: mereka memilih malam sebagai arena, dan dari sana membangun narasi yang berani tentang bagaimana rasanya hidup, merasa, dan berubah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!