Mesin waktu musik di Bandung
Playlist Rewind 2026 adalah festival musik dua hari yang mempertemukan musisi dari generasi dan genre berbeda dalam perayaan bernuansa nostalgia, sekaligus memberi ruang bagi pendengar untuk menghubungkan lagu dengan kenangan mereka. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 14–15 November 2026 di Secapa AD, Bandung. Daya tarik utamanya bukan sekadar deretan nama besar, melainkan gagasan bahwa playlist pribadi setiap orang dapat menjadi titik temu lintas usia dan selera. Karena itu, festival musik nostalgia ini terasa lebih menarik daripada acara yang hanya mengandalkan satu warna musik: Peterpan, T-Five, dan Burgerkill berada dalam satu lanskap bersama pop, rock, metal, dan musik elektronik. Peterpan di Bandung menjadi sorotan khusus, tetapi susunan acaranya menjanjikan perjalanan yang lebih luas daripada nostalgia satu band.
Hari pertama: dari lagu kenangan ke distorsi
Pada 14 November, Peterpan tampil sebagai pertunjukan spesial bersama Rony Parulian dan Armand Maulana. Kehadiran mereka memberi festival ini jangkar nostalgia yang kuat, sementara nama-nama lain mencegah hari pertama terasa seperti kilas balik semata. Bernadya, Bondan Prakoso & Fade 2 Black, Burgerkill, Geisha, Kotak, Letto, The Changcuters, T-Five, dan Raisa turut mengisi panggung. Rentang ini adalah alasan paling meyakinkan untuk datang: pendengar bisa beralih dari pop melankolis ke rap, rock, dan metal tanpa festival harus memilih satu identitas. Burgerkill dan T-Five khususnya memperluas cerita, menunjukkan bahwa memori musik tidak selalu lembut atau seragam. Perpaduan musisi lintas generasi membuat hari pertama berpotensi menjadi temu pendengar dengan selera berbeda, bukan sekadar parade nostalgia.
Hari kedua merangkul nostalgia dan warna masa kini
Pada 15 November, Weird Genius menjadi penampil spesial dalam momen comeback, ditemani Alkateri, Andra And The Backbone, Biru Baru, Enau, Gigi, Idgitaf, Kangen Band, Perunggu, Saint Loco, Charly Setia Band, dan Stand Here Alone. Susunan ini menjaga semangat lintas genre yang menjadi identitas acara: ada nama-nama yang lekat dengan kenangan pendengar, juga musisi yang membawa warna lebih baru. Menurut Festival Director Cakra Dewa, “Playlist Rewind 2026 bukan sekadar konser musik. Kami ingin menghadirkan sebuah perjalanan yang menghubungkan kenangan, generasi, dan berbagai genre musik dalam satu pengalaman festival.” Gagasan itu terasa paling kuat ketika lineup dibaca sebagai rangkaian, bukan daftar terpisah. Hari kedua menawarkan alasan tersendiri untuk hadir, terutama bagi penonton yang ingin melihat nostalgia bertemu energi musik masa kini.
Pengalaman yang melibatkan penonton
Playlist Rewind 2026 juga menyiapkan gelang LED interaktif bagi pemegang tiket VIP Experience; gelang itu menyala mengikuti irama lagu dan menambah unsur visual pada pertunjukan. Sentuhan tersebut mendukung gagasan festival sebagai pengalaman bersama, bukan hanya tontonan dari kejauhan. Penonton—yang disebut Players oleh penyelenggara—diajak ikut menjadi bagian dari suasana panggung, sementara ragam musisi memberi setiap generasi alasan untuk menemukan kembali lagu lama atau mengenal warna baru. Pada akhirnya, kekuatan acara ini terletak pada pertemuan itu sendiri: Peterpan, T-Five, Burgerkill, Weird Genius, dan nama-nama lain menghadirkan jalur berbeda menuju kenangan musik. Bagi pendengar yang ingin merasakan lintas era dalam satu akhir pekan, Playlist Rewind 2026 menawarkan konsep yang punya arah jelas dan alasan kuat untuk dinantikan.






